Tampilkan postingan dengan label Tanyakan Omahijo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanyakan Omahijo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Agustus 2011

Memupuk Adenium



Kalo dilihat komposisi N-P-K yang tertera pada kemasan pupuk seedling dan florigen itu berbeda2, bisakah dijelaskan arti dan resep mana yg terbaik utk adenium?
Kuncinya ada di perbandingan N dan P. Boleh N tinggi asal P nya kecil, maka daun menjadi besar, caudex agak kecil, internode pendek. Sebaliknya N kecil dengan P besar, maka daun normal, caudex lebih besar, internode pendek.  Perbandingan N sama dengan P membuat adenium tumbuh dengan internode terlalu panjang   

Kira2 kapan timingnya pake pupuk utk seedling(1-8bln) dan florigen(8bln ke atas)? Apakah  kalo tanaman adenium dewasa sdh tidak perlu diberi pupuk seedling lagi?
Pupuk seedling diberikan pada tanaman adenium umur 1-8 bln, sedangkan pada tanaman 8 bln keatas dan masa perawatan sebaiknya diberi pupuk selang-seling, seedling dan florigen. Saat masa perawatan sebaikya ditambahkan kapur dolomit, ditabur ke media ½ sendok teh 2 bulan sekali, jangan dilarutkan dan dicampur pupuk. 

Apakah aplikasi untuk Adenium obesum dengan arabicum & TS berbeda? Bagusnya bagaimana?
Perlu diperhatikan latar belakang dan tujuan-tujuan tertentu , kembali ke fungsi masing-masing unsur pupuk, tinggal mana yg mau ditambah atau dikurangi.

Perlakuan yg diberikan ke adenium saya : 1x seminggu saya semprot pupuk bonggol (bahannya dari guano) di bonggol & medianya, 1x dua minggu saya siram EMK, 1x 3 bulan saya taburin NPK kadang dekastar kadang mutiara biru. Sdh tepatkah ?
Guano bisa ditinggalkan supaya tidak kebanyakan unsur P
EMK bisa diteruskan untuk membantu perombakan bahan organik media
NPK tdk masalah.

Setelah prunning atau grafting saya beri perangsang tunas juga cytokinin , apakah memang perlu?
Dalam kasus grafting dan pruning adenium secara ekonomis tidak perlu pemakaian hormon2 penumbuh tunas, karena tanaman yang memiliki perakaran sehat dengan sendirinya akan memproduksi sitokinin. Cukup pupuk seedling.

Kalo misalnya mau ngasih pupuk yang kebetulan bersamaan sama nyiram, bagusnya siram air dulu baru dikasih pupuk atau langsung pupuk saja nggak perlu disiram air lagi?
Bagusnya ngasih pupuk pagi atau malam hari?
Aplikasi lebih gampang bila pupuk dilarutkan dulu , lebih baik memberi pupuk pada pagi hari karena sebagian besar nutrisi terserap tanaman bersamaan dengan proses transpirasi.

Berapa lama kira2 waktu yang cukup supaya pupuknya terserap tanamannya? Misalnya pagi2 saya kasih pupuk nggak taunya siang turun hujan, apa perlu diulang lagi? Selama ini kalo nggak ada hujan, saya biarkan dulu 2-3 hari nggak disiram air dengan harapan pupuknya nggak langsung terbilas air. Kalo misalnya hujan seperti yang saya sebutkan tadi, besoknya saya ulang lagi.
Cara tersebut sdh betul, untuk menjamin ketersediaan nutrisi bagi tanaman.

= ** =

Sabtu, 18 April 2009

Adenium Gendut



“ Sebenarnya adenium itu butuh unsur N yang banyak atau karbohidrat yang banyak nggak sih biar gemuk2? Katanya kalau adenium di siram dengan banyu leri (air bekas cucian beras) maka adeniumnya akan gemuk-gemuk“.

Pertumbuhan sel tanaman lebih ke arah memanjang (vertikal).
Bayangkan kalau porsi vertikal dan lateral sama besar. Seberapa besar diamater pohon talok yang ada dikebun omah ijo jadinya ?.

Belum lagi bila kita ingat pertumbuhan tanaman adalah pertumbuhan sel yang sambung menyambung. Sel yang satu tumbuh memanjang sampai batas tertentu berhenti, dilanjut pertumbuhan lateral, dan pertumbuhan memanjang generasi sel berikut di atasnya (SAM), demikian seterusnya. Di tanaman ada pertambahan sel.

Beda dengan manusia atau binatang, sel tumbuh secara bersama secara proporsional dari bayi sampai mati.. Sel tangan sejak bayi tidak ganti-ganti, yang itu-itu saja, hanya bertambah ukuran dimensinya. Tidak ada pertambahan sel, kecuali sel darah, atau penggantian bagian yang rusak (itupun terbatas, tangan putus ya sudah) .

Manusia bisa dibuat kurus-gemuk-kurus lagi. Kalau gemuk, semua ikut gemuk, tangan-kaki-kepala bareng gemuknya. Tanaman tidak begitu. Batang bawah gemuk, tengah bisa kurus, atas gemuk lagi, tergantung kondisi nutrisi saat pertumbuhan di tempat itu berlangsung. Tanaman yang terlanjur gemuk tidak bisa di treatment ”sedot lemak” agar nampak kurus. Dan sebaliknya yang kurus tidak bisa disuapi gizi tinggi agar gemuk. Yang ada, hanya tindakan koreksi. Potong bagian yang tidak kita kehendaki. Sadis kan ?

Bicara gemuk pada adenium adalah bicara proporsi pertumbuhan antara dimensi vertikal dan lateral. Mau pilih tinggi langsing, sedang-sedang saja, atau “ndekmu”–pendek lemu ?

Metode yang tersedia adalah :
* Kurangi pupuk : pertumbuhan ke arah atas lambat, sangat kompak, daun kecil, internode rapat
* Pupuk moderate : pertumbuhan ke arah atas sedang, terlihat kompak, daun sedang, jarak internode sedang
* Pupuk berlebih : pertumbuhan ke arah atas cepat, terlihat langsing, daun besar-besar, jarak internode panjang (gejala etiolasi atau ukulensi).

Pilihan ada di tangan kita masing-masing tentunya. Dan untuk adenium banyak yang pilih dikisaran “pemupukan moderate” plus-minus.
Bagaimana aplikasi di lapangan ?

* Kurangi konsentrasi pupuk (ppm per liter)
* Batasi penggunaan mineral yang mendorong pertumbuhan memanjang.
* Tambahkan penggunaan mineral yang menghambat pertumbuhan memanjang


Belum lagi kalau dikaitkan dengan jenis media, belum lagi kalau terkait dengan kultur tanaman-menanam kita. Aplikasi pemupukan menjadi sangat beragam. Masih tergantung pula denga fase pertumbuhan tanaman. Untuk seedling tentu beda dengan yang dewasa.

Tentang tambahan2 molekul ukuran raksasa seperti karbohidrat, vitamin, dll, hemat saya antara manfaat dan ongkosnya kagak nyambung jack……! Supaya jangan berkata “tidak ada gunanya” ke tanaman secara langsung.

Bukankah tanaman justru seharusnya menghasilkan karbohidrat dan vitamin untuk keperluan kita ? Saya masih melihat subyektivitas saat memakai zat dimaksud. Apa yang secara “in vitro” ada manfaatnya, belum tentu cocok diaplikasikan secara “in vivo”.


Tharie Wie

Kamis, 22 Januari 2009

Adenium Mini


Seorang rekan mengirim e-mail , beliau tertarik membuat adenium mini.
“ gimana ya mbak caranya bikin adenium mini, kaya bonsai gitu…”

Wah garuk-garuk kepala nggak gatal nich … :-D persoalannya pemahaman saya tentang bonsai hanya sejauh tanaman yang dikerdilkan. Jadi di bawah ini hanya sebatas upaya menghambat laju pertumbuhan tanaman saja.

