Tampilkan postingan dengan label ON THE MAGAZINE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ON THE MAGAZINE. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 November 2009

Adenium tumpuk tiga dari Depok


Munculnya adenium bertumpuk 3 dari tangan penyilang lokal diacungi jempol oleh Untari Retno Wahyuni, penyilang adenium di Yogyakarta.

Pemilik nurseri Omah Ijo itu, tengah membidani doxon dengan sinox. Yang disebut terakhir adenium petal tunggal yang punya gen tersembungi petal tumpuk.


Itu pengamatan tari di kebun. Sinox kerap muncul berpetal ganda, terutama di musim hujan. Tari berharap peluang lahir bunga dobel baru atau tripel jauh lebih besar ketimbang jika doxon disilangkan dengan adenium berpetal tunggal.


Cara lain, bunga doxon sebagai betina dibuahi berbagai serbuk sari bunga sekaligus.

Ulasan selengkapnya baca di majalah TRUBUS vol 480 bln November 2009.


Selasa, 21 Oktober 2008

Mawar Gurun Baru yang Diburu



Ada gebrakan baru di adenium bunga putih yang tak pernah popular mendadak digandrungi peminat. Lebat dan rajin berbunga menjadi daya tarik.

Sejak 2003 silangan berwarna putih sudah hadir di dunia adenium. Namun, 'Dulu, silangan adenium bunga putih hanya jadi pelengkap dan permintaannya biasa-biasa saja,' kata Ir. Slamet Budiarto dari Godong Ijo nurseri.

Tahun ini, mozza muncul untuk membuktikan bahwa tak selamanya adenium bunga putih selalu jadi anak tiri. Hasil buruan Slamet dari seorang penyilang Thailand pada akhir 2007 itu tampil memukau dengan tampilan sama persis dengan eye of the storm. Bentuk kelopak bunga sama-sama membulat dan berukuran besar dengan diameter di atas 8 cm. Hanya beda warna kelopak bunga saja: eye of the storm, pink; mozza, putih.

Rajin berbunga

Kerajinannya berbunga jadi senjata utama menjerat hati para peminat. 'Mozza berbunga lebih awal dan paling rajin dibanding jenis adenium generasi sebelumnya,' katanya. Februari 2008 merupakan kali pertama terlihat deretan adenium kelas A-ukuran kecil dengan diameter batang 3-5 cm- berbunga lebat dan serempak. Itu tidak lain mozza.

Padahal, saat itu adenium-adenium lain masih enggan berbunga lantaran masih banyak turun hujan. Ketika kemarau, pada Mei 2008, deretan mozza tampil paling semarak. Jenis lain tak sebanjir itu.

Mozza mewarisi sifat-sifat induknya. Ibunya, eye of the storm, terkenal karena kelebatan bunganya. Soal kerajinan, mozza malah melebihi eye of the storm. Pertumbuhan mozza lebih cepat daripada eye of the storm. Pada umur yang sama mozza lebih banyak tumbuh cabang sehingga bunganya lebih lebat. Mozza sudah mulai berbunga pada hari ke-45 setelah sambung, sedangkan eye of the storm baru berbunga setelah 2 bulan.

Peach

Tak hanya mozza yang menyeruak pasar di luar prediksi. Dottie-bunga putih keruh dengan semburan pink di tengah-juga menempati jajaran lima besar silangan baru yang paling diminati konsumen. Silangan asal Taiwan itu lebih banyak menarik kalangan pemula lantaran warna yang lembut dan corak sederhana.

Salmona-bunga berwarna putih dengan corong peach-pun jadi andalan. Pada April 2008, thorra, ayala, bonzy, benito dan elexa muncul menyusul mozza, dottie, salmona dan 9 silangan lain yang dirilis Godong Ijo pada Februari 2008.

Bonzi yang paling moncer di antara 5 silangan yang dirilis April 2008 itu, lagi-lagi varian the peach. Bonzi berwarna putih keruh dengan corong peach dan strip merah tegas di tengah petalnya. Itu sesuai dengan prediksi Handry Chuhairy-pemain adenium di Tangerang, tentang varian peach akan naik daun.

