Tampilkan postingan dengan label Trik dan Temuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trik dan Temuan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2009

Open diskusi : ADENIUM DOBLE PETAL

Masih ingat upload adenium sinox tumpuk milik omahijo khan? ternyata beberapa teman milis juga mengalami hal yang sama. Adenium mereka mekar tumpuk di musim hujan ini... wow amazing. Apakah kondisi tertentu mempengaruhi munculnya petal dobel? seperti hujan, pupuk, cara perawatan misalnya, untuk mengetahui A to Z about adenium tumpuk ikuti diskusi menarik saya bareng teman-teman di milis adeniumania berikut ini..

Mbak Tharie,

Apa sinox punya kecenderungan tumpuk ya, yg di Bojong Kulur pernah juga nongol tumpuk....( RMD )


Kelihatannya kembang-kembang generasi sinox ada potensi jadi kembang tumpuk, mas.

Beberapa kali sebelumnya sdh pernah jg mekar tumpuk tapi nggak mekar dgn sempurna. Nah yang jadi pertanyaan dan aku masih mikir-mikir sendiri, kok bisa tumpuk, apa penyebabnya? bahkan di omahijo sinox tumpuk sering muncul saat musim hujan. (Tharie)


Kebetulan Mr. Newton dan madame Currie muncul dari pertapaan, kesempatan nanyak biar kuku jadi bersih.

Bapak ibu yang budiman, mohon penjelasan dan gambaran perihal bunga tumpuk.

Apakah bunga2 tumpuk tersebut punyak komposisi organ bunga yang komplet ? Maksud saya, adakah disana ada organ2 sepal, petal, stamen (benang sari), dan carpel (stigma) bisa secara komplet ?

Menurut Mr. BJ , bunga tumpuknya punyak polen - berarti ada stamen disitu - lalu darimana keluarnya petal tambahan ?

Menurut Mrs. Thari, berhasil polinasi bunga tumpuknya - berarti disitu carpelnya masih ada - lalu darimana keluarnya asal petal tambahan ?

Lalu kenapa bisa terjadi bunga tumpuk ? kaluk disebut mutasi - ada peristiwa apakah di bumi ini hingga mutasi dapat terjadi secara hampir serentak di India, di Indonesia, di Amerika, di Rusia, di Thailand ? Padahal mutasi itu presentasenya cuma nol koma nol sekian persen.

Pertanyaan ini menjadi penting kaluk nanti bicara teknik perbanyakannya. Matur nuwun (Ganggeng Kanyoet)


Walah Pak GK ki kalau ngasih pertanyaan buanyak benget ... niat saya refreshing pamer kembang malah interview abis-abisan.

Di tempat saya petal tambahan menggantikan posisi stamen, pak. Memang kasusnya jadi aneh kalau referensinya ABC model, kenapa cuma 1 cincin saja yang organnya tergantikan. Ini dulu ya pak jawabannya.. pusing dah....(Tharie)


Weleh...weleh. ..panjenengan itu nanyak utowo mencari pembenaran to Mas GK ??

Jelas hal ini pernah di utarakan oleh Mbak Tharie mengenai "kromosom dalam adenium" atawa dengan kata lain aksi multi gen (polygenic) sudah dimulai, atau bisa jugak terjadi dari reaksi berantai akibat phytoplasma atau induksi sinar gamma, atau barangkali sejalan dengan roda evolusinya, Adenium sudah masuk dalam jajaran "khimer grup" yang karena satu dan lain hal atau relatif mudah mengalami mutasi. presentase yang nol koma nol sekian persen itu nyatanya ada, biarpun "padahal", nah kaluk sekarang hal itu terjadi di India, Indonesia dan Thailand (Rusia dan Amerika belum pernah cerita tentang bunga tumpuk, ato saya yg belum mireng), menurut saya ya sudah waktunya. Saya jadi miris kaluk panjenengan tanyak "darimana keluarnya petal tambahan", mosok saya yang tak berkepandaian ini harus ngajari Suhu tentang struktur bunga sempurna dan tidak sempurna ?????? (Bu Pun Su -tidak berkepandaian)


Weleh ….. saya ini sungguh pengin nanyak dan pengin tahu tentang bunga tumpuk. Kayake ada yang aneh pada kasus di adenium. Pernah cubak nanyak Dr. Hansoti, ning mbalah bingung goro2 persoalan bahasa plus pengakuan beliaunya yang ndak memahami masalah genetik bunga. Mumpung ndak pakek bahasa Inggris, saya jadi mudah ngeluarin unek2, mudah2an bisa lebih memperjelas pertanyaan saya.

Kaluk rekan2 ngamati bunga (tanaman dikotil), boleh dibilang hampir seluruh bunga (yang normal tentu saja) tersusun oleh 4 lingkaran organ bunga - urutan dari lingkaran paling luar adalah: sepal (kelopak bunga), petal (mahkota bunga), stamen (organ reproduksi jantan), dan carpel (organ reproduksi betina). Ini adalah urutan baku – ‘sepal-petal- stamen-carpel’ .

Coen dkk (1991) menyebutken, ada 3 kelas/kelompok gen yang bertanggung jawab menentukan macam/jenis organ bunga di masing2 lingkaran. Yaitu kelas gen A, B, dan C. Gen A menentuken terbentuknya sepal, gen A+B menentuken petal, gen B+C menentuken stamen, dan gen C menentuken carpel. Kali ini tak kasih gambar.

Suatu mutasi yang menyebabken hilangnya aktivitas gen A, akan menghasilken bunga dengan susunan organ : ‘carpel-stamen- stamen-carpel’ . Mutasi pada gen B, menghasilken bunga bersusunan ‘sepal-sepal- carpel-carpel’ . Mutasi pada gen C, menghasilken urutan bunga : ‘sepal-petal- petal-sepal’ . Inilah teori atawa model ABC yang terkenal itu.

Benang merah disini : apapun yang terjadi (ada / tidak ada mutasi) – jumlah lingkaran organ bunga adalah selalu TETAP 4 buah. Mutasi tidak mengubah jumlah lingkaran meski macam dan susunan organ bunga di linkaran tertentu dapat berubah. Perubahan akibat mutasi sifatnya transformasi, yi perubahan organ yang satu ke bentuk organ yang lain (homeotic gene). Mutasi pada satu jenis gen, pengaruhnya terjadi pada 2 lingkaran sekaligus. (Yang punyak rasa ingin tahu lebih lanjut, silakan baca yang tak lampirken dalam format pdf).

Dr. Hansoti mengataken, ada 2 macam bunga adenium tumpuk, yaitu:

1) double petal – punyak susunan organ: ‘sepal-petal- petal(petaloid) –carpel. Catatan : petal ke dua adalah transformasi stamen menjadi petal (petaloid). Kata beliau, meski begitu kadang masih dijumpai polen. Disini saya sedikit bingung, polen itu keluar dari bagian organ yang mana ? wong stamen nya sudah berubah jadi petal ?

2) double flower – bersusunan organ: sepal- petal-petal –stamen-carpel. Apakah artine muncul lingkaran ke lima yang baru diantara petal – stamen ?

Mr. Punk - Husadee, punyak juga yang tumpuk tiga. Sayang beliau belum atau tidak mau njawab bagaimana susunan organ bunga tersebut. Yang mbikin bingung saya : mengapa pada tiap bunga tumpuk itu organ carpel selalu ada ? Lalu dimana letak mutasinya, pada klas gen A, B, atau C ?

Nah Mr. BJ dan Mrs. Thari, apakah benar bahwa bunga2 tumpuk di adenium – organ stamen dan carpel selalu masih ada ? Lalu pada lingkaran keberapa letak petal ke dua ? Atau bagaimana sesungguhnya susunan organ bunga tumpuk tersebut ? Mohon penjelasan lebih lanjut. Banyak2 terimakasih sebelumnya.(Ganggeng Kanyoet)



LAMPIRAN ABC MODEL


Mudah2an pak GK bukan sedang ngetes kami2 yang pemula.

Susunan organ bunga Sinox tumpuk di rumah kami, berupa : sepal – petal 1– petal2 - carpel. Petal 2 berasal dari perubahan organ stamen atau benang sari menjadi organ petal (petaloid) dan muncul dari tempat dimana seharusnya kantong benang sari berada. ( gambar terlampir )

Double petal maupun double flower di adenium menjadi istimewa karena carpel masih dijumpai.

Dalam dunia bunga lily, fenotipe tersebut disebut dengan “festiva”. Hemat saya sebenarnya akan lebih istimewa lagi jika carpelnya justru malah tidak ada, dan ditempat tersebut muncul susunan bunga baru (mutasi di C) seperti umumnya double flower bunga-bunga lain. Susunan bunganya akan menjadi: sepal-petal- petal-sepal- petal-petal- sepal-petal- petal-dst sampai tempatnya habis. (Tharie)



LAMPIRAN STRUKTUR BUNGA SINOX TUMPUK


Keduluan Mbak Tharie, jadi saya nambahin aja deh, pada "melati" petal tumpuk terjadi akibat polygenic, penyilangan yang sporadic. Mutasi bisa terjadi disaat tanaman terhambat pertumbuhannya akibat defisiensi nutrisi. Hal yang sangat mungkin terjadi pada tanaman lain nya termasuk Adenium. Kestabilan tumpuk bisa terjadi apabila kromosom adenium homozigot artinya kromosom sudah solid atau “tetap”, sehingga keturunannya cenderung berpotensi tumpuk dalam prosentasi yang tinggi. Hal ini bisa terjadi bila dilakukan dengan eksperimen penyilangan yang periodik.

Setuju dengan pendapat Mbak Tharie bahwa petal kedua tumbuh ditempat dimana seharusnya benang sari berada, uniknya di bunga “White Star” saya carpel jugak tetep ada.