1. Media tanam yang diperlukan apa tetap sama seperti menanam adenium lainnya, atau ada media khusus ?.
Media tanam yang dipakai tidak berbeda dengan media tanam bonsai atau media tanam adenium. Pilih media tanam minim nutrisi (pasir malang atau pasir kali, sekam bakar, sekam mentah, dsb). Agar kontrol nutrisi lebih gampang dilakukan, hindari campuran pupuk organik pada media tanam, karena jumlah nutrisi hara yang diserap tanaman sulit dikontrol, sesuka tanaman, bukan semau kita.

2. Pupuk dan Zat Pengatur Tumbuh apa saja yang diperlukan serta bagaimana mengaplikasikannya (dosis, interfal waktu dan usia) ?.
Pupuk dan Zat Pengatur Tumbuh yang digunakan, intinya pakai pupuk yang tidak mendukung pertumbuhan vegetatip, yaitu pupuk dengan kadar N rendah dibanding P dan K. Pupuk pembungaan cocok dengan ketentuan tersebut. Kurangi konsentrasi pupuk, ¼ takaran (atau kurang) dari anjuran label. Gunakan pupuk dengan kandungan NH4 kurang dari 30 % dari N total, dan banyak mengandung unsur Mg. Permasalahan mungkin timbul terkait dengan pilihan jenis arabicum. Porsi kecil N pada arabicum umur kurang dari 3 bulan akan mengurangi jumlah batang yang muncul dari caudex. Untuk itu s/d umur 3 bulan pakai pupuk vegetatip agar jumlah batang keluar maximal dulu (jangan lupa “pontes” titik tumbuh daun ke 6, hingga sisa 4 daun ). Setelah 3 bulan baru dengan pupuk ala bonsai seperti tersebut di atas. Prinsip dasar pemanjangan internode tanaman karena pengaruh hormon auksin atau giberelin. Untuk itu coba beri “paclobrutazol” (biasa digunakan di anggrek untuk merangsang bunga) untuk menghambat kerja auksin dan giberelin.

3. Apakah penempatan bibit (stl layak pupuk) harus full matahari ?.
Full matahari mutlak diperlukan untuk menghambat auksin. Sejak umur sebulan harus sudah full matahari. Air juga mendukung pertumbuhan tanaman, oleh sebab itu porsi air perlu dikurangi.

4. Adakah perlakuan khusus setelah bibit tersebut tumbuh menjadi remaja (usia 5-6 bulan) dan dewasa ?.
Perlakuan khusus setelah remaja, mungkin hanya “pruning” titik tumbuh yang akan mengurangi laju fotosintesa tanaman. Pupuk tetap sama tapi dosis agak ditingkatkan menjadi 1/3 – 1/2 takaran. Jangan lupa semprot dengan “metalik” untuk menambah hara mikro, mengingat pemakaian pupuk bunga terus menerus dapat mengurangi penyerapan hara mikro.

5. Akankah perlakuan khusus tersebut melekat sepanjang hidupnya ?.Apakah akan melekat sepanjang hidup.
Tentu saja tidak. Tergantung genetik tanaman.

6. Setelah jadi dwarf, kalau ada yang minat beli, apakah ditangan pembeli nanti kondisinya akan tetap stabil ?.
Sama dengan orang beli bonsai pohon beringin atau serut, tetap perlu perawatan sepanjang hidup agar tumbuh seperti seharusnya bonsai.

Kamis, 18 Desember 2008

Chimeras di Adenium

“ mbak, adenium windmollen ku lagi berbunga dan berpetal tumpuk..” Seorang rekan saya dari Makasar, membawa berita menggembirakan.

Windmollen adalah nama adenium, jenis obesum-crispum berpetal tidak tumpuk.

Sehingga kalau bunga tersebut mekar dengan petal tumpuk, menjadi penampakan baru yang mempesona.

“ wow.. keren dong, Mutasi tuch boss…, di semua tangkai atau cuma satu tangkai yang petal bunganya tumpuk ..?

“ baru satu tangkai sich…”

“ amati terus ya.. jangan lupa di centeli catatan biar info nggak terlewat ya…” pesan saya.


Yang terjadi dengan bunga tumpuk adenium milik Dr. Lufti Atmansyah di Makasar, adalah suatu MUTASI.

Namun demikian mutasi tersebut tidak terjadi pada tanaman secara menyeluruh, namun hanya terjadi pada bagian atau segmen tertentu dari tanaman. Dalam hal ini pada calon primordia bunga ranting tertentu, dan saya cenderung mengatakan ini suatu KHIMER (chimeras).

Pada jaringan meristem pucuk (titik tumbuh), proses pembelahan sel sangat aktif terjadi. Nah . . pada saat berlangsungnya pembelahan mitosis tersebut, sangat dimungkinkan terjadinya suatu mutasi setempat dan spontan. Ada berjuta-juta sel yang terlibat dalam pertumbuhan vegetatif. . . dan bila proses perubahan terjadi saat proses differensiasi maka terjadilah khimer pada mata tunas atau tunas pucuk.


Dalam kasus bunga tumpuk, mutasi berlangsung sebelum atau bersamaan dengan pembentukan primordia bunga di titik tumbuh. Khimer yang terjadi kemudian tercermin dalam bentuk bunga tumpuk. Kata beberapa ahli, pada tanaman hias mutasi gen sering muncul pada saat menjelang masa terbentuknya bunga. Menarik sekali khan..


Namun karena khimer terjadi pada primordia bunga, maka pada saat bunga tersebut gugur (karena life time nya habis), hilang pulalah khimer.


Satu hal yang menarik bagi saya adalah mengapa di tempat Pak Lutfi kasus bunga tumpuk sering terjadi (windmollen, obesum, dan waterfall) ?

Bagaimana perawatan selama ini, perlakuan pemupukan dan jenis pupuk yang digunakan. Atau ada perlakuan khusus lain. Hingga sering terjadi mutasi bunga tumpuk?.

Seingat saya ada beberapa cairan kimia dengan dosis tertentu dapat menyebabkan mutasi, seperti colchicine, metanosulfat, dieksposibutan, etilinimin, dan etilinoksida.


Apakah khimer dapat menurun hingga dapat dipermanenkan??. Jawaban sementara DAPAT, namun ada syaratnya...



Adenium Aming












“ Kenapa ya seeds adenium yang kutanam kok kayaknya kurus-kurus tumbuhnya..” suara seorang rekan dengan nada sedikit frustasi terdengar dari telepon yang tengah saya genggam.

“ ha..ha..ha.. bagus khan.. hari gini khan gak model badan gendut.. “ jawab saya berseloroh.

Terdengar nada ngedumel gak jelas. ( mirip lebah nyanyi bareng.. :-D)

“ sebelum ditanam pasti kamu rendam pakai slimming tea ya..” goda saya lagi.

“ iiihh… emang gitu teori ilmiahnya..” sahut rekan saya sewot.

Gantian saya yang tertawa ngakak. Prototipe banget sih saya dengan ilmiah… berkali-kali bercanda khan boleh tooh… :-D


Seed adenium tumbuh kurus…ada beberapa kemungkinan penyebab munculnya gejala

“aming” (hiks… pinjam badannya Aming ekstravaganza yang memang kurus banget) di bibit adenium tersebut :

  1. Media yang dipakai terlalu subur dan banyak kandungan unsur nitrogen (N) dalam bentuk amonium (NH4 atau urea).
  2. Kurangnya unsur phospor (P) dalam media yang digunakan. Namun perlu hati-hati pula terlalu banyak unsur P dan NH4 sekaligus dalam media, akan membuat tanaman tumbuh terlalu subur. Pada tanaman adenium gejala tersebut akan nampak pada jarak internode yang memanjang, batang besar tapi lunak (sukulensi), dan daunnya membesar. Kebanyakan unsur nitrat (NO3) tapi kurang unsur NH4 dan P juga timbul masalah lain. Bibit adenium tumbuh kompak memang, tapi berbatang kecil, demikian juga daunmenjadi kecil.
  3. Kurang sinar matahari selama persemaian. Kalau bibit selada memang harus disemai ditempat yang gelap, tapi jangan dilakukan untuk bibit adenium.