Corong kuning
Di Yogyakarta lain lagi. Yang menjadi perbincangan adalah adenium silangan Untari Retno Wahyuni. 'Silangan dengan corong kuning sulit didapat,' kata wanita yang sudah menyilangkan adenium sejak 5 tahun lalu itu. Empat silangannya yang bercorong kuning mekar pada akhir 2007 yakni Kallalia, yu mi ko, patrick dan first day.

Kallalia bertepi merah dengan strip pada petalnya sangat tegas, mirip brave heart. Hanya saja corong kallalia lebih kuning dengan petal tengah putih yang lebih kentara.

Sementara first day, petal dominan putih dengan garis sembur yang sempit tapi tegas. Tari menggunakan painted lady jadi tetuanya. Dengan tetua ini pula, pemilik Omah Ijo itu berharap bisa menghasilkan adenium berpetal putih yang lebih bersih.

Silangan-silangan baru si mawar gurun seolah tak ada habisnya, pantas jika penggemarnya tak pernah bosan untuk terus berburu. (Nesia Artdiyasa)

Majalah TRUBUS edisi 463 xxxix Juni 2008

Senin, 24 Maret 2008

Lahir dari Hasil Seleksi

Penantian panjang Untari Retno Wahyuni di Minomartani, Yogyakarta, selama 8 bulan akhirnya terpampang di depan mata. Beberapa semaian biji adenium hasil silangan sendiri mulai berbunga. Sekitar 30 bunga di antaranya bernuansa baru. Sebut saja bright candy dengan splash merah disetiap tengah petal dan renjana bermahkota lancip berwarna ungu.

Aktivitas menyemai biji mawar gurun hasil silangan sendiri itu Untari mulai sejak 4 tahun lalu. Memang tidak semua biji silangannya disemai karena sebagian dijual tanpa ditumbuhkan terlebih dahulu. “kalau menuruti permintaan, barangkali saya tidak akan pernah bisa menyemainya karena habis terjual. Tapi saya harus tetap menyemai sendiri. Kalau tidak bagaiman saya belajar sifat pewarisan karakter adenium,” kata wanita kelahiran Yogyakarta itu.

Makanya ibu 2 anak itu juga berharap mendapat informasi balik penampilan adenium dari hobiis yang membeli biji hasil silangannya. “ Dari informasi yang didapat, ia belajar karakter bunga untuk menentukan arah seleksi lebih lanjut. Termasuk menentukan tetua yang akan dipakai selanjutnya. Musababnya, corak bunga adenium tidak lepas dari sifat karakter moyangnya. Jadi, kalau ada 2 bunga disilangkan hasilnya beragam.

Sayang, tidak semua hobiis memberikan informasi balik yang diharapkan Thari. Jika ia menyemai semua biji silangan sendiri, mungkin kini didapat data lengkap karakter bunga. Selain itu, bila ada yang penampilannya bagus bisa dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan dalam bentuk biji.

Ikut tren
Untuk menghasilkan jenis baru Thari tak asal menyilang. Sebelumnya pehobi fotografi itu memilih calon indukan berdasarkan tren pasar. Informasi pasar ia peroleh dari hobiis yang tergabung dalam milisnya. “Awalnya orang suka bunga yang berwarna merah polos dan berukuran besar, “ kata Thari. Karena pasar menginginkan bunga yang seperti itu, ia pun membuat silangan yang kira-kira hasilnya seperti yang diinginkan pasar.

Pada 2004 konsumen menyukai adenium berbunga merah, berukuran besar, dan polos tanpa corak. Setelah itu 2005, konsumen beralih ke corak yang diawali oleh kemunculan harry potter. Menurut Thari tren harry potter masih berlangsung hingga sekarang. Maksudnya, hobiis menyukai bunga bercorak, tidak polos. Dari situlah ia kemudian menyeleksi calon indukan dengan harapan silangannya mengikuti tren pasar.