Jadi bunga Adenium bisa juga disebut sebagai bunga komplit karena memiliki keempat unsur yang Mas GK sebutken, Sepal, Petal, Stamen dan Carpel (Pistilum), terlepas dari berapa banyak petal yg keluar atau susunannya menjadi sepal,petal, petal,stamen, carpel.

Benang Ijo : "E fructu arbor cognoscitur. "

Jadi tunggu aja "buah" hasil polinasi Mbak Tharie, mudah2an teori penyilangan yang periodik bisa memunculkan variant tumpuk baru dr Indonesia. (BJ)


Saya kok lebih tertarik pingin mendapat informasi dr suhu-suhu semua apa penyebab ini semua (bunga tumpuk) drpd sekedar pingin ngaipang entres krn gatel utk nggrafting saja.

Pertanyaan yg muter-muter di kepala saya adl sbb: Apakah bunga tumpuk ini karena hasil Handpolinasi atau hasil rekayasa genetik lainnya (penambahan zat kimia tertentu dlm dosis tertentu dan rentang waktu tertentu) atau kebetulan saja (fenomena musim hujan, krn kedinginan si bunga butuh selimut lbh banyak). Atau mungkin karena komposisi media, cara perawatan dllsbgnya. Mudah-mudahan dengan di grafting dan disilang dengan jenis bunga lain yg berwarna indah (pretty on pretty kt mbak Tharie) atau disilang dengan bunga adenium yg jelas-jelas tumpuknya stabil (doxon), menjadikan bunga-bunga tumpuk milik suhu-suhu sekalian menjadi stabil.

Mohon pencerahan lebih lanjut, matur nuwun. Salam KomPPersa -( Imam Zulk )


Kok seperti di depan kuil Sao Lin aja.

Mari Mr. Zulkarnain tak temenin nunggu pencerahan itu. Saya jugak pengin tahu hal2 seperti itu, sampek yang londo pun tak tanyain - ndak ada jawaban yang memuasken (mungkin saya yang ndak bisa mencerna) .

Kayane kita mesti sabar, jangan2 wabah 'rendah hati' telah menyebabken para suhu terhormat terkena gejala 'anyang-anyangen' (bahasa Indonesiane apa ya ?). Dus wajar kaluk ilmunya keluar secara dikit by dikit .......... ho ho ho ho (Ganggeng Kanyoet)


Pak GK & Rekans...

Bukan bermaksud seneng dgn yang namanya anyang-anyangen tapi suer tes kasusnya bikin mumet. Coba kasih check point aja pak…

Saya coba melanjutkan lagi uraian saya mengenai bunga tumpuk ya.., semoga bisa sedikit membantu.

Munculnya bunga adenium tumpuk pertama kali, jelas disebabkan oleh peristiwa mutasi. Dari gejala penampakan, yang mana awalnya dimulai dari beberapa tanaman adenium, serta sifat ketidakstabilan, ada indikasi kuat bahwa mutagen (penyebab mutasi) yang berperan disini adalah unsur transposon.

Transposon (element yang dapat berpindah) adalah gen (segmen DNA) yang dapat berpindah posisi dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Karena sifat ini, ada yang menamai sebagai selfish genes (majalah Trubus saat mengulas puring menyebut sebagai jumping genes). Saat berpindah posisi, maka lokasi awal dimana sebelumnya transposon berada, menjadi berkurang (terpotong atau deletion), Dan di tempat baru dimana transposon berada sekarang menjadi bertambah (tersisipi atau insertion). Kejadian ini menimbulkan masalah dengan gen (urutan DNA) yang disisipi maupun yang ditinggal, dan akhirnya timbul mutasi. (Tharie Wie)


Dear Mbak Tharie,

Waduh terima kasih banyak masukannya, saya jadi punya ide, dan sepertinya membuka rahasia orang seberang yang kata Mbah GK pelit ilmu > "bagaimana bikin bunga tumpuk".

Kaluk dalam mutagen yg berperan adalah "transposon" , asumsi saya si "bunga tumpuk" tersebut tentu berisi insersi tranposon, yang dapat melakukan isolasi dan karakterisasi gen-gen yang bertanggung jawab atas terjadinya bunga tumpuk. Kalau ini bisa di tranformasi ke jenis lain atau variant lain, bukan suatu hal yang tidak mungkin kalau kita akan mendapatkan variant2 transgenik baru. Syukur2 bisa dianalisa secara molekuler (wah minta bantuan Prof. Novy...nih), lalu disilangkan untuk mendapatkan mutagenic line, dengan insersi transposon yang stabil. Wah, kalau benar berhasil, terjawab lah pertanyaan Pak De GK, ya nggak sih Mbak ??(CMIIW) - (BJ)


Dilanjut lagi besok….. !!!???

Mesti lho sampeyan iki nggarai penasaran ae. Yo wis manut...:P

Nyuwun tlg besok sekalian dibahas jenis bunga tumpuk yg ada selama ini (doxon, vietnam lady) kalo disilang dengan bunga jenis lain lbh baik mrk jadi papi atau mami-nya spy kecenderungan tumpuknya menurun, mengapa? matur nuwun mbak Tharie.

Hidup Ibu Adenium Indonesia !!! Salam KomPPersa MFNW - (Imam Zulk)


Mas Imam dan rekan semua....

Doxon dan Vietnam Lady ? Kisah ini milik bapaknya Banyu (eyang Tonny). Monggo eyang, akan lebih pas mengisahkan sejarah bunga milik om Khuong.

Seingat saya sejak :

Tahun 2004 double flower-remarkeable star sudah bisa dilihat di situs pak Ko Taiwan Adenium.

Tahun 2005 pak Lutfi Atmansyah sering ngiming-ngimingi adeniumania dengan foto-foto double flower yang bermunculan di kebun pak Lutfi.

Tahun 2006 om nJos (Botanica), muncul secreet wispher double.

Terakhir September 2008 majalah Trubus, memperlihatkan Halucination double milik Om BJ.

Bunga-bunga double diatas muncul dalam ujud ‘sports’, satu bagian dari pohon yang secara genetik berbeda dengan keseluruhan bagian pohon akibat adanya mutasi atau perubahan genetik.

Dari sekian pemunculan bunga tumpuk, mengapa saat itu hanya om Khuong yang mampu mengisolasi dan kemudian mampu diperbanyak dengan grafting ? Ini porsi cerita milik Om Tony dan om BJ dengan hallucination tumpuk.

Supaya alur cerita dapat lebih mengalir (he.. he..he.. seperti sinetron Sekar - Kevin mbah Suro), yuk mang….flash back sebentar…...

Insersi transpospon berpengaruh (represor) pada gen regulator bunga, membuat kelompok gen A dan atau B dan atau C kehilangan fungsi. (lihat teori ABC yang dilampirkan pak GK). Hasil akhir yang nampak oleh kita kemudian adalah orientasi organ bunga menjadi tidak yang semestinya terjadi, mutasi bunga tumpuk.

Apakah bunga tumpuk bisa dihasilkan melalui persilangan ? Maaf mas Imam, saya tidak bisa menjawab secara pasti karena sekarang baru menyilangkan, baru mbiji seujung kukunya Nadjwa dan belum melihat hasilnya. …. he he he. Hanya saja landasan pemikiran yang bisa buat pegangan adalah: sejauh pengaruh mutasi itu berlangsung sampai ke lapisan sub epidermis (layer L2 darimana sel-sel reproduksi berasal), maka sifat2 mutasi dapat diteruskan lewat biji.

Sebaiknya bunga tumpuk menjadi ibu atau bapak ? Jawabnya nanti di episode terakhir buat bacaan akhir pekan njih …...(Tharie)


LAMPIRAN BIJI SINOX TUMPUK


Tampak2nya kaluk mau ngerti, memang harus ngurut nitip pertanyaan dulu seperti yang lain. Pertanyaan saya:

1. Betulkah adenium di luar jangkauan ABC model ? Double flower (tambahan petal) lain bunga mengorbankan carpel, mengapa di adenium masih bisa kita jumpai carpel -bahkan seperti yang Mrs. Thari dan Mr. BJ gambarkan, polen pun kadang masih ada - apa yang terjadi sebenarnya terjadi ?

2. Susunan bunga pada C- mutan yang kemarin Anda sebut : sepal-petal- petal-sepal- petal-petal- sepal-petal- petal-dst sampai tempatnya habis – berarti jumlah lingkaran bunga bisa lebih dari 4 ?.

3. Bisakah bunga tumpuk di adenium dikembangkan lebih dari yang ada pada saat ini ? Bagaimana cara mendapatkannya ? (Ganggeng Kanyoet)


Mbak Tharie,

Bacaan akhir pekan masih ditunggu lho, btw fenomena bunga tumpuk yang terjadi di vietnam lady koleksi saya tidak selalu mekarnya bener2 tumpuk, kadang petal bagian dalam hanya nongol ujungnya aja (sak umprit) dan cuman satu kelopak, kadang petal luar dan dalam nongol merata kayak bunga mawar (kalau pas begini mantap sekali ngelihatnya) . Apakah kondisi lingkungan dan nutrisi berpengaruh terhadap ketidakkonsistenan vietnam lady punya saya? Salam (RMD)


Nungguin tulisan bu guru sampai jam segini belum dirilis...

kaluk di trubus dulu dibilang pupuknya kudu lebih intensif agar petal

tumpuknya tetap keluar. Salam (Dody)


Maksudnya dipupuk agar bunga tumpuknya lebih stabilkah?. Berarti nek lupa mupuk petalnya balik maning donk? (Thomas)


Pak GK, mas Imam, Mas RMD dan rekan semuanya..