Jadi menurut saya, untuk mengatasi “pohon aming” tersebut :

  • Gunakan soilless media dan tidak perlu diberi tambahan pupuk “starter” pada media tersebut sampai tanaman berumur 2 minggu. Tidak perlu campuran pupuk kandang dalam media. Selain hhiiii….(itu kan kotoran to) .
  • Setelah tanaman berumur 2 minggu s/d 4 bulan, upayakan pupuk yang digunakan harus memenuhi syarat ( Insya Allah pupuk Growite memenuhi unsur berikut )
  1. a. Unsur amonium (NH4) harus kurang dari 40 % total nitrogen.
  2. b. Perbandingan unsur N dan P harus lebih besar 1 : 3
  3. c. Dosis nitrogen perbulan jangan lebih dari 200 ppm (part per million). Poin c ini yang terpenting menurut saya.
  • Persemaian harus mendapat sinar matahari yang cukup (minimal 3 jam per hari) dan berangin, agar proses respirasi berjalan normal. Selama menyemai tidak perlu dikerudungi plastik Selain “sumuk”, respirasi juga tidak berlangsung dengan baik, he..he..he..

Malih Warna

“ Adalah suatu "kebetulan" yag sangat menyenangkan ketika mendapatkan Lin Formosa saya berubah warna..” ucap Bang BJ, seorang sahabat saya dari Jakarta.
“ Saat berbunga pertama kali warnanya tipikal warna Lin Formosa (Dominan Pink), lalu setelah bunga pertama rontok saya tambahkan "pupuk" atas anjuran seorang kawan saya, berupa 1 sendok teh vetsin (MSG) (larutan 1 sendok teh : 1liter air disemprotkan pada media yang sama). Penyiraman 2 minggu sekali, hasil nya tanaman gemuk, 2 bulan kemudian berbunga yg kedua kali, warna berubah lebih merah. Saya benar2 terkesan, tapi pantas nggak ya diberi nama baru ?? “

Kenapa bunga Adenium bisa berubah warna?

Flavonoid penentu warna bunga adenium terdiri dari anthocyanine (merah hingga biru) dan pasangannya (karena masih dalam tahap pengamatan, saya sebut saja co-pigmen), membentuk suatu lapisan yang mirip “sandwich”. Co-pigmen berfungsi sebagai roti, anthocyanine sebagai isinya. Diantara kedua lapisan tersebut terdapat ion-ion logam yang berfungsi sebagai “Mayonnaise”. Lapisan campuran pembentuk sandwich ini yang akan menentukan warna akhir bunga.
Pemberian “MSG” akan mempengaruhi tingkat keasaman sel, dalam hal ini berpengaruh terhadap ion-ion logam (Mayonnaise). Struktur sandwich akan mengalami sedikit deformasi (bisa mengembang atau mengkerut), dan mempengaruhi jarak / spasi antara roti dan isi. Akibatnya warna bunga akan terpengaruh. Aturan baku , PH rendah bunga akan memerah (ke arah orange), PH tinggi bunga akan semakin ungu (merah tua).

Boleh tidak diberi nama baru ?
Boleh, tetapi sebaiknya jangan. Boleh karena itu milik bang BJ.
Jangan, sebab perubahan warna karena lingkungan tidak bisa dipakai untuk menyebut itu suatu kultivar baru. Pakai saja nama yang disematkan pertamakali oleh penemunya atau orang yang mempunyai hak. Coba diperbanyak unsur nitratnya , nanti pasti kembali lagi ke warna asal.
Catatan : bukan PH tanah yang mempengaruhi warna bunga, namun PH tanah hanya menentukan kelimpahan jenis atau macam logam yang akan terserap dan menjadi “Mayonnaise”.

Senin, 15 Desember 2008

Root Mealy Bug


Organisme berwarna putih yang menempel di akar yang sangat bandel dan menjengkelkan biasa di sebut Root Meally Bug (RMB)

Serangan RMB kebanyakan menyerang adenium yang bermedia non tanah (cocopeat, sekam dan sekam bakar dan atau campuran ketiganya). Adenium yang kurang sehat juga lebih rentan serangan RMB.


Bagaimana mengatasi RMB ?.

  • Ganti media , tapi sangat tidak praktis.,
  • Disemprot insektisida, tapi menghendaki kesabaran karena tidak langsung terlihat efeknya (sekarang disemprot- besoknya RMB langsung hilang). Baru beberapa kali penyemprotan, gejala serangan terlihat berkurang.
  • Bagaimana dengan perendaman pot berikut tanamannya ? Cara perendaman mungkin keefektifannya akan berkurang kalau yang dipakai itu adalah jenis insektisida kontak , apalagi kalau dalam perjalanannya insektisida tersebut juga harus bersentuhan dengan tanah. Akan lebih efektif kalau dipakai insektisida jenis sistemik. Sekali lagi cara ini tetap butuh kesabaran.
  • Selain berbagai cara diatas, tanaman yang terlihat terserang RMB bisa diberi tambahan pupuk N tinggi (NPK Mutiara 25-7-7). Untuk tanaman di bawah 3 bulan cukup 5 butir. Hanya efeknya adenium jadi nampak langsing dan daunnya besar-besar, bonggol jadi nampak kecil.

Cara terakhir ini cukup efektip dan murah, tapi tidak aplikabel untuk adenium jenis arabicum.

Salam

Tharie – Omahijo Jogjakarta

Adenium Unggul





Pertanyaan dari beberapa hobbies adenium via e-mail, saya rangkum dibawah ini. Semoga membantu dan dapat berguna bagi hobbies adenium yang lain.

Sulitkah membuat bibit adenium yang unggul?
Terdapat beberapa jenis dan varietas adenium. Masing-masing mempunyai kekurangan dan keunggulan. Sebagai contoh ada beberapa varietas yang arah seleksinya bunga yang bagus, namun adapula yang arah seleksinya untuk menghasilkan bonggol atau batang bawah yang baik. Jadi pemilihan jenis atau varietas adenium, tergantung pada tujuan penanaman kita.

Apa media adenium yang paling baik/cocok ?
Tidak ada rumusan baku mengenai media yang paling cocok untuk adenium. Semua campuran media bagus, bila cocok dengan lingkungan dan cara pembudiyaan kita. Media tanam yang baik adalah yang mampu mengikat air dan udara sekaligus (porous tapi dapat meluluskan air), mensuplai kandungan hara, murah dan mudah didapat. Sesuaikan campuran media dengan kondisi lingkungan di tempat kita (intensitas sinar matahari, angin, dll), serta hobi siram menyiram kita. Bila kita banyak waktu dan suka menyirami tanaman, tambahkan jenis unsur media yang kurang mengikat air (misal pecahan batu, pasir, sekam, sekam bakar). Tapi kalau kita agak malas (seminggu sekali menyirami), tambahkan unsur media yang mampu mengikat air (cocopeat, humus, pupuk kandang).

Cuaca yang bagaimanakah yang cocok untuk adenium
Habitat asli adenium ada di gurun pasir afrika. Namun bukan berarti pola tanam yang cocok harus sesuai dengan kondisi gurun. Adenium cinta air, namun akarnya benci kondisi media yang becek. Adenium suka pupuk. Adenium membutuhkan sinar matahari. Adenium sangat suka kondisi cuaca seperti di Indonesia, dibandingkan di gurun Afrika, di Taiwan, di Thailand, di India, atau di USA.

Adenium memerlukan sinar matahari langsung atau perlu naungan ?
Adenium merupakan kelompok tanaman C3. Tanaman ini butuh sinar matahari lansung dengan intensitas 80 %. Namun demikian untuk tanaman dewasa, sinar matahari selama 8-12 jam sehari sangat baik untuk pertumbuhan dan pembungaan. Sedangkan tanaman muda, bibit umur 6 bulan kebawah butuh sinar matahari 4 jam sehari, sedangkan bibit 6 – 12 bulan, 6 jam sehari.

Bagaimana cara mendapatkan bibit adenium ?
Bibit adenium dapat kita peroleh dari beberapa nurseri yang ada di tanah air. Namun demikian kualitas dan nama baik nurseri perlu jadi bahan pertimbangan.