Seleksi dilakukan terhadap calon indukan. Yaitu yang punya corak bunga menarik. Dua macam sistem persilangan dilakukan. Pertama, persilangan indukan yang berkarakter mendekati tren pasar yang Thari sebut sistem pretty on pretty. Kedua, persilangan indukan yang berkarakter khusus ditujukan untuk menghasilkan breeding line tertentu yang disebut sistem gabungan.

Hasil silangan sistem pretty on pretty antara lain hp family, innocento, pinky, red sillouette, surokusumo, dan 5 jenis baru yang masih tanpa nama. Sebagian besar bentuk mahkota bulat dengan minimal 2 warna. Tujuan dari sistem silangan pertama untuk mengisi dan meyempurnakan kekurangan yang ada pada bunga saat ini sehingga penampilannya jadi lebih menarik.



Biji silangan Thari yang dijual kebanyakan berasal dari sistem pretty on pretty. Itu karena lebih cepat didapat dibandingkan dengan hasil akhir tahapan breeding line yang memerlukan waktu lama untuk dinikmati. Contoh hasil akhir breeding line adalah menciptakan bunga adenium warna ungu. “ menghasilkan bunga adenium berwarna ungu polos sangat sulit. Warna ungu merupakan cerminan sifat homozigot gen resesif warna merah muda dan gen resesif kopigmennya. Tanpa tahapan breeding line, justru semakin lama diperolehnya,” ujar Thari.



Cuplikan dari majalah TRUBUS
Edisi 460 Maret 2008, hal 32-33

Selasa, 15 Januari 2008

UNTARI RETNO WAHYUNI: Serius Ciptakan Hibrida Baru Adenium



Ia kepengin suatu saat komunitas adenium dunia mengenal Indonesia sebagai penghasil hibrida adenium berbunga istimewa.

Cita-cita itu pula yang membuat Untari Retno Wahyuni, pecinta adenium di Yogyakarta, tertarik untuk serius menyilangkan sukulen berjuluk mawar gurun. Cukup banyak adenium hibrida yang sukses ditelurkannya. First day, novella, deal, renjana, Yu mi ko, dan inocento adalah beberapa nama adenium hibrida karya Tari, sapaan akrabnya. Banyak silangan yang belum diberi nama atau dalam taraf penyempurraan. Sebagian lagi sudah beredar di kalangan hobiis adenium, namun tidak dikenal sebagai silangannya.

Tari mengaku sudah cukup banyak pemain yang mencoba lebih serius menyilangkan si mawar gurun. Takjarang mereka saling tukar informasi, termasuk berbagi dan pamer hibrida dari masing-masing penyilang. Kalau melihat hasil silangan yang diperlihatkan rekan penyilangnya, kualitas dan kuantitasnya sudah menggembirakan. Tinggal tunggu keberanian saja buat di-publish, ujarnya.

TANTANGAN SUAMI
Cerita dimulai kira-kira empat tahun silam. Tari jatuh hati pada adenium saat melihatnya dalam sebuah pameran. Sebelumnya ia memang sudah menggemari tanaman hias berbunga indah, terutama anggrek. lbu dua putri ini terpukau melihat poster berisi foto 101 hibrida adenium dengan kelir yang berbeda-beda. Saya takjub karena corak bunganya warna-warni. Akhirnya saya beli satu bunga blue hawaii, lalu beli lagi morodoklok. Dan terus berlanjut sampai saya punya ke semua varian yang ada dalam poster itu, kenangnya.

Suami saya menantang saya untuk menyilang. Masak sih semua harus dari Bangkok, kata Tari. Ditambah lagi para hobiis adenium di Tanah Air juga ramai memperbincangkan cara menghasilkan biji adenium. Secara kebetulan wanita yang kini mengibarkan merek Omahijo Nursery, menemukan lebah yang terjepit dalam anther slit bunga blue hawaii. Ini yang lantas menjadi inspirasi mengenai cara penyerbukan bunga adenium.

Ia lantas belajar mengenai morfologi bunga dan juga mekanisme penyerbukan aneka bunga dari berbagai literatur biologi. Tari menemukan adanya kesamaan struktur dan posisi organ reproduksi adenium dengan Asclepias erosa (desert milk weed) sejenis rumput liar asal Afrika.