Hubungan sifat bunga tumpuk dengan pemilihan induk betina atau jantan ?

Mutan bunga tumpuk (kita simbolkan sebagai gen "adp", adenium double petal), merupakan pewarisan yang disebabkan oleh gen-gen pada kromosom dalam inti.. Mutan "adp" bukan dibawa oleh elemen-elemen sitoplasmik (diwariskan melalui ibu). Oleh karena itu dalam hal sifat bunga tumpuk, perkawinan resiprok tidak akan menimbulkan perbedaan. Mutan "adp" apakah dari turunan ibu atau bapak, menjadi sama saja, tidak lebih tidak kurang.

Adenium bunga tumpuk dan teori ABC ?

Diantara 250.000 angiospermae, menjadikan sangat mungkin ada satu atau dua berada di luar jangkauan teori ABC, akan tetapi itu bukan pada bunga adenium. Hemat saya, adenium tumpuk dapat disebandingkan teori ABC pada bunga petunia dan lily. Kesamaan bunga-bunga ini terletak pada bentuk petal yang didahului corong bunga (tube corolla) yang kemudian tercabik menjadi mahkota bunga (corolla limbs). Dan ada kesamaan fenotipe bunga tumpuk di ke tiga bunga tersebut. Supaya jauh dari kesan berteori, dan menyingkat tulisan, mohon pak GK cari referensi aktivitas kelompok gen "pMADS2", terutama "TAM6" di petunia.

Yang penting buat aplikasi lapangan, bahwa adenium bunga tumpuk (mutan adp) bersifat resesip dan monohibrid (berbeda dengan kasus bunga tumpuk pada mawar yang sifatnya dominan). Bunga tumpuk cross bunga tumpuk, pasti diperoleh bunga tumpuk. Bunga tumpuk cross homosigot non tumpuk, hasilnya heterosigot non tumpuk. Heterosigot non tumpuk cross heterosigot non tumpuk, hasilnya homosigot bunga tumpuk, heterosigot non tumpuk dan heterosigot non tumpuk.. Angka-angka prosentase silakan lihat majalah Trubus edisi September 2008 halaman 25.

Nutrisi dan kestabilan bunga tumpuk ?. Apa yang dikemukakan pak Ir. Slamet (GI) dan om Bambang Jarot pada majalah Trubus di atas hal. 26, tentang hubungan nutrisi dan kestabilan bunga tumpuk, adalah benar sekali adanya.

Ada penelitian yang mencatat hubungan nutrisi dengan perkembangan petal bunga.

Dan isi dari penelitian tersebut, ada baiknya buat bahan tulisan besok saja ya.. Salam (Tharie Wie)


Thanks Mrs. Tharie, dari uraian tersebut berarti sebenarnyalah saat ini telah hadir beberapa jenis bunga tumpuk oleh sebab mutant yang ber-beda2.
Rupa2nya bukan hanya mutant tm6, mungkin juga halnya dengan mutant fbp6 (homolog AG di kelas C) perlu juga mendapat perhatian.
Conto konkretnya cubak perhatiken gambar bunga double 4 ex Dr. Hansoti - Tropica Nursery - stamen masih ada dan komplet tanpa reiterasi sepal-petal layaknya mutant gen di kelas C. Barangkali inilah yang beliau maksud dengan 'supernumerary petal' itu. Thanks juga buat Mr. Hansoti untuk gambar2nya yang informatip. Silakan lanjut ........(Ganggeng Kanyoet)



Pak GK dan rekan semua...

Bunga tumpuk 4, wow.. cute sekali … memperjelas kemiripan sifat diantara adenium dan bunga-bunga bermahkota corong.

Kembali ke laptop, nutrisi dan kestabilan bunga tumpuk.

Setiap bagian tanaman yang tumbuh pasti memerlukan karbohidrat/ gula untuk bahan dasar bangunan (building block) dan energi. Tanaman memperoleh karbohidrat dari hasil proses fotositensis. Dan karena bunga bukan organ fotosintesis, karbohidrat terpaksa harus diimport dari tempat lain (net importir), dalam hal ini dari daun. Jalur distribusi yang ditempuh; “daun (produsen) – pembuluh phloem – bunga (konsumen)”. Dan karbohidrat/ gula ditranslokasikan dari daun dalam wujud gula sukrosa (seperti gula pasir yang sering kita minum). Kalau tidak salah ingat, diskusi tentang ini sudah pernah ada deh.

Pertumbuhan bunga berlangsung sangat cepat, mengkonsumsi bahan serta energi yang besar. Dan dari total peningkatan volume maupun berat, petal (mahkota bunga) menempati porsi peningkatan terbesar (di adenium bisa lebih dari 80 %) dibanding organ lain bunga. Tidak perlu disangsikan lagi, kemampuan kuncup bunga mengimpor karbohidrat menjadi sangat vital demi kesempurnaan pertumbuhan bunga.

Gula sukrosa sesampai di bakal (kuncup) bunga tidak serta merta dapat dimanfaatkan. Sukrosa perlu dibongkar diubah menjadi glukosa dan fruktosa oleh enzim pembongkar yang ada di jaringan bunga. Kemampuan enzim (penghidrolisa sukrosa) ini sangat vital dalam menentukan jumlah sukrosa yang dapat dimanfaatkan.

Tambahan nutrisi dapat meningkatkan hasil proses fotosisntesis. Otomatis jumlah sukrosa yang ditranslokasikan juga meningkat. Namun begitu sifat bunga tumpuk akan lebih stabil lagi kiranya, seandainya bunga itu juga memiliki gen berkemampuan prima dalam memproduksi enzym pembongkar sukrosa. Inilah yang sekarang sedang diburu para pemulia menuju bunga tumpuk yang stabil.

Untuk sementara waktu, apa ada dan apa bisa pemberian tambahan hormon yang mempengaruhi kinerja enzym atau ekspresi gen penghasil enzym tersebut ?. Ada dan bisa, bahkan banyak macamnya – giberelin – auksin – sitokinin. Layak coba dan jangan lupa ditunggu laporannya.

Demikian teman-teman, semoga bermanfaat.

Tharie Wie - Omahijo Jogjakarta



Kamis, 22 Januari 2009

Adenium Hijau



Masih ingat adenium berbunga hijau, bercabang seribu, berdaun kecil ?

( Lihat gambar 2A, 2B ) Meyakinkan saya bahwa semua itu akibat virus.

Fenomena ini pertamakali saya kenali pada graftingan Harry Porter (HP) yang saya beli saat dilaunching GI pertama kali. Dua dari enam graftingan HP menunjukkan gejala yang aneh. Daun kecil, mudah bertunas, berbunga hijau. Tapi pada kondisi tertentu berbunga normal : HP.

Saya coba grafting ke bonggol besar, ternyata fenomena itu menular bahkan setelah batang atas dipotong. Berdaun kecil, mudah bertunas, dan berbunga hijau.

Banyak yang mengatakan bahwa itu akibat serangan virus, saya katakan sepanjang menguntungkan biarlah peristiwa “transpospon” yang ditimbulkan si virus kita biarkan dan kalau bisa justru dimanfaatkan.

Di Yogya beberapa tahun yang lalu ada salah satu kenalan suami yang memanfaatkan si virus dengan menularkan pada seedling arabicum (digraftingkan), dengan harapan arabicumnya menjadi bercabang seribu .

Apa yang perlu dicermati dan dapat dimanfaatkan dari si virus bunga hijau ini ? Ada kejadian “transpospon” akibat si virus yang justru saya tunggu-tunggu. Karena saya yakin banyak rekan yang sudah bisa melakukan penyilangan, dan berharap bunga adenium sekuning alamanda ditemukan di Indonesia , mari kita manfaatkan mutasi ini.

Begini bocoran dan logikanya :

Petal bunga sebenarnya adalah modifikasi dari daun. Kalau di daun adenium bisa muncul warna hijau (kloropil) dan kuning (karoten), atau kombinasi keduanya, mengapa selama ini pigmen warna tersebut tidak pernah dijumpai di bunga adenium ?

Pasti ada sesuatu yang menghambat (inhibitor) keberadaan atau ekspresi pigmen tersebut pada plastid bunga. Nah ….. kalau sekarang tiba-tiba muncul bunga adenium hijau, hipotesa sementara saya ada peristiwa mutasi terjadi dan terkait co pigmen penghambat (inhibitor) yang terdapat pada lokus H/h. Mutasi yang menyebabkan pigmen warna plastid muncul pada petal bunga. Saya yakin kemunculan adenium sekuning alamanda sangat mengandalkan peristiwa mutasi tersebut di atas. Tidak hanya sekuning alamanda, coklat pun dapat dengan mudah digapai.

Normalnya warna bunga diperoleh dari kelompok pigmen antosianin yang terdapat pada vacuole sel. Selama ini pigmen warna plastid bunga adenium kemunculannya selalu terhambat oleh gen H, kalau inhibitor tersebut menjadi tidak ada, muncullah pigmen warna plastid di bunga. Dan karena vacuole letaknya relatip di bawah plastid, maka hanya muncul warna hijau (warna pigmen plastid, kloropil) yang dominan.

Kamis, 08 Januari 2009

Sinox Double Petal




















Laksana mendapat durian runtuh...( walah...walah...:-D ) tiap tangkai adenium sinox yang tengah berbunga ternyata mekar 2 layer... alias bunganya tumpuk..!!
Rejeki awal tahun nich... alhamdullilah.
Bayangkan bila adenium yang aslinya tidak tumpuk itu nantinya stabil tiap mekar tumpuk terus dan bisa disilangkan... hmmmmm yummy...yummy...
( Isu atau gosipnya bunga tumpuk 'katanya' nggak bisa disilang karena komponen bunga tidak lengkap ).
Sebenarnya beberapa kali di omahijo bunga-bunga adenium yang lain kedapatan mekar dengan petal tumpuk tapi sayang tidak mekar sempurna.