Sering gagal stek adenium, bagaimana cara yang benar?
Kegagalan stek biasanya disebabkan oleh kualitas bahan stek dan kesalahan penanganan. Pilih bahan stek yang telah dewasa namun jaringan tanaman belum tua. Upayakan media cukup basah namun tidak becek, dan terkena sinar matahari 4 jam sehari. Yang kami lakukan adalah memilih bahan stek yang telah berkayu, namun kulit kayu belum terlalu berwarna kecoklatan. Tanam dalam media dan langsung disiram dengan air hingga basah dan di tempat memperoleh sinar matahari ( 4 jam sehari). Air hujan, siapa takut. Penyiraman selanjutnya dilakukan kalau pada stek tersebut telah muncul mata tunas.

= ** =

Perlakuan setelah Grafting



Perlukah adenium yang baru saja di grafting langsung di siram dan dipupuk ?


Dear adeniumania…


Salah satu fungsi air bagi tanaman adalah untuk untuk mendinginkan permukaan tanaman melalui proses evaporasi air (transpirasi-evapotranspirasi ). Akar menembus tanah yang lembab sedang batang tumbuh ke atmosfer yang kering. Keadaan tersebut menyebabkan terjadinya aliran air terus-menerus dari tanah ke atmosfer melalui tanaman (terutama lewat daun-stomata), disamping penguapan langsung dari permukaan tanah tentunya.


Kata orang pinter, besar jumlah aliran air tersebut (dari tanah ke udara) sebesar 10 kali jumlah air yang tertahan dalam jaringan tanaman, 100 kali jumlah air yang digunakan untuk perluasan sel-sel baru, dan 1000 kali jumlah air yang digunakan untuk fotosintesis. Dari penelitian tanaman jagung, untuk menghasilkan 1 kg berat kering tanaman tersebut dibutuhkan 225 kg air yang hilang melalui proses evapotranspirasi.


Pertanyaan saya, segera setelah dilakukan proses grafting bila langsung disiram air, akan lari melalui apa dan kemana itu air akan pergi ?.

Kalau hasil grafting ditempatkan ditempat panas, air akan menguap melalui permukaan tanah. Tapi bagaimana bila grafting ditaruh di tempat teduh ? Jadi tetaplah Waspada …….. ingat busuk akar bukan hanya karena kejahatan air tetapi juga karena ada kesempatan ……..

Hemat saya, setelah grafting sebaiknya tanaman tidak disiram. Baru setelah terlihat mata tunas tumbuh, siram dan pupuk untuk pertumbuhan vegetatif seperti biasa. Pertumbuhan tunas membutuhkan air.

Penyiraman dan pemupukan sebaiknya dilakukan 2 hari sebelum proses grafting (bila musim panas) atau 4 hari sebelum grafting (pada musim hujan).

Salam

Thari Wie

omahijo Jogjakarta

Bonggol Retak


Adeniumania, Bonggol adenium retak/pecah menunjukkan adanya gangguan turgiditas dalam sel tanaman dimaksud. Jika tekanan turgor (tekanan internal sel) melampaui batas elatisitas dinding sel, maka sel tersebut akan pecah. Gejala tersebut mirip yang sering terjadi pada buah tomat, mangga, anggur, dsb yang mengalami pecah buah. Pertanyaannya sekarang adalah, apa yang menyebabkan gangguan tekanan turgor pada adenium ? Dari gambar dan melihat kondisi cuaca di Indonesia saat ini, dugaan saya ada dua kemungkinan (salah satu atau keduanya) yang menyebabkan terjadinya “bonggol retak/pecah” :

1. Faktor internal
Melihat tingkat kesuburan tanaman tersebut, boleh jadi terdapat ketidakseimbangan pemberian nutrisi. Dalam hal ini terlalu banyak unsur nitogen (N) dan phospat (P), namun kurang unsur K. Potasium (K) dalam tanaman mempunyai fungsi salah satunya adalah mengatur potensi osmotik sel. Dengan kata lain berperan dalam pengaturan tekanan turgor.

2. Faktor eksternal
Kelembaban udara yang sangat tinggi di Indonesia saat ini, menyebabkan bukaan stomata mengecil hingga menganggu proses transpirasi tanaman. Terganggunya transpirasi menyebabkan suhu tanaman meningkat, yang pada titik tertentu dapat menimbulkan gangguan metabolisme tanaman.Termasuk didalamnya gangguan keseimbangan tekanan turgor.

Bila jarak internode memanjang, daun menjadi lebih besar, menunjukkan tanda-tanda sukulensi, atau kulit batang tanaman terkesan seperti kulit (leathery effect), kemungkinan terjadi over N dan P. Bila beberapa daun tua menunjukkan gejala klorosis dan atau gejala bercak jaringan mati pada bagian tepi atau antar tulang, berarti kekurangan unsur K
Bila tanda-tanda tersebut di atas tidak nampak, berarti bonggol pecah akibat faktor eksternal. Meskipun demikian tidak ada salahnya diberikan tambahan unsur K pada tanaman tersebut. Hal ini mengingat satu-satunya obat pada tanaman buah yang mengalami pecah-pecah, yaitu itu tadi tambah unsur K.

Semoga uraian saya sedikit membantu.

Salam,

Tharie – Omah Ijo Jogjakarta.

Sabtu, 13 Desember 2008

Media Tanam Adenium


Dear all, Sekali lagi tentang media, teman saya pernah memakai media pakai batu silika (kecil-kecil warna putih), ternyata hasilnya cukup bagus, untuk nutrisinya selalu disiram, dan rutin diberi pupuk NPK ataupun pupuk cair, sehingga media tetap putih bersih, hasilnya juga bagus. Di millist adenium si bule pada photos ada repotting dan medianya kayakanya full pake batu kecil-kecil...gimana...sebab saya mau aplikasikan dan adenium itu mau saya pajang di ruang tamu..sehingga kelihatan tidak kotor..
Gimana mbak thari...proses pertumbuhan tanaman dengan media batu kerikil. thank's Dibyo

Mas Dibyo…
Sampai sekarang saya masih percaya prinsip media adalah harus mampu menyediakan air sekaligus udara dan mampu mendukung tegaknya tanaman. Apapun jenis media yang dipakai asal memenuhi prinsip tersebut OK saja. Masalah nutrisi kita tinggal mengaturnya dengan pupuk.

Batu silika seperti yang Mas Dibyo sebutkan hanya memenuhi dua prinsip media, ada udara dan mendukung tegaknya tanaman, tapi minim air. Konsekuensinya harus sering-sering disiram air dengan pupuk tentunya…… mirip hidroponik.

Saya pernah mencoba pakai media “full “ pasir malang ukuran 2-4 mm. Tiap pagi dan sore saya siram air + pupuk. Tanaman tumbuh baik, tapi banyak pupuk yang terbuang …. boros. Muncul ide perendaman. Pagi dan sore saya rendam dalam air + pupuk sekitar 5 menit. Tanaman dapat tumbuh dengan baik, tapi kalau ada lebih dari 10 pot …… bisa pegel semua tangan dan menyita waktu.

Ada nursery besar di Semarang (Gama Cactus Nursery) melakukan praktek tersebut diatas, bedanya mereka membuat bak perendaman besar sekaligus ratusan pot diletakkan di situ. Perendaman memakai sistem buka – tutup, praktis ….. tanaman mereka subur ….. tapi biaya investasinya wow.

Saran saya kalau mau pakai media batu silika sekalian pakai pot hidroponik yang pakai bak penampung, supaya tidak boros pupuk karena terbuang. Hal lain yang perlu diperhatikan, batuan silika biasanya mempunyai permukaan yang licin hingga menyulitkan akar untuk mencengkeram media.

Pasir malang cocok digunakan saat musim hujan, media tanam menjadi porous sehingga meminimalkan busuk akar.

Salam

Thari Wie

www.omahijo.com

Adenium & Hujan



Melongok dari jendela, terlihat hamparan tanaman adenium dengan daun-daun yang rimbun dan hijau segar. Curah hujan membuat adenium tumbuh subur , saat musim panas lalu adenium kurang pasokan air. Saat air melimpah daun-daun tampak segar & subur.