Dugaannya, mekanisme penyerbukan kedua tanaman itu serupa. Ia pun mempraktikkannya selama 6 bulan dan ternyata berhasil.

Setelah silangan pertama berbunga, alumnus Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta ini makin berminat. la menyebut menyilang tanaman itu enigmatic, penuh teka-teki yang mengasyikan bila diselami. Selain dituntut berpikir, berimaginasi, juga perlu kesabaran layaknya mengurai benang kusut. Tapi tak bisa disangkal, keberuntungan juga dibutuhkan. Belum lagi perasaan harap-harap cemas waktu menunggu benih yang kita semai berbunga. Akankah mekar sesuai harapan kita, membawa kejutan, atau berubah jadi melodrama yang menyedihkan, ujarnya antusias.

BUTUH LOMPATAN
Penyilang asal kota gudeg ini menerapkan dua metode penyilangan. Metode pertama adalah improvement, bertujuan menyempurnakan kekurangan pada bunga yang sudah populer sekarang. Setiap muncul kembang anyar dari Thailand atau Taiwan, dicari kekurangannya dan apa yang perlu ditamoahkan agar lebih menarik. Dilakukan untuk mendapatkan hasil bagus dalam waktu relatif cepat. Butuh lompatan jntuk mengejar ketertinggalan dari Taiwan dan Thailand yang telah mulai lebih dari 10 tahun yang lalu, ungkapnya.

Prinsip dasar penyilangan improvement adalah pretty on pretty. Bunga yang punya kelebihan tertentu disilangkan dengan bunga yang memiliki kelebihan berbeda. Menurutnya, karakter anak hasil silangan dipengaruhi tetua jantan-betina dengan porsi seimbang, 50.50. Novella adalah contoh penerapan metode ini. Pilih tetua yang mempunyai ciri dekat dengan tujuan penyilangan. Anakan yang dlhasilkan tidak jauh dari cantik-cantik dan cantik sekali, tandasnya.

Metode kedua adalah penyilangan unique. Tujuan akhirnya, menghasilkan bunga yang benar-benar unik, belum pernah ada di pasar baikwarna, corak atau kombinasi keduanya. Dibutuhkan waktu relatif lebih lama dari metode pertama. Harus membuat breedingline untuk sifat yang kita inginkan. Intinya, buat line untuk sifat-sifat rertentu yang kelak akan kita gabungkan. Saya sedang berusaha mencetak bunga berpola harry potter tetapi warnanya terbalik.

BAGI-BAGI BIJI
Hasil silangan dikategorikan bagus jika fase generatif, berbunga pertama kali, tidak terlampau lama alias waktu kurang dari 8 bulan. Setiap tangkainya harus memiliki tiga kuntum bunga pertangkai saat pertama kaji berbunga. Bentuk dan tampilan bunga bagus, warna tegas dan tahan lebih dari 10 hari. Bentuk yang ideal, menurut saya, bunga membulat, petal overlap-penuh, petal tebal dan tidak melengkung ke atas atau ke bawah. Petalnya rata, corong bunga tidak terlalu panjang dan mulut corong bunga sempit, ungkap Tari.

Tak semua hasil silangan langsung dijual, sebagian disimpan untuk dikembangkan, sebagian bahkan dibagi-bagi ke kolega. Awalnya, Tari menyemai sendiri biji hasil silangan nya karena hasil panen memang belum terlalu melimpah. Saat bertambah banyak, ia pun pusing ketika harus menyemai. Saya tawarkan ke teman-teman. Saat kelak berbunga saya harap dapat laporan, macam bunganya seperti apa. Sayangnya kebanyakan justru tanpa kabar. Anehnya enggak ada laporan komplain kalau jelek, malah terus saja minta dikirimi biji silangan, katanya.

Kepengin dapat kiriman biji silangan? *

TIP MENYILANG ALA TARI



Mekanisme penyilangan adenium, menurut Tari, sangat gampang. Kegagalan umumnya terjadi akibat salah menentukan receptive area putik stigma bunga. Kesulitan biasanya hanya terjadi dalam menentukan bunga yang hendak digunakan