Saat rekan di Makasar kedapatan bunga adeniumnya sering mekar tumpuk, banyak pertanyaan yang saya ajukan, nah ... sekarang pertanyaan itu untuk diri saya sendiri... ha..ha..ha..
Ternyata nggak gampang jawabnya..
Yang pasti, si sinox jadi sasaran obyek penelitian nich... semoga segera ada hasilnya.

Jumat, 19 Desember 2008

Pure Line

Secara singkat pure line dapat dijelaskan sebagai suatu populasi yang variabilitas turunannya kecil. Artinya perkawinan antar individu dalam populasi (pure line A) tersebut akan selalu sama/mirip menghasilkan individu pure line A juga, karena homozigositas.

Bila pure line A disilangkan dengan pure line B, akan didapatkan Hybrids (sering disebut dengan F1 = filial 1). Sifat hibrids yang dihasilkan merepresentasikan sifat A dan B atau kombinasi kedua tetua.
Bagaimana bila F1 diperkawinkan antar sesamanya. Hasilnya adalah F2 yang variabilitas turunan semakin besar. Bisa seperti A, B, F1 atau kombinasi sifat tersebut, tergantung ekspresi gen penyusun. Artinya F2 tidak lebih jelek dari F1, cuman turunannya menjadi lebih tidak seragam. Demikian pula dengan F3 dst.

Pure line bisa diciptakan dari materi genetik F1 dengan jalan inbreeding atau back crossing. Bisa diciptakan dari F1, F2, dst dengan metode seleksi. Intinya menghilangkan variabilitas, memantapkan sifat-sifat yang dikehendaki (desireable trait) dan menghilangkan yang tidak dikehendaki (undesireable trait).

Permasalahnanya membuat pure line itu mahal dan makan waktu. Untuk tanaman yang mudah diperbanyak secara grafting seperti adenium, pure line menjadi kurang feasibel memang. Lebih mudah menyilangkan starin bunga yang ada, entah F1 atau F2 atau F 1001. Bila didapat bunga yang bagus langsung aja diperbanyak dengan grafting. Metode Tembak (pinjem istilah Pak Greg Hambali di tanaman aglaonema)

Beda dengan hewan seperti gupy musalnya, walaupun biaya cloning mahal metode pure line harus ditempuh.... Apalagi gupy yang matang sex umur 3 bulan, makin lebih mudah lagi dalam arti tidak makan waktu banyak.

Pigmen Bunga Adenium

Warna bunga ditentukan oleh pigmen warna dari kelompok anthocyanidins, carotenoid, dan kloropil yang ada di sel bunga. Pigmen-pigmen tersebut dapat dipecah lagi menjadi petunidin (ungu), pelargonidin (merah scarlet), dsb.

Penurunan warna bunga adalah sebagai berikut : gen (G) menentukan enzym (E), enzym menentukan pigmen (P) : G à E à P. Pigmen warna dapat terbentuk dari pengaruh beberapa enzym.

Warna bunga ditentukan oleh banyak gen, multihibrid, dan warna akhir bunga ditentukan pula oleh aksi gen (inter atau intra lokus), entah itu dominansi, epitasi dll.

Pigmen warna khususnya kelompok anthocyanidin yang memberi warna merah, ungu, pink, terdapat di bagian rongga (vacuola) sel, larut dalam air, dan dipengaruhi PH sel. Bentuk vacuola dipengaruhi tekanan turgor sel, flexibilitas diding sel, dan kondisi hipotonik atau hypertonik

Point di atas dapat dipakai untuk menjelaskan permasalahan sekitar bunga sbb :

1. Dalam satu bunga mungkin dijumpai banyak pigmen warna, hingga tidak heran kadang bunga berubah warna sejalan dengan waktu, atau kondisi yang berubah karena pengaruh musim. Putih jadi pink, merah jadi biru kehitaman, merah kehitaman jadi merah dst.

2. Tidak selamanya adenium bunga putih menurunkan adenium bunga putih pula. Genotipe C_I_, ccI_, cc ii semuanya menghasilkan fenotipe adenium putih (bagian yang kosong bisa terisi alela dominan atau resesif warna merah A atau yang lain). Tapi bila C_I_ disilangkan dengan ccI_ atau cc ii, beberapa turunan akan menghasilkan adenium berwarna merah, pink pula

3. Suhu, kelembaban, dan pemupukan berpengaruh pada kandungan air dan tingkat keasaman sel bunga. Dengan sendirinya akan berpengaruh pada besar warna bunga.

Hal ini menjawab pertanyaan mengapa awal musim-pertengahan panas waterfall nampak merah pecah bergaris putih, sedangkan pada pertengahan-akhir musim panas waterfall hanya berwarna merah. Perubahan waterfall mungkin dapat mudah dipahami akibat adanya peristiwa plasmolysis dalam sel.

Contoh lain, bunga yang disemprot bumbu masak juga menjelaskan pengaruh keasaman sel terhadap warna bunga.


Salam, Tharie



Kamis, 18 Desember 2008

Chimeras di Adenium

“ mbak, adenium windmollen ku lagi berbunga dan berpetal tumpuk..” Seorang rekan saya dari Makasar, membawa berita menggembirakan.

Windmollen adalah nama adenium, jenis obesum-crispum berpetal tidak tumpuk.

Sehingga kalau bunga tersebut mekar dengan petal tumpuk, menjadi penampakan baru yang mempesona.

“ wow.. keren dong, Mutasi tuch boss…, di semua tangkai atau cuma satu tangkai yang petal bunganya tumpuk ..?

“ baru satu tangkai sich…”

“ amati terus ya.. jangan lupa di centeli catatan biar info nggak terlewat ya…” pesan saya.


Yang terjadi dengan bunga tumpuk adenium milik Dr. Lufti Atmansyah di Makasar, adalah suatu MUTASI.

Namun demikian mutasi tersebut tidak terjadi pada tanaman secara menyeluruh, namun hanya terjadi pada bagian atau segmen tertentu dari tanaman. Dalam hal ini pada calon primordia bunga ranting tertentu, dan saya cenderung mengatakan ini suatu KHIMER (chimeras).

Pada jaringan meristem pucuk (titik tumbuh), proses pembelahan sel sangat aktif terjadi. Nah . . pada saat berlangsungnya pembelahan mitosis tersebut, sangat dimungkinkan terjadinya suatu mutasi setempat dan spontan. Ada berjuta-juta sel yang terlibat dalam pertumbuhan vegetatif. . . dan bila proses perubahan terjadi saat proses differensiasi maka terjadilah khimer pada mata tunas atau tunas pucuk.


Dalam kasus bunga tumpuk, mutasi berlangsung sebelum atau bersamaan dengan pembentukan primordia bunga di titik tumbuh. Khimer yang terjadi kemudian tercermin dalam bentuk bunga tumpuk. Kata beberapa ahli, pada tanaman hias mutasi gen sering muncul pada saat menjelang masa terbentuknya bunga. Menarik sekali khan..


Namun karena khimer terjadi pada primordia bunga, maka pada saat bunga tersebut gugur (karena life time nya habis), hilang pulalah khimer.


Satu hal yang menarik bagi saya adalah mengapa di tempat Pak Lutfi kasus bunga tumpuk sering terjadi (windmollen, obesum, dan waterfall) ?

Bagaimana perawatan selama ini, perlakuan pemupukan dan jenis pupuk yang digunakan. Atau ada perlakuan khusus lain. Hingga sering terjadi mutasi bunga tumpuk?.

Seingat saya ada beberapa cairan kimia dengan dosis tertentu dapat menyebabkan mutasi, seperti colchicine, metanosulfat, dieksposibutan, etilinimin, dan etilinoksida.


Apakah khimer dapat menurun hingga dapat dipermanenkan??. Jawaban sementara DAPAT, namun ada syaratnya...



Malih Warna

“ Adalah suatu "kebetulan" yag sangat menyenangkan ketika mendapatkan Lin Formosa saya berubah warna..” ucap Bang BJ, seorang sahabat saya dari Jakarta.
“ Saat berbunga pertama kali warnanya tipikal warna Lin Formosa (Dominan Pink), lalu setelah bunga pertama rontok saya tambahkan "pupuk" atas anjuran seorang kawan saya, berupa 1 sendok teh vetsin (MSG) (larutan 1 sendok teh : 1liter air disemprotkan pada media yang sama). Penyiraman 2 minggu sekali, hasil nya tanaman gemuk, 2 bulan kemudian berbunga yg kedua kali, warna berubah lebih merah. Saya benar2 terkesan, tapi pantas nggak ya diberi nama baru ?? “

Kenapa bunga Adenium bisa berubah warna?

Flavonoid penentu warna bunga adenium terdiri dari anthocyanine (merah hingga biru) dan pasangannya (karena masih dalam tahap pengamatan, saya sebut saja co-pigmen), membentuk suatu lapisan yang mirip “sandwich”. Co-pigmen berfungsi sebagai roti, anthocyanine sebagai isinya. Diantara kedua lapisan tersebut terdapat ion-ion logam yang berfungsi sebagai “Mayonnaise”. Lapisan campuran pembentuk sandwich ini yang akan menentukan warna akhir bunga.
Pemberian “MSG” akan mempengaruhi tingkat keasaman sel, dalam hal ini berpengaruh terhadap ion-ion logam (Mayonnaise). Struktur sandwich akan mengalami sedikit deformasi (bisa mengembang atau mengkerut), dan mempengaruhi jarak / spasi antara roti dan isi. Akibatnya warna bunga akan terpengaruh. Aturan baku , PH rendah bunga akan memerah (ke arah orange), PH tinggi bunga akan semakin ungu (merah tua).