Tapi... o la..la...

Panas dan teriknya matahari datang menerpa silih berganti disela-sela hujan yang mengguyur...


Hujan agak mereda di Jogja. Hampir seminggu tanpa sinar matahari, full mendung, full hujan dari malam ke malam lagi, 2 hari terakhir matahari muncul juga akhirnya. Panas menyengat di kulit.


Dari efek di daun adenium, mari kita bayangkan apa yang terjadi saat panas terik di tengah musim hujan :


Terpaan matahari dapat membuat daun “overheated” bila tidak segera didinginkan melalui penguapan (evaporasi) air di daun. Prosesnya dikenal dengan nama transpirasi dan inilah yang menyebabkan terjadi aliran air dalam tubuh adenium. Air mengalir dari tanah, akar, batang, cabang, ranting, daun dan akhirnya menguap melalui pori daun (stomata). Bbrrr …….. sejuk, plong …… serasa minum sprite …….. Apalagi dalam aliran air itu terbawa dan terserap juga nutrisi yang dibutuhkan adenium. Top, tubuh dingin, nutrisi terpenuhi ….hebat kali adenium ini.
Seribu sayang …….. musim hujan membuat udara sekitar begitu lembab. Temperatur yang terlanjur rendah, mengurangi kapasitas udara menampung air. Karena terik matahari, air di pori tanah juga ikut menguap, menambah lembab udara, menambah runyam keadaan. Sudah lembab, makin lembab saja. Bayangkan betapa gerah adenium diterpa matahari saat musim hujan.
Mengapa, hujan kok kepanasan ?


Kelembaban tinggi menghambat berlangsungnya transpirasi. Udara lembab tak kuasa lagi menampung tambahan uap air dari daun. Aliran air di tubuh adenium “MANDHEK”, transpirasi tidak berjalan, serapan nutrisi ikut berkurang, dan daunpun merana kepanasan. Keadaan makin parah dengan menutupnya stomata bila kena matahari tapi tidak ada transpirasi. Lengkap sudah penderitaan adenium. Belum lagi jamurpun ikut meramaikan suasana ditengah penderitaan adenium.
Akhirnya ……… daun-daun pun menguning, berjamur, dan berguguran …….. satu demi satu.


Bingung ? Tidak perlu.

Serangan jamur x atau z bila kita melihat kenampakan luar saja, cukup sulit rasanya. Phomopsis atau fusarium kadang di mata awam sulit membedakan. Pada beberapa kejadian, gejala serangan (perubahan warna di batas bagian yang sakit dan sehat), sering nampak seperti phomopsis. Namun banyak yang bilang itu fusarium, atau serangan jenis jamur lain.
Satu-satunya jalan memang harus dilihat orgnisme penyebab. Ini yang rasanya berlebihan bagi sekelas kita. Kecuali kebun kita memang luas, hal di atas menjadi urgen.
Prinsip : jamur berkembang melalui spora yang kadang terbawa oleh air hujan. Musim hujan pembawa suasana lembab, plus sedikit sinar matahari membawa kehangatan, seakan-akan surga bagi jamur.
Pencegahan : teorinya hindari kemungkinan terciptanya suasana seperti di atas, putus mata rantai hidup jamur. Ada yang pakai 1) naungan UV, 2) ada yang menyiram sehabis hujan, 3) ada yang memberi fungisida plus perekat, 4) ada yang menyemprot larutan cuprum (tembaga), dst.
Yang saya lakukan biasanya point 3 (fungisida spektrum luas kontak maupun sistemik, bergantian).

Bagaimana dengan pemupukan?, ya saya tetap memupuk. Malah saya tambah dengan Kalsium Nitrat.


Tharie Wie
www.omahijo.com

Jumat, 14 Maret 2008

Seleksi Buah

Salam Kenal,
Saya penggembira ADENIUMANIA lebih dari 1 taon.
Ingin tanya :
- Jika pada 1 rumpun bunga terjadi pembuahan hingga 3-4 pasang tanduk/polong, apa yg harus dilakukan? dibiarkan atau dipotong/disisakan 1 pasang tanduk.
- Apakah ada pengaruhnya pada kualitas biji pada tanduk tsb jika dibiarkan saja ?
Terima kasih semuanya. Wassalam. Kanung /Blora


Dear Friend,
Mirip dengan tabulampot, penjarangan buah kadang diperlukan agar dihasilkan kualitas buah yang optimal. Sayang tidak ada rumus baku bahwa tanaman setinggi atau sebesar sekian sebaiknya jumlah buah harus sekian.

Teorinya :
  • Fotosintat (hasil asimilasi) dari proses fotosintesa di daun atau sel-sel fotosintetik lain, akan ditranslokasikan ke bagian-bagian tanaman yang membutuhkan. Baik untuk pertumbuhan vegetatip (akar, batang, daun) atau reproduksi (bunga, buah, biji). Sisanya akan disimpan sebagai cadangan makanan (akar, batang, daun).
  • Organ yang butuh fotosintat senantiasa saling berkompetisi untuk mendapatkannya, apalagi bila ketersediaan fotosintat lebih kecil dari kebutuhan. Yang sering terjadi cadangan makanan terpaksa harus dibongkar, organ yang tidak urgen kadang harus dibuang (gugur atau dirontokkan oleh tanaman). Umumnya organ reproduksi (contoh saat proses pengisian biji) lebih dominan dalam berkompetisi dibanding organ vegetatip (pertumbuhan pucuk baru). Oleh karena itu fotosintat yang baru terbentuk maupun yang tersimpan, lebih dimanfaatkan untuk meningkatkan berat biji.
  • Dalam keadaan normal, laju fotosintesis (banyak sedikitnya fotosintat yang dihasilkan) dipengaruhi oleh kebutuhan organ yang membutuhkan fotosintat. Semakin banyak kebutuhan maka semakin tinggi laju fotosintesa. Laju fotosintesa akan berkurang sampai sesuai dengan kemampuan organ menerima fotosintat memanfaatkannya.
Berdasarkan hal tersebut di atas, penentuan jumlah tanduk sebaiknya dilihat pula dari kesehatan tanaman dan sedikit banyaknya keberadaan sel-sel fotosintetik.
Dalam satu pohon saya biarkan ada 30 pasang tanduk. Tanduk tumbuh bagus, kualitas ok punya, namun setelah panen, tanaman itu jadi klenger, pertumbuhan hampir-hampir berhenti - dorman. Rupanya tanduk-tanduk tersebut benar-benar menguras energi tanaman.
Kadang juga tanaman tahu diri, kalau tidak mampu memberi energi pada tanduk-tanduk maka sebagian tanduk akan rontok sendiri. Hanya sayang hal ini sering terlambat, hingga tanduk-tanduk yang masih tersisa terlanjur tumbuh kurang optimal.
Paling aman, untuk tanaman yang relatip kecil setiap cabang sekunder sebaiknya maksimal hanya ada satu tanduk. Tanaman yang lumayan besar, sehat maka dalam satu cabang sekunder dapat digelayuti 2 pasang tanduk.

Semoga bermanfaat.