Boleh tidak diberi nama baru ?
Boleh, tetapi sebaiknya jangan. Boleh karena itu milik bang BJ.
Jangan, sebab perubahan warna karena lingkungan tidak bisa dipakai untuk menyebut itu suatu kultivar baru. Pakai saja nama yang disematkan pertamakali oleh penemunya atau orang yang mempunyai hak. Coba diperbanyak unsur nitratnya , nanti pasti kembali lagi ke warna asal.
Catatan : bukan PH tanah yang mempengaruhi warna bunga, namun PH tanah hanya menentukan kelimpahan jenis atau macam logam yang akan terserap dan menjadi “Mayonnaise”.

Senin, 15 Desember 2008

Perlakuan setelah Grafting



Perlukah adenium yang baru saja di grafting langsung di siram dan dipupuk ?


Dear adeniumania…


Salah satu fungsi air bagi tanaman adalah untuk untuk mendinginkan permukaan tanaman melalui proses evaporasi air (transpirasi-evapotranspirasi ). Akar menembus tanah yang lembab sedang batang tumbuh ke atmosfer yang kering. Keadaan tersebut menyebabkan terjadinya aliran air terus-menerus dari tanah ke atmosfer melalui tanaman (terutama lewat daun-stomata), disamping penguapan langsung dari permukaan tanah tentunya.


Kata orang pinter, besar jumlah aliran air tersebut (dari tanah ke udara) sebesar 10 kali jumlah air yang tertahan dalam jaringan tanaman, 100 kali jumlah air yang digunakan untuk perluasan sel-sel baru, dan 1000 kali jumlah air yang digunakan untuk fotosintesis. Dari penelitian tanaman jagung, untuk menghasilkan 1 kg berat kering tanaman tersebut dibutuhkan 225 kg air yang hilang melalui proses evapotranspirasi.


Pertanyaan saya, segera setelah dilakukan proses grafting bila langsung disiram air, akan lari melalui apa dan kemana itu air akan pergi ?.

Kalau hasil grafting ditempatkan ditempat panas, air akan menguap melalui permukaan tanah. Tapi bagaimana bila grafting ditaruh di tempat teduh ? Jadi tetaplah Waspada …….. ingat busuk akar bukan hanya karena kejahatan air tetapi juga karena ada kesempatan ……..

Hemat saya, setelah grafting sebaiknya tanaman tidak disiram. Baru setelah terlihat mata tunas tumbuh, siram dan pupuk untuk pertumbuhan vegetatif seperti biasa. Pertumbuhan tunas membutuhkan air.

Penyiraman dan pemupukan sebaiknya dilakukan 2 hari sebelum proses grafting (bila musim panas) atau 4 hari sebelum grafting (pada musim hujan).

Salam

Thari Wie

omahijo Jogjakarta

Bonggol Retak


Adeniumania, Bonggol adenium retak/pecah menunjukkan adanya gangguan turgiditas dalam sel tanaman dimaksud. Jika tekanan turgor (tekanan internal sel) melampaui batas elatisitas dinding sel, maka sel tersebut akan pecah. Gejala tersebut mirip yang sering terjadi pada buah tomat, mangga, anggur, dsb yang mengalami pecah buah. Pertanyaannya sekarang adalah, apa yang menyebabkan gangguan tekanan turgor pada adenium ? Dari gambar dan melihat kondisi cuaca di Indonesia saat ini, dugaan saya ada dua kemungkinan (salah satu atau keduanya) yang menyebabkan terjadinya “bonggol retak/pecah” :

1. Faktor internal
Melihat tingkat kesuburan tanaman tersebut, boleh jadi terdapat ketidakseimbangan pemberian nutrisi. Dalam hal ini terlalu banyak unsur nitogen (N) dan phospat (P), namun kurang unsur K. Potasium (K) dalam tanaman mempunyai fungsi salah satunya adalah mengatur potensi osmotik sel. Dengan kata lain berperan dalam pengaturan tekanan turgor.

2. Faktor eksternal
Kelembaban udara yang sangat tinggi di Indonesia saat ini, menyebabkan bukaan stomata mengecil hingga menganggu proses transpirasi tanaman. Terganggunya transpirasi menyebabkan suhu tanaman meningkat, yang pada titik tertentu dapat menimbulkan gangguan metabolisme tanaman.Termasuk didalamnya gangguan keseimbangan tekanan turgor.

Bila jarak internode memanjang, daun menjadi lebih besar, menunjukkan tanda-tanda sukulensi, atau kulit batang tanaman terkesan seperti kulit (leathery effect), kemungkinan terjadi over N dan P. Bila beberapa daun tua menunjukkan gejala klorosis dan atau gejala bercak jaringan mati pada bagian tepi atau antar tulang, berarti kekurangan unsur K
Bila tanda-tanda tersebut di atas tidak nampak, berarti bonggol pecah akibat faktor eksternal. Meskipun demikian tidak ada salahnya diberikan tambahan unsur K pada tanaman tersebut. Hal ini mengingat satu-satunya obat pada tanaman buah yang mengalami pecah-pecah, yaitu itu tadi tambah unsur K.

Semoga uraian saya sedikit membantu.

Salam,

Tharie – Omah Ijo Jogjakarta.

Sabtu, 13 Desember 2008

Mbonsai Adenium

Senin, Selasa, Rabu, Kamis malam, di rumah muncul suara2 cukup mengganggu jam tidur . Dak-duk, dak-duk dan suara deritan gesekan ubin dengan pot yang digeret (bukan diangkat), dan sering bikin kaget. ( habis lagi uenak..enaknya dibuai mimpi..!!! )
Pagi tadi terjawab sudah penyebabnya. Hiiiii ….. suara itu datangnya dari foto terlampir. Usut punya usut ternyata si popi, bermaksud “mbonsai adenium ” …..
Mudah diduga … separo nafas, terima bongkar tidak terima pasang ….
Mohon maaf, termasuk hadiah arabicum dari kangmas GG ikut di bongkar.
Yang tambah menakutkan terlihat alkohol 70 %, alamat … sudah jelas, mbonsai plus-minus (banyak plusnya) mutilasi.
Jangan2 di PSM 5 kemarin keracunan koleksi om Hengky, atau kemarin sempat diracuni om BJ ya ?.
“ mommy… lihat tuch di teras, berantakan semua…” teriak Gallo pagi-pagi.
“ biarin saja Lo… daripada ngambek.. ntar mommy beresin..”
“ Autisnya kambuh ya mah …. “ bisik Gallo.
He...he...he....

Hmmm… kenapa ya Popi tertarik sekali membuat Adenium Bonsai? Apa sich istimewanya adenium bonsai? Memang bisa adenium di bonsai ??!!!

Yukk kita gali lebih dalam tentang seni membentuk tanaman dari jepang ini.

Bonsai secara harfiah diartikan sebagai "tanaman di pot". Merupakan salah satu seni pemangkasan tumbuhan atau pohon dengan membesarkan tanaman di pot saja. Kultivasi termasuk teknik-teknik untuk pembentukan (shaping), pengairan (watering) dan pengepotan (repotting) di segala macam bentuk pot.

Berasal dari daratan China pada zaman Dinasti Han, 'Bonsai' adalah pelafalan bahasa Jepang untuk tanaman tersebut yang bahasa Mandarin -nya "pen zai", yang ditandai dengan digunakannya karakter kanji. Kata 'Bonsai' di Barat digunakan untuk semua macam tanaman atau pohon miniatur yang ditanam di dalam wadah tertentu atau pot.

Dalam bahasa Jepang, bonsai berarti "tanaman di pot". Biasanya akan berasosiasi dengan sebuah miniatur pohon yang ditanam di dalam pot atau kontainer. Pohon yang di bonsai umumnya berupa pohon berkayu (misalnya pohon beringin, dll) atau pohon buah-buahan dan kadang berupa pohon bunga. Bonsai yang baik dapat diletakkan diluar pekarangan sepanjang tahun.

Efek artistik dari bonsai dilihat dari keseimbangan dalam ukuran batang, daun, ranting bunga atau buah dan pot yang digunakan. Pot yang dipakai haruslah yang mendukung suasana pohon yang ditanam. Ada 4 ukuran bonsai yang biasa dipakai, yaitu miniatur, kecil, sedang, dan rata-rata. Miniatur biasanya berukuran tinggi sekitar 5 cm. Umumnya bonsai miniatur disiapkan dalam waktu sekitar 5 tahun. Bonsai kecil biasanya mempunyai tinggi antara 5 sampai 15 cm dan memerlukan persiapan sekitar 5-10 tahun. Bonsai ukuran sedang mempunyai tinggi antara 15 sampai 30 cm, dan bonsai rata-rata mempunyai tinggi 60 cm dengan waktu perisapan sekitar 3 tahun. (Sumber : wikipedia.)

Bonsai cukup populer di Indonesia ada banyak tanaman berkayu yang bisa dibonsai , sebut saja beringin, serut, asam, hokkian tea, anting putri, pinus dan lainnya.

Lantas bisakah adenium tanaman yang tidak berkayu di bonsai ? apa dan bagaimana caranya ikuti artikel selanjutnya…

Selasa, 18 Maret 2008

BONGGOL KUNING

Mohon pencerahannya .. Dikatakan dalam salah satu situs internet bahwa di dalam biology , pigment terjadi karena adanya special sel ( seperti melanin ) yang disebut Chromatophores . Dan juga karena physical process yang terjadi mengacu dari Fluorescence, Phosporescence dan beberapa material dari luminascence .
Juga ... karena effect dari cahaya .. Yang mau saya tanyakan , bisakah kita memanipulasi pigment ? Dapatkah kita melakukan perubahan pigment, jika ya dengan cara apa dan dengan apa ? Dan dimanakah si Chromatophares ( susah banget namanya ) ini bisa didapatkan ..
Saya pernah diajari oleh Koh Fendi salim untuk membuat bonggol kuning dgn cara menjemur ( sebelumnya bonggol diangkat ) secara full ke matahari . Yang terjadi memang " agak " memudar menjadi hijau muda, namun jika terlalu lama yang didapat bukan bonggol kuning dan sunburn alia bonggolku jadi lonyot terbakar ( bukan busuk ) . Dan " kuning " yang didapat hanya terbatas pada satu sisi yang menghadap matahari . Diputar ?? sudah .. bagian yang terhalang matahari kembali menjadi hijau .
Dalam suatu kesempatan di daerah jawa barat saat hunting saya menemukan mayoritas bonggol menjadi kuning ( dgn garis hijau sbg pembatas ) . Saya berasumsi secara logika bahwa peran media menjadi faktor utama . Samakah membuat bonggol kuning dgn bonggol variegata yang katanya dgn menurunkan PH tanah dgn abu gosok dan mencampurkan magnesium , meningkatkan kadar besi dalam air .. etc etc etc .. Salam, Tonny

Chromatophores itu kayaknya sel yg mengandung pigmen yg peka cahaya.. kayak terdapat pada binatang2 yg pandai menyesuaikan warna tubuhnya dengan lingkungannya, misalnya bunglon, ikan sebelah, gurita. dll
Kurang faham bagaimana proses perubahan pigmen pada chromatophores yg sehingga panjang gelombang warna yg direpleksikan berubah2 sesuai lingkungannya.
Bang Fendi sepertinya mengacu pada proses perubahan warna akibat penyinaran.
Intensitas matahari yg kuat ternyata benar menyebabkan rusaknya pigmen yg merepleksi hijau.. dan sekaligus meningkatkan kandungan pigmen yg merepleksi kuning dan merah sebagai salah satu upaya pertahanan diri oleh tanaman.. karena penyinaran yg tinggi dominasi pigmen pertama dikurangi akibatnya warna kuning akan muncul.. Namun warna kemudian akan kembali seperti semula dengan jika kondisi pigmen telah kembali normal.
Kalau melihat batas yang jelas dan kadang2 hanya satu akar saja yang berwarna kuning, dan bahkan melilit akar lain yang normal tanpa merubah warna normal akar lain.. sepertinya suspect bukan pada medianya sehingga akar jadi kuning.. Asumsi jika memang itu adalah artifisial akar kuning mungkin ada ide lain yg lebih sangat masuk akal.. Mudah2an berhasill. Wassalam Zai

Jika media bukan merupakan suspect, Intensitas matahari yang kuat ( sinar ) juga bukan merupakan suspect karena pada nantinya akan berbalik normal , Apakah mungkin karena kelainan genetika seperti layaknya cristata ? Jika ya berarti bisa diturunkan lagi ke generasi selanjutnya walaupun prosentasenya hanya 0,00 sekian seperti yang pernah saya coba sebelumnya untuk cristata . Mungkin ga ya ? Regards Tonny

Cuman sekedar mau nambahin aja. Yang dimaksud pemantul kuning by bang Zai, Tonny
dengan chromoplast-nya, atau mas Fendi dengan full matahari (panas berlebihan) mungkin barangnya sama. Apakah yang dimaksud itu adalah karoten ? Kalau ya, berarti ada kesamaan. Hemat saya, fenomena bonggol kuning juga merupakan ekspresi karoten di tempat tersebut. Tapi mengapa dan bilamana ada disitu ? Ini yang sulit dijawab Apalagi bagaimana cara membuatnya ?

Jawaban mungkin bisa diperoleh dari petunjuk pada;
1) Kejadian menguningnya buah mangga saat masak;
2) Perubahan warna bunga adenium putih menjadi kemerahan;
3) Chloroplast genome;
4) atau kombinasi ketiganya ?

Peristiwa pertama berhubungan dengan masalah hormonal, sebab kata yang pernah meneliti, karoten adalah precussor hormon ABA.
Peristiwa kedua berhubungan dengan fungsi keroten sebagai penetralisir pengaruh reaksi oksidatif O2 bebas akibat over eksitasi (intensitas panas berlebihan).
Peristiwa ketiga ada hubungan dengan genetik, karena kloroplas mempunyai genome yang menurun secara khas.

Kita batasi diskusi dari kondisi berikut di bawah ini :
Mengapa fenomena bonggol kuning kebanyakan terjadi di bagian akar ? Dan itu terjadi pada keadaan akar masih terpendam. Buktinya pak Kris dan pak Ricky tahu kalau bonggol berwarna kuning setelah lapisan tanah disingkap.

Mengapa batas zona kuning dan hijau umumnya tegas, tampak lurus layaknya buatan ?.

Tharie Wie
www.omahijo.com

Salam jumpa.
Diskusi bonggol kuning (BK) layak dicermati. Dulu orang Vietnam itu juga nanyaken.
Mr. ToNny, kondisi media, intensitas matahari dan fluktuasi suhu, adalah kunci BK. Sampaikan ke Mr. Fendy, bukan media asam tapi alkali. Chromoplast carotenoids are known to accumulate in green tissues experiencing stress conditions (Florence Bouvier, 1998).
BK mirip kristata, Lingkungan lebih berperan dibanding genetik. Turunan kristata kalau lingkungan ndak ndukung, ndak bakal kristata. Sebaliknya, bukan turunan kristata, lingkungan mendukung, akan keluar kristata. BK idem. Many species, exhibit true-breeding cristated lines, although the expression of the character is very dependent on environmental conditions - especially temperature and nutrition. Because the gene conditioning cristation exhibits incomplete penetrance, the character may assume any of many degrees of expression. (Binggeli, 1990)

Mr. Zai, syarat artificial BK, kurang air, intensitas matahari tinggi, malam hari dingin, kadar garam tinggi (NaCl and CaCl2 ), media padat kompak alkaline, kurang P, sedikit ‘paraquat’ encer (banyak auksin), etc, etc. Percobaan terakhir, etephone lebih efektip dari paraquat. Hati-hati coba dimulai dengan konsentrasi rendah..
Paraquat is a toxic chemical. It can be used only by people who are licensed applicators (Centers for Disease Control, USA, 2006)

Mrs. Tharie, langsung saja ke pokok masalah kesetimbangan hormon ABA di akar versus ABA di media sekeliling akar. Jangan lupa suberin ‘Casparian band’ dan akumulasi carotenoid di exodermis.
Localized soil drying around the roots will also influence the accumulation of hormones in the soil solution (Angela Sauter, 2001).
Mr. Kris, media tanam, pupuk, dan pola siram tidak dalam kategori penghasil BK. Rule of thumb : Kejadian BK bukan di istana kolektor, tapi saat berada di ladang petani. Sayang mas-mas petani ndak sadar punya harta Mr. Karoen. Ganggeng Kanyoet

Variegata memang salah satu maskot dalam sampel tanaman yang bermutasi, khususnya chimera. Sifat permanen atau tidak, tergantung lokasi kejadian mutasi dan faktor lingkungan (pernah dibahas di milis).
Dari keterangan pak Ricky, pak Kris, pak Santoso dan rekan lain, bisakah disimpulkan ada 4 kategori jenis bonggol kuning :
- Bonggol kuning sebagai perwujudan variegata, merata di seluruh bagian tanaman, batas kuning – normal acak dan irregular.
- Bonggol kuning setempat di daerah ex perakaran, batas kuning-normal tegas.
- Bonggol kuning kulit ular (?) di bagian tanaman non daun, penyebaran bisa intens namun bisa hanya setempat-setempat (spot), batas kuning-normal tidak tegas atau bias. (Kalau di kalangan hobiis koi batas merah dan putih disebut kiwa, di adenium diberi istilah apa ya ?)
- Bonggol kuning kombinasi tiga sifat di atas.
Monggo dilengkapi masing-masing ciri dan sifat lain. Siapa tahu dari deskripsi pengamatan tersebut dapat diperkirakan penyebabnya. Saya sendiri punya keyakinan, kasus 1 karena mutasi periklinal (genetik); kasus 2 bisa pengaruh genetik dan atau lingkungan; kasus 3 murni karena lingkungan.

Salam
Tharie Wie
www.omahijo.com

New Lesson From Lovina or DS2

Rekan semua...
Tidak mau berpanjang-panjang dengan Lovina (LV) atau Daeng Siam 2 (DS2). Point saya tentang hal ini masih tetap sama:
  1. It is probably not possible to clean up the mess without making some unhappy
  2. This is not very easy as few breeders have access to a wide range of material for comparison
Berdasarkan cerita sejarah tanaman LV dan DS2 , hemat saya : pemakaian nama keduanya tidak ada yang salah. Karena memang tidak ada aturannya. Lho kok gitu ?. Lha iyalah, karena yang diatur UPOV, ICNCP, atau konvesi yang lain, adalah untuk cultivar atau variety yang 'come true from seed' atau yang “true type”.
Ini yang dulu saya maksud dengan kata “bersyarat”. Bagaimana dengan yang “bebas”, “Xtra”, atau “non true type”, …. ya silakan saja, monggo ….tidak ada aturannya, kok minta yang ruwet-ruwet. Untuk apa ?
Pak Agus dkk sah-sah saja dengan Lovina-nya, demikian pula pak Iwan dkk sah-sah saja dengan DS2-nya. Bang Jani dkk di Manado juga sah-sah saja dengan Kawanua-nya

Kebiasaan umum, “cultivar” yang belum sepenuhnya “true type” dan belum siap release biasa hanya diberi “code” angka atau huruf.
Bagaimana kalau tetep mau dijual meski belum sampai taraf “true type” ? Tidak usah diberi label, atau pakai label nama indukan - the parent cultivar's. Sekali lagi ini hanya kebiasaan, bukan aturan.
Benih asal nemu, tanpa sejarah “ayah – bunda”?. Gampang, beri saja kode : Ya-Pit : Yatim Piatu atau Nang-Sib .
Lhahh …. Omong kesana-kemari itu cuma dapat ending : tidak ada aturan to. Ya memang begitulah adanya di dunia ini – sulit dibuat gampang, gampang dibuat sulit…..(kembali ke point “yang paling lebih penting lagi” : butir 1 dan 2, tersebut di atas).