Tharie Wie
www.omahijo.com


Senin, 10 Maret 2008

Busuk Tanduk Adenium

Lama aku belajar hp bunga yang sewarna sampai psm 1, sampai entah habis puluhan bunga yang terobek sia2.... (aka cuma satu dua yang jadi tanduk).... setelah psm 2 kemarin, aku nyoba2 hp antar jenis adenium, hasilnya, udah pada keluar tanduk muda... gotcha..... ternyata lebih mudah menyilangkan adenium dengan bunga yang berbeda ( trial : fragnant star x arabicum ; fragnant star x miss thailand ; fragnant star x adenium klasik).
Agar tanduk tadi bisa sampai dipanen, bagaimana mengatasi busuk tanduk yang
dimulai dari ujungnya ? apakah harus diberi tambahan kalium ( MKP ) ? salam, Dodi Andreas

Mas Dodi,
Dulu saya juga sering bingung dengan busuk tanduk. Ternyata di tempat saya si pembawa ulah adalah “lalat buah”. Dia paling senang dengan buah muda, nggak tahu kenapa mungkin “nyidham” kalee …. Tapi yang tua pun juga mau.
Mungkin bisa dicoba pasang perangkap untuk lalat tersebut. Siapa tahu problemnya sama dengan yang di Mino . …. Dengan uang sekitar 20 rb, kita dapat mengamankan daerah seluas 4000 m2 lebih, dari serbuan lalat buah. Murah meriah ….
Kalau belum berhasil pula barangkali ada penyebab lain busuk buah tersebut, seperti :
  1. Serangan jamur, biasa terjadi di musim hujan. Atasi dengan fungisida
  2. Malnutrisi, fruit set menyebabkan kompetisi pasokan karbohidrat dengan organ lain tanaman. 3. Sebenarnya kalau pupuk dan air kecukupan, busuk buah jarang terjadi.
  3. Genetis, bisa jadi itu merupakan bentuk “incompabillity” atau masalah hormonal. Misal silangan arabicum dengan yang lain vice versa, pod pecah sebelum waktunya dan mengundang datangnya jamur. Beberapa kasus dapat diatasi dengan penyemprotan hormon giberelin.
Selamat panen raya ……

Salam,   Tharie Wie
www.omahijo.com

Sabtu, 23 Februari 2008

Mengamati Adenium



Saya sempat baca tulisan bu thari di blog tentang adenium dan aglaonema, khususnya yang tentang pollination. .. (kalo ga salah judulnya Seeds and Hibryds) wah seru banget kliatannnya. .

Kalo saya gak salah tangkap (mohon dikoreksi njih..) kalo breeder menyilangkan, hasilnya belum dapat serta merta segera dipastikan seperti apa.

Lalu hasil persilangan dengan hand pollination juga berbeda dengan natural pollination.

yang ingin saya tanyakan:

1. Misalnya kalo dibalik, saat kita melihat sesosok hibryd, apakah dapat diketahui kedua tetuanya? misalnya dengan identifikasi karakter morfologinya (bunga, daun, dll)?

2. Sesuai dengan hukum Mendel, sifat anakan akan menuruni gabungan sifat dari tetuanya. Berarti apakah keragaman adenium itu murni karena faktor genetik dan bukan karena interaksi dengan lingkungan? mohon koreksi kalo saya salah.

3. Kalo begitu bagaimana dengan mutasi?

4. Saya pernah ingat teori tentang jerapah. Awalnya jerapah berleher pendek, namun karena ia harus mendapatkan makanan dalam posisi yang tinggi maka dalam evolusinya jerapah mempunyai leher yang panjang.. itu benar atau ga Bu, Pak..? kalo iya, itu berlaku di adenium tidak?

Mohon Pencerahanipun Salam, yayan Aji

Pak Yayan,
“ kalo breeder menyilangkan, hasilnya belum dapat serta merta segera dipastikan seperti apa ?’. Lalu hasil persilangan hand pollination (HP) juga berbeda dengan natural pollination (OP) ?”
Tentu bukan berarti prediksi sama sekali tidak bisa dilakukan. Maksud istilah ‘dipastikan’ lebih merefer ke benih ‘true type’. Sementara kita tahu, adenium yang ada dipasar (darimana materi indukan berasal), adalah sebuah “hibrida”.

Dari HP, kedua induk diketahui pasti, prediksi anak lebih terarah. Dari OP, hanya induk betina yang diketahui pasti. Sampai mati pun dia tidak mau ngaku siapa bapaknya …He he he. Cinta di bawa mati.

1. Misalnya kalo dibalik, saat kita melihat sesosok hibryd, apakah dapat diketahui kedua tetuanya? misalnya dengan identifikasi karakter morfologinya (bunga, daun, dll)?
Bisa, tapi tuduhan dapat kemana-mana, terlalu luas. Barangkali ini segi keuntungan memakai materi indukan “hibrida”. Luasnya ragam genetik induk, menghasilkan sebaran anak yang luas pula. Contoh gambar di atas, yang baru mekar pagi tadi. Kira-kira “dia” ini anak siapa sih ? Explora, Vega, Quantum, Pandora, Estima, Harry Porter, atau kombinasi dari mereka ?.

2. Sesuai dengan hukum Mendel, sifat anakan akan menuruni gabungan sifat dari tetuanya. Berarti apakah keragaman adenium itu murni karena faktor genetik dan bukan karena interaksi dengan lingkungan? mohon koreksi kalo saya salah.
Hukumnya masih tetap sama P = G + E.

3. Kalo begitu bagaimana dengan mutasi?
Sebagian besar mutasi tidak diketahui musababnya, terjadi spontan begitu saja. Sebagian kecil diketahui karena faktor eksternal, seperti radiasi, atau mutagen lain. Hanya karena mutasi umumnya resesip, gejalanya tidak teramati langsung pada individu bersangkutan. Tapi baru nampak, nanti pada turunannya yang homozygote resesip.

4. Saya pernah ingat teori tentang jerapah. Awalnya jerapah berleher pendek, namun karena ia harus mendapatkan makanan dalam posisi yang tinggi maka dalam evolusinya jerapah mempunyai leher yang panjang.. itu benar atau ga Bu, Pak..? kalo iya, itu berlaku di adenium tidak?
Teori Lamarckian ?, pak GK lah ahlinya. Konon cerita, Soviet pernah gagal panen (havoc), gara-gara menerapkan teori ini.  Salam  Tharie Wie , www.omahijo. com

Tapi bu, bu thari ga tanya ke saya kan tentang adenium punya ibu yang baru mekar itu? saya ya jelas belum mudeng sampai situ.. makanya saya tanya pertanyaan no.1 ke bu thari.. maaf...
Berarti susah juga ya bu, kalo kemungkinan itu terlalu luas... otomatis yang tahu silsilahnya ya si breeder to bu?
Terus gimana kita bisa mempelajari pola pewarisannya ya?
oiya, saya sempat baca artikel bu thari yang judulnya "Pengenalan Karakter Adenium dan Mekanisme Pewarisannya" (bagian 1) di situsnya kebonkembang.
Saya sebenarnya tertarik banget, tapi kok bagian ke 2 dan seterusnya ga ada ya bu? terus gambar-gambarnya juga cuma ada satu.
Bu,, gimana saya bisa dapatkan artikel selengkapnya? atau mungkin artikel lain yang sejenis dan mendukung bu? (maaf kalo saya saru, nyuwun tulung kok sama senior)
TApi betul saya tertarik sekali...
satu lagi bu, P = G + E
Berarti kalo kondisi lingkungan kita asumsikan relatif sama, maka kalo ada keragaman morfologi, itu berarti murni karena keragaman genetik. Betul to Bu?  Yayan Aji

A : Berarti susah juga kalo kemungkinan itu terlalu luas... otomatis yang tahu silsilahnya ya si breeder ?
Bukan susah, yang diperlukan hanya kemauan mengamati, mencoba, mencatat, dan sedikit sabar. Dulu milis pernah membahas panjang lebar tentang silsilah ( seed & Hybrid ) coba buka di alamat ini :
http://blog.360.yahoo.com/blog-qzbRxjswfKpd2.DNgq5ywU4h?l=31&u=35&mx=43&lmt=5
Saya buat untuk memudahkan rekan-rekan atau siapa saja yang mau tau dan belajar tentang adenium.

A: Terus gimana kita bisa mempelajari pola pewarisannya ya?
Lakukan pengamatan secara parsial, per-karakter, pilah berdasarkan pola sifat di lokasi tertentu. Kenali dan pelajari karakter bunga yang telah ada selama ini, misal sifat ini selalu muncul bareng yang itu. Kalau pola ini ada, kenapa pola yang itu tidak ada, dst.. Bandingkan dengan genetika bunga lain yang telah banyak publikasinya. Dan yang pasti, lakukan percobaan. Ilmu genetika menjadi penting (bahkan, keharusan) dalam mengenali pola perilaku karakter.
Kasus yang umum terjadi, pewarisan selalu dipandang dalam kerangka kesatuan bunga utuh, dibanding unsur karakter semata. Efek dari pada itu, kita dapat terjebak dalam pengertian macam ini turunan bunga X, kalau pengin sifat A, harus pakai bunga Z, dsb. Sementara kita bekerja justru dengan indukan “hibrida”.

A : Artikel selengkapnya?
He he he ternyata menulis secara runut dan runtut itu sulit ….. mandheg sementara, tauk nich mesti dipancing pakai apa.

A: Berarti kalo kondisi lingkungan kita asumsikan relatif sama, maka kalo ada keragaman morfologi, itu berarti murni karena keragaman genetik. Betul?
Semestinya memang jadi begitu.
 
Salam

Tharie Wie
www.omahijo.com

Jumat, 22 Februari 2008

Bonggol dr Mother Plant bisa "menurun" ?



Mbak Tharie dan para Sesepuh,
Sy ingat waktu PSM3, sy lihat koleksi pak Ajar ada kira2 4 adenium uk 8 - 10 cm mempunyai bentuk bonggol yg mirip benget, dan pak ajar bilang bhw mrk dari satu seedpod dan memang mirip dgn bonggol "induknya".
- Sy mau tanya apa bentuk bonggol dr "induk" bisa menurun ke "anakannya" ?
- Berapa % kah "menurun" ke "anakannya" ?
Sy ber-angan2 kalo %tase "menurunnya" besar, kita bisa coba lebih selektif cross pollinate sesama adenium yg bagus bentuk bonggolnya, sehingga kita mendapatkan "turunan" yg lebih berkualitas dari sisi bentuk bonggol yg bagus
Mohon pencerahan , Terima Kasih Salam, Rudi Otto

-- *** --

Mas Rudi & rekans…
Apa bentuk bonggol dr "induk" bisa menurun ke "anakannya" ?
Harusnya memang begitu. Semua karakter anak diperoleh dari induk, tidak terkecuali dengan bentuk bonggol.
Ada dua macam sifat yang membentuk morfologi bonggol, kualitatip dan kuantitatip. Kualitatip, sifat tegas-diskret, sedikit dipengaruhi lingkungan, gen pengendali satu atau dua, bisa diamati langsung secara visual, misal bentuk umum kerucut – bulat, memanjang – melebar, single –multiple stem, dst
Kuantitatip, sifat continus, lingkungan sangat berpengaruh, dikendalikan banyak gen atau polygenic, perlu pengamatan dengan pengukuran, jumlah cabang, jumlah stem, besar kecilnya caudex, tinggi tanaman, dst.
Berapa % kah "menurun" ke "anakannya" ?
Kalau yang dimaksud berapa % sifat induk menurun ke anak, jawabnya 50 % dr ibu dan 50 % bapak. Tapi kalau berapa % anak nanti akan punya bentuk yang kita inginkan, jawabnya tergantung pada berapa banyak gen yang terlibat, interaksi antar dan inter alel, metode perkawinan yang dipilih (selfing atau silang), ragam genetik induk yang digunakan. Makin banyak gen terlibat, makin kecil % nya, demikian pula bila makin beragam sifat indukan yang dipakai.
Sy ber-angan2 kalo %tase "menurunnya" besar,
Fokuskan seleksi pada sifat-sifat kualitatip yang sedikit dipengaruhi lingkungan. Pasti heritabilitasnya (daya waris) besar.
Kita bisa coba lebih selektif cross pollinate sesama adenium yg bagus bentuk bonggolnya, sehingga kita mendapatkan "turunan" yg lebih berkualitas dari sisi bentuk bonggol yg bagus
Saya setuju sekali., pilih indukan yang punya bentuk bonggol bagus. Kalau bisa pilih induk yang mendekati bentuk akhir yang kita inginkan.
Selamat bereksperimen mas Rudy, tahun depan harus sudaha ada Indo-soco, Indo-arabicum, dst lho.

Tharie Wie
www.omahijo.com

Selasa, 18 Desember 2007

Diskusi "Musim Hujan"




Ikutan nimbrung diskusi “musim hujan” dari sisi yang lain. Menurut hemat saya, musim hujan dapat dibagi menjadi tiga fase, yaitu :

Awal musim hujan (akhir musim kemarau)
Ciri, sinar matahari cukup banyak, suhu udara panas, kelembaban udara absolute (Ah) tinggi, kelembaban udara relatip (Rh) tinggi, hujan masih jarang terjadi, dan sumber air tanah maupun air permukaan sedikit.
Dampak bagi tanaman :
Proses transpirasi (proses pendinginan) terganggu karena tingginya nilai Rh. Keadaan ini diperparah dengan sulitnya proses pendinginan secara konduksi lewat daun, karena bahang panas pada fase musim ini juga tinggi. Akibatnya tanaman akan kepanasan, daun dan batang tanaman nampak layu meski masih nampak hijau. Kalau kondisi parah ranting dan daun akan menguning dan rontok.
Kesalahan yang sering dilakukan pada fase ini, melihat tanaman nampak layu timbul anggapan tanaman kurang air. Padahal kelayuan muncul bukan karena kekurangan air (seperti pada musim panas), namun akibat terganggunya proses penyerapan air karena transpirasi terhambat. Dampak selanjutnya gampang diduga, zona akar akan kelebihan air dan mengundang penyakit.

Pertengahan musim hujan
Ciri, sinar matahari terhalangi mendung, suhu udara turun, kelembaban udara absolute (Ah) turun / rendah, kelembaban udara relatip (Rh) tinggi, frekwensi hujan tinggi, dan sumber air tanah maupun air permukaan melimpah.
Dampak bagi tanaman :
Kelembaban (Rh) tinggi pada suhu yang rendah merupakan kondisi ideal pertumbuhan spora jamur. Tanaman yang tidak sehat atau bagian tanaman yang tua menjadi rentan serangan jamur. Genangan-genangan air pada bagian batang, bonggol, dan daun (bagian-bagian yang kaya karbohidrat) cepat atau lambat akan diserbu jamur.

Akhir musim hujan (awal musim kemarau)
Ciri, sinar matahari mulai banyak terlihat, suhu udara naik, kelembaban udara absolute (Ah) naik / tinggi, kelembaban udara relatip (Rh) turun/rendah, hujan semakin jarang terjadi, dan sumber air tanah melimpah sedang air permukaan menurun.
Dampak bagi tanaman :
Transpirasi dapat berjalan dengan baik dan dengan demikian proses penyerapan nutrisi dapat berlangsung dengan baik pula. Proses pertumbuhan tanaman dimulai kembali.
Apakah pembangunan “green house” dapat memecahkan masalah musim hujan ? penanganan green house yang tidak tepat justru akan memperparah keadaan, “menyelesaikan masalah dengan menambah masalah baru”.
Demikian rekans, pemahaman saya tentang musim hujan.

Thari Wie
www.omahijo.com

Batang Adenium Kurus




From : Erlim


Hello,
Mau tanya saya punya beberapa pohon adenium umur +/- 1 bulan yang bijinya dikasih oleh rekan milis tapi kelihatan pertumbuhannya kurang sehat, batangnya berwarna merah, daunya lewat (8 daun), tingginya 4-5 cm, diameter batang persegi (tipis) tidak bulat seperti umumnya adenium apakah adenium tersebut kurang gizi.
Media sekam bakar + cocopeat + pupuk kandang (2:1:1) dua hari sekali di semprot vi*****n 32:10:10.

From : Tharie

Mas Erlim dan rekan-rekan,
Kembali ke rumus dasar fenotipe = f (genotipe, lingkungan). Kenampakan visual yang teramati mata (fenotipe) ditentukan oleh faktor genetik (genotipe) dan lingkungan. Benih obesum tidak akan menghasilkan arabicum. Tapi bagaimana kalau benih obesum tumbuh mirip kacang panjang ? Jelas faktor lingkungan yang bicara disini.
Ada banyak alasan lingkungan, namun untuk kasus mas Erlim hal tersebut berkaitan dengan pemberian pupuk. Bukan kurang gizi tapi malah kebanyakan gizi.
Pedoman untuk rekans penghobi adenium :
“Pupuk dengan porsi kandungan N (nitrogen) tinggi lebih tepat digunakan bila bercocok tanam sayuran, bukan untuk adenium “
Bagaimana kalau sudah terlanjur ? Lakukan koreksi pemupukan. Lambat laun dalam perkembangannya, tanaman tersebut juga akan bersosok normal seperti seharusnya tanaman adenium.
Pupuk kandang ?? Ingat pesan bu Menteri yang sering muncul di TV, cuci tangan dengan sabun sehabis menggunakan pupuk kandang, untuk mencegah penularan Flu Burung (???). Ah …. yang bener aja ???