Pelajaran dari LV dan DS2, yang mungkin perlu didiskusikan adalah : Pengaruh grafting terhadap batang atas. Contoh kasus Two Tones terhadap Daeng Siam yang menghasilkan DS2.
Menurut Mangoendidjojo W., 2003 :
  1. Interaksi antara stock dan scion, secara genetik merupakan interaksi antara dua komponen genetik pada luka sambungan; seperti yang banyak dijumpai pada tanaman buah-buahan yang dapat memberikan dampak pertumbuhan menjadi dwarfing, vigor, invigoritas, atau mempengaruhi ukuran buah yang dihasilkan. Hal seperti ini tidak akan dijumpai bila tanaman hasil grafting ini kemudian dikembangkanbiakan secara seksual.
  2. Grating dapat menimbulkan terjadinya khimer. Adanya pencampuran peleburan sel jaringan pada pertautan luka antara batang atas dan batang bawah dapat menimbulkan off-type sebagai keragaman.
  3. Sel jaringan pertautan luka dapat mengalami mutasi somatik sehingga mengakibatkan penampilan off-type. Bila mutasi seperti ini menguntungkan, selanjutnya dapat dikembangkan secara vegetatif.
Kira-kira jenis mana yang menimpa graftingan daeng siam – two tones” ? Apakah urutan graftingan itu (mulai dari batang bawah) = daeng siam – two tone; atau kamboja lokal (?) – daeng siam – two tones; atau yang lainnya?
Kira-kira bunga DS2 muncul dari 1) ujung batang atas (scion); 2) dari tunas samping yang tumbuh pada luka pertautan; 3) dari tunas samping batang atas; 4) dari tunas samping batang bawah; 5) atau dari seluruh bagian kesatuan tanaman – ya batang bawah ya batang atas?
Apakah kemudian graftingan yang akhirnya menyebar ke Lumajang, Cilacap, Cileduk, dll, sebagai batang bawah tetap dipakai daeng siam, atau sudah diganti kamboja lokal, atau jenis yang lain ?
Jawaban di atas akan menjadi masukan berharga bagi kita semua. Misal : lega rasanya bahwa ternyata untuk menghasilkan varietas-baru, bisa dengan grafting, tidak perlu repot HP .
Pak Mangoen pada halaman 132 kelihatan lebih MFNW dibanding Ohta – san yang lebih frankly speaking ……… he he he.
Ibarat mata uang, Ohta-san memilih sisi yang bergambar bunga melati ber-angka 500, jadi langsung kelihatan nominalnya. Pak Mangoen pilih sisi yang bergambar Garuda Pancasila nya saja, harus dibalik untuk lihat nilai nominalnya. Yang penting NKRA ( Negara Kesatuan Republik Adeniumania ).
Saya lanjutkan beberapa point pak Mangoen*) dari halaman sebelumnya (hal 127). Dengan harapan, apa yang sebenarnya tersirat pada hal 132 dapat lebih terlihat jelas, sehubungan dengan masalah “graft hybrids”.
  1. Mutasi atau perubahan kromosome dapat terjadi secara spontan dan secara buatan. Pada tanaman, mutasi hanya dapat terjadi pada suatu bagian atau segmen dari jaringan meristem.
  2. Khimer (=mutasi-red) adalah mosaik genetik yang terdapat dalam sel pada jaringan meristem pucuk (shoot meristem?) yang kemudian berkembang serta memberikan fenotipe atau penampilan yang berlainan.
  3. Khimer berdasarkan posisi serta jaringan yang terpengaruh, dapat dibagi menjadi ; khimer sektoral, meriklinal, dan periklinal.
Skenario pemahaman
  1. Perwujudan yang nampak secara visual maupun yang teramati melalui pengukuran tertentu pada tanaman (=fenotipe= P), tergantung dari faktor genetik (=G) dan lingkungan (=E). Rumus bakunya adalah P = G + E.
  2. Perwujudan yang nampak dari suatu bunga, demikian juga tidak bisa lepas dari hukum P=G+E.
  3. Kenampakan karena faktor gentik dapat diwariskan, sedangkan pengaruh lingkungan tidak dapat diwariskan.
  4. Untuk memudahkan pemahaman, mungkin harus pakai contoh skenario sbb.:
Dari 100 graftingan TT+DS yang ada ditempat mas Tomo, salah satu graftingan menunjukan variasi (penyimpangan), misal menjadi DS2. Padahal kondisi lingkungan (pemupukan , penyiram, penyinaran, kelembaban) sama, kok ada satu yang menyimpang. Dapat disimpulkan, penyimpangan tersebut akibat faktor genetik.

Dari 100 graftingan TT+DS, dibagi-bagi, 20 tanaman ditempatkan di rumah mas Tomo (Pekanbaru) , 20 di bang Zai (Medan), 20 di mbah Suro (Jakarta), 20 di bos Argy (Jakarta), dan 20 sisanya di tempat mas Rohmad (Jakarta). Saat berbunga, ternyata 90 tanaman yang ada di tempat mas Tomo, bang Zai, mbah Suro, dan bos Argy, memberi kenampakan sama, yaitu DS. Anehnya, 10 tanaman di mas Rohmad kok bunganya menyimpang menjadi DS2, ada apa ini ?

Di lihat dari lokasi penanaman, perbedaan lingkungan muskil berpengaruh. Nyatanya, Medan , Pekan, Baru, Jakarta , memberi kenampakan 90 bunga DS sama. 30 tanaman di Jakarta , kok hanya 10 yang di mas Rohmad yang menyimpang. Padahal Vila Nusa Indah dan Menteng Dalam, tidak jauh, sama-sama di Jakarta, tentu perbedaan iklim tidak akan extrem.

Kalau faktor genetik penyebabnya, kok hanya di tempat mas Rohmad saja, lagian kok 10 semuanya ? Ada radiasi apa di rumah mas Rohmad ? Atau ada kandungan kimia apa di air sumur mas Rohmad ? Selidik punya selidik, ternyata perlakuan graftingan di mas Rohmad, amat-sangat jauh berbeda dengan rekan-rekan yang lain. Karena sibuk, sedkit waktu (to the point, males ), oleh mas Rohmad perawatannya diserahkan ke “pembokat”, tanpa dikursus merawat adenium lebih dulu. Tahunya dulu nanam padi dan tomat, oleh pembokat, graftingan TT+DS, tiap hari disirami dan dipupuk. Ada hormon apa saja diberikan, padahal itu ada yang untuk tuannya. Pokoknya, takut dimarah kalau mati, perawatan menjadi super ekstra (ekstra aneh-red).

Apakah perawatan super ini membuat terjadinya penyimpangan TT+DS menjadi DS2 ? Harus dibuktikan. Perlakuan membuat susunan genetik TT+DS berubah, atau hanya perubahan sementara saja.
2 tanaman dikirim ke mas Tomo, 2 tanaman ke mbah Suro, 2 tanaman ke bang Zai, 2 tanaman ke bos Argy, dan sisanya 2 tanaman tetep di mas Rohmad.
  • 5. Pada periode bunga selanjutnya, keanehan kembali muncul. Selain di tempat mas Rohmad, bunga DS2 kembali ke asal menjadi DS. Kesimpulan, penyimpangan di tempat mas Rohmad, bukan karena faktor genetik, tetapi faktor lingkungan, dalam bentuk perawatan ekstra.
Penyelidikan dilanjutkan pada 1 tanaman mas Tomo yang menyimpang dari TT+DS menjadi DS2 ? Apa penyebab perubahan genetik tersebut ? Mari kita amati pohon aneh ini. Mungkinkah karena grafting ? Atau memang karena nasibnya memang harus berubah ? Atau sebab yang lain ? Mutasi ? Rekombinasi genetik ? Atau Dinas Luar ?

Faktor-faktor yang mempengaruhi

Warna yang nampak pada bunga, ditentukan oleh pigmen, suatu molekul berstruktur kimia tertentu (di adenium pigmen warna yang dominan adalah antosianin). Antosianin dihasilkan dari sintesa “gula” dan asam amino dalam sel bunga, diprakarsai oleh enzym (jenis protein tertentu) sekaligus sebagai suatu katalisator. Jenis dan macam enzym dikendalikan oleh gen. Istilah populernya, satu gen – satu enzym. Hubungan antara substrat (gula, asam amino) dengan enzym : Jika substrat menjadi pembatas, maka penambahan enzym selanjutnya tidak lagi mempengaruhi laju reaksi. Bila substrat tidak terbatas, pada akhirnya ketersediaan enzym (ditentukan oleh gen) akan menjadi faktor pembatas terhadap laju reaksi.

Saat kita melihat pola, intensitas, dan warna bunga yang berbeda-beda, sebenarnya kita sedang melihat suatu “perbedaan tingkat kendali enzym”. Kita sedang menyaksikan perbedaan ekspresi gen, pada tempat tertentu dalam struktur sel bunga. Ada Harry Porter, My country, Inocento, Lovina, DS2, Daeng Siam , dll, dll.