From: Muhammad Aulia Adnan

Wah kok saya jadi bingung jadinya harus pakai pupuk yang kaya apa. Saya sangka semua tanaman sama perlakuan pemupukannya. Sekarang sih di media saya tabur dek...plus TE yg N tinggi. Sementara utk pupuk saya pakai organik dengan kombinasi N tinggi dan juga pupuk dengna P dan K tinggi. Niat awal sih karena saya punya tanaman dengan tingkat kedewasaan berbeda tapi nggak mungkin semprot satu-satu, jadi saya selang-seling saja dengan teratur. Sekarang sih arabicum memanjang keatas belum gendut2.

From: Green Girls ReNDezvous

Mbak Thari terima kasih banyak ilmunya selama ini aku salah ,maunya sih pengen dapet baby yang gemuk kaya di Webnya Mbak Thari....... ......ga tahunya kebanyakan gizi....

Jumat, 14 Desember 2007

Bunga Adenium Layu & Rontok



From : Wildan

Rekans HELP ME, Pleazzzzz!
Moradoklok, Black Ruby and Daeng Sirri sedang keluar kuncup bunga, tapi tidak sampe mekar bunga layu dan rontok. Selama ini saya pupuk dengan Growite 1x/minggu kadang saya kombinasi dengan Growmore. Selain itu, beberapa pohon lainnya daun menguning dan rontok. Bahkan Poisedonku hampir botak. FYI, pohon2ku aku letakkan di halaman tanpa peneduh n kena ujan.

Kira-kira apa penyebabnya? Apa mungkin karena kehujanan? Mohon saran rekans. Terimakasih.

From : Tharie

Mas Wildan dan rekan-rekan,
Ada beberapa penyebab terjadinya kerontokan bunga / daun rontok, seperti :
• Serangan penyakit, kutu, jamur, dan ulat.
• Kondisi cuaca yang tidak mendukung
• Malnutrisi baik hara makro maupun dan mikro

Cek adakah serangan hama penyakit tersebut di atas. Saya pernah menjumpai ada ulat kecil di dalam bunga penyebab bunga rontok. Atasi dengan insekstisida dan fungisida yang tepat.
Awal musim hujan ditandai kelembaban tinggi dan panas. Proses evapo-transpirasi terganggu. Pendinginan melalui daun terganggu, air sulit menguap karena tingginya kelembaban udara. Daun menguning karena kepanasan dan kemudian rontok, demikian pula dengan bunganya. Ciri faktor cuaca ini, daun rontok terjadi secara acak tidak terbatas pada daun tua saja.
Cuaca lembab dan panas juga menyebabkan terganggunya serapan nutrisi, karena proses aliran air dari tanah - akar – batang – daun – udara menjadi terhambat.
Bila daun menguning kebanyakan terjadi pada daun tua sebelah bawah, kemungkinan besar ada gangguan nutrisi. Lakukan pengecekan ke akar tanaman. Adakah media menjadi terlalu basah (becek) karena hujan ? Bila ya, lakukan repoting. Bila tidak, penyebab malnutrisi karena pengaruh cuaca lembab dan panas tersebut di atas.
Untuk menanggulangi pengaruh cuaca awal musim hujan, tempatkan tanaman di daerah berangin, lakukan penyiraman pada daun di pagi hari untuk membantu pendinginan. Jangan takut hujan. Adenium tidak takut hujan. Pada pembibitan skala besar ada pernah saya lihat, sehabis hujan tanaman malah disirami daunnya. Lho kok … aneh ?

From: Awwaby Hafidz

Terima kasih Mbak Thari, walau belum sempat tanya di milis ternyata sudah ada pencerahan perihal daun jadi kuning secara acak, sekali lagi terima kasih.

From : Wildan

Mbak Thari,
Luaaar Biasaaaaa!
Itu yang bisa saya serukan untuk penjelasan mbak Thari atas problem bunga rontok buat saya dan rekan lainnya. Terimakasih Prof.!

Oh ya pertanyaan lagi, Mbak! Kalau bunga mengecil itu karena apa ya? Apa juga karena kekerungan unsur hara juga atau komposisi medianya yang tidak pas. Soalnya begini, aku selama ini pake Growite (aku promosiin lho,Mbak:p ) plus growmore 1xseminggu, hasil memang bunga semarak dgn rumpun banyak, dan ini juga aku gunakan untuk euphorbia, hasilnya sama bunga marak dan rumpun banyak, but daun agak mengecil. Apa mungkin media harus di ganti?


From : Tharie

Mas Wildan dan rekan-rekan. .,
Bunga mengecil, hal ini cuma masalah pilihan dalam hal produksi dan distribusi karbohidrat hasil asimilasi.
Luas daun menentukan jumlah karbohidrat yang dihasilkan. Agar diperoleh luasan daun yang sama, pilihan yang tersedia adalah daun besar tapi jumlah sedikit, atau pilih daun lebih kecil tapi jumlah banyak ? Demikian pula dengan pemanfaatan karbohidrat, pilih batang besar sedikit berumpun atau batang kecil berumpun banyak ? Berarti pula bunga sedikit tapi besar atau pilih bunga agak kecil tapi lebih banyak ? Semua bisa diatur, kata Warkop.

Pertanyaan mas Wildan akan lebih mudah dijawab, bila ada informasi media tanam yang digunakan selama ini, dan bagaimana cara pemeliharaannya ?. Kena sinar matahari sepanjang hari, atau di teras rumah ? Berapa kali seminggu tanaman disirami ? Apakah selama ini selalu saja diberi pupuk bunga, tanpa diselingi pupuk vegetatip (seedling) ? Informasi tersebut penting sebab pengaruh pupuk juga ditentukan oleh jenis media tanam dan cara perawatan. Anggrek dengan akar gantung tentu beda perawatan dan cara pemupukannya dengan adenium.
Media terlalu porous dan sering disirami dapat menyebabkan beberapa unsur pupuk ikut “tercuci”. Kurang penyiraman dapat menganggu pertumbuhan (organ tanaman dapat tumbuh besar kuncinya adalah air). Temperatur tinggi dapat menyebabkan hilangnya unsur tertentu dalam pupuk karena penguapan, dsb. Pemberian pupuk bunga secara terus menerus berarti mengabaikan pertumbuhan vegetatip, dapat menyebabkan daun kecil.

Namun “rule of thumb” nya, daun kecil dapat terjadi karena kekurangan N. Solusinya, tambah dosis pupuk atau selingi dengan pupuk vegetatip (seedling). Atau tambahkan sedikit urea. Kandungan NH4 sangat cepat mempengaruhi besar nya daun yang baru tumbuh.

Catatan : dari pengamatan selama ini, pada adenium (sehabis pruning, rontok bunga, atau cutting) periode pembungaan selanjutnya akan terjadi setelah batang (stem) baru, tumbuh mencapai ukuran tertentu atau setelah daun baru tumbuh melebihi jumlah tertentu (jumlah internode tertentu). Bagaimana di tempat rekans sekalian ? Apakah juga demikian ?
Maaf belum bisa menyebutkan kisaran angka “tertentu” tersebut saat ini. Ada yang berkepentingan untuk thesis katanya. Jadi ini termasuk bocoran ……. .
Namun pada intinya, selingan pupuk vegetatip (seedling) menjadi PENTING diantara masa pembungaan, untuk kepentingan perkembangan tanaman secara keseluruhan.


Semoga bermanfaat

Tharie Wie www.omahijo.com

end