Lingkungan punya peran dalam performance bunga. Pengaruh ini bertalian erat dengan sensitifitas antosianin terhadap PH, kehadiran ion logam tertentu dalam sel bunga, atau cahaya matahari. Kekurangan mineral dan nutrisi, dapat menyebabkan bentuk sel bunga mengalami deformasi, yang mana berakibat pula pada cara terdapatnya dan penyebaran pigmen dalam sel bunga. Rekan-rekan masih ingat dengan “Fadia Menclek” bu Maria ?. Atau percobaan bang BJ dengan Brave Hearts + vetsin ?

Air dan nutrient (mineral) mengalir dengan trayek tetap (“transportasi”) : diserap akar – batang - cabang – menuju daun. Nutrisi diperlukan untuk pembentukan kloropil daun yang berguna dalam proses fotosintesa di daun. Dibantu sinar matahari, proses fotosintesa akan mengubah air dan CO2 (diperoleh dari udara) menjadi gula.

Gula yang terbentuk di daun ditranslokasikan ke seluruh bagian tanaman (sink) yang butuh untuk pertumbuhan, perkembangan, cadangan makanan, dan pengelolaan sel. Termasuk disini tentunya ke bunga, untuk membentuk pigmen warna. Trayek tetap aliran gula : Dari daun menyebar keseluruh bagian tanaman yang membutuhkan (cabang – batang – akar).

Grafting adalah masalah penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan (sambung atau tempel), sedemikian rupa hingga merupakan satu kesatuan utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautan. Grafting adalah masalah fisiologis semata. Karena tanaman tidak mempunyai sistem antibodi seperti kita atau hewan lain, toleransi keberhasilan grafting menjadi sangat tergantung pada kedekatan perkekerabatan antara dua bagian yang disambung. Grafting mirip sambungan selang air dengan peralatan “shower” di rumah. Problem akan timbul bila ada perbedaan diameter selang dengan shower, seperti juga halnya bila cara menyambungnya jelek.

Grafting berpengaruh terhadap serapan air dan nutrisi bagi pembentukan kloropil. Kloropil berpengaruh terhadap produksi gula di daun. Ketersediaan gula berpengaruh terhadap bentuk sel bunga, intensitas, kecerahan, dan “warna” bunga. Grafting tidak berpengaruh atau merubah pola, pattern atau corak dasar bunga. Sifat keberadaan antosianin di pinggir petal, corong bunga, atau di urat bunga, ditentukan oleh gen (nilai plastisitas lingkungan nya rendah).

Bagaimana pengaruh grafting terhadap kemungkinan mutasi ?

  • Mutasi, secara mudahnya dapat diterjemahkan sebagai suatu perubahan dari apa yang seharusnya terjadi, akibat ada perubahan gen tanaman (urutan DNA). Ingat “one gen one enzym”. Gen berubah, enzym berubah, berubah pula reaksi kimia yang dihasilkan. Frase “akibat ada perubahan gen” sangat krusial, karena perubahan dari apa yang seharusnya, belum tentu akibat mutasi. Contoh, kekurangan nutrisi dapat merubah daun yang seharusnya berwarna hijau menjadi warna kuning pada pinggir daun.
  • Mutasi dapat terjadi secara alami (spontan), maupun karena buatan (dengan mutagent tertentu). Di alam, probabilitas terjadi mutasi 1 : 100.000 sampai 1 : 10.000.000 atau 0.001 % - 0.00001%.
  • Mutasi tanaman terjadi pada jaringan sel yang sedang aktif membelah diri, baik secara mitosis (tunas daun yang sedang tumbuh) maupun meiosis (saat pembentukan polen atau sel telur bunga). Mungkin karena sel-sel sedemikian sibuk membelah diri, hingga urutan DNA dalam gen menjadi mudah kacau …… “kemrungsung and ribet” sih.
  • Mutasi di tunas daun biasanya hanya nampak di sebagian tertentu dari tanaman. Misal : cabang sebelah kiri berbunga “double flower” namun cabang yang kanan berbunga normal. Mutasi di bunga, hasilnya akan nampak di seluruh bagian tanaman (kala benih yang dihasilkan tumbuh menjadi tanaman).
Kesimpulan, semakin sering sel dibuat dalam kondisi membelah diri, semakin besar probabilitas mutasi. Bukankah pruning dan grafting menciptakan kondisi dimaksud?. Artinya, memfasilitasi tempat tumbuhnya tunas-tunas baru tempat dimana mutasi dapat terjadi ? Bahkan kalau mau jujur, sapi yang merumput dipadang rumput, dapat dikatakan sedang memperbesar peluang terjadinya mutasi. Namun jangan dibilang, bahwa pruning, grafting, apalagi sapi, sebagai penyebab mutasi …….. he he he.

Point tulisan :
Mutasi dapat terjadi spontan atau karena buatan. Probabilitas terjadi mutasi alami 0.001% - 0.00001%
Mutasi terjadi pada jaringan sel yang sedang membelah diri (mitosis atau meiosis).
Pruning, grafting menciptakan peluang terjadinya mutasi, namun bukan penyebab mutasi.
Dari tulisan bagian I, II, dan III, apa yang dapat disimpulkan dari peristiwa grafting TT+DS = DS2 ?
  • 100 grafting, hanya 1 grafting TT+DS berbunga DS2. Patut diduga perubahan tersebut akibat mutasi.
  • Grafting tidak menyebabkan mutasi. Kalaupun dipaksain, grafting dapat merubah penampilan, maka perubahan tersebut tidak signifikan dan tidak awet. Apalagi kalau denger cerita, bahwa setelah jadi DS2, lantas disebar ke teman-teman untuk hadiah, apa ya batang bawahnya masih saja pakai TT. Kok eman-eman ya. Tapi kalau batang bawah pakai kamboja lokal, apa ndak takut DS2 balik lagi jadi DS. Lho ? Kok seperti bertentangan dengan teori Pak Mangoen ? Well, di tulisan bagian III semoga terjawab.
  • Mutasi dapat terjadi secara spontan pada bagian sel yang sedang memperbanyak diri, baik itu mitosis atau somatik seperti pada tunas daun, maupun meiosis saat pembentukan polen atau sel telur di bunga. Coba lihat kembali Pak Mangoen halaman 127 sebagai landasan statement beliau di halaman 132.
Grafting memfasilitasi tumbuhnya tunas baru (meristem), tempat dimana mutasi biasanya berlangsung. Namun bukan berarti, grafting penyebab mutasi.

Resume :
Kembali pada TT+DS=DS2 mas Tomo , yang patut diduga sebuah mutasi.
Timbul pertanyaan; kalau itu mutasi, apakah terjadi di seluruh bagian batang atas (bagian DS) hingga berbunga DS2 ? Apakah saat itu grafting satu mata tunas (budding) ?

Skenario pertama : mas Tomo menjawab, ya dulu memang budding. Satu mata tunas DS saya tempelkan pada batang bawah TT, tunas tumbuh menjadi cabang berbunga DS2, yang cepat sekali pertumbuhannya, hingga bisa dibuat banyak grafting lagi.
Kesimpulan: selamat , 1 dari 100.000 s/d 1 : 10 juta, apa ndak anugerah.

Skenario kedua : mas Tomo menjawab, bukan buding tapi V grafting biasa. Memang
hanya satu mata tunas batang atas (DS), tumbuh sebagai cabang berbunga DS2. Cabang lain tetap DS. Grafting ini, tumbuh cepat, pokoknya jagur , hingga dapat dibuat banyak grafting lagi, disebar ke banyak teman.
Kesimpulan : sekali lagi, selamat mas Tomo, 1 dari 100.000 s/d 1 : 10 juta.

Skenario ketiga : mas Tomo menjawab, pokoknya V grafting, terserah mutasi apa bukan, pokoknya TT+DS keluar DS2. Seluruh mata tunas batang atas (DS) tumbuh menjadi cabang berbunga DS2. Kalau ndak gitu, mana bisa saya bagi grafting ke banyak teman.

Kesimpulan : ????. Mohon diingat lagi, batang atas saat itu DS atau memang sudah DS2 adanya ?. Kalau dilihat seputaran tahun kejadian, apakah tidak ada kemungkinan batang atas yang digrafting ke TT, datangnya bareng-bareng dengan Pink Illusion milik alm. pak Frans – Gama Cactus.
Belum lagi, kalau itu memang DS mutasi ke DS2, tidak setiap mutasi bisa diperbanyak secara grafting. Salah-salah, justru akan membuat mutasi tersebut hilang …… seperti banyak kasus variegata yang setelah diperbanyak malah hilang.

Kesimpulan akhir, berpulang pada kejujuran jawaban mas Tomo masuk kategori skenario yang mana, 1, 2, atau 3 ?. Dan dengan ini, TT+DS=DS2 saya kembalikan ke mas Tomo. ……. Monggo. Lunas sudah …. PR dari mas Tomo. Kira-kira saya lulus ndak ya ?
Salam

Tharie Wie
www.omahijo.com

Suara hati berbisik : “disuatu tempat, somewhere, ada original DS2 atau Lovina atau Pink Illusion, tumbuh berasal dari benih, bukan karena proses graftin

Terimakasih kepada pak Agus Riyanto, Cilacap (pemilik Lovina) yang telah bersedia mampir ke pondok kami, Omahijo, hari Minggu tgl. 1 Juli 2007.

*) Mangoendidjojo W., 2003, Dasar-Dasar Pemuliaan Tanaman, Cetakan ke 5, Penerbit Kanisius, Jogyakarta, hal. 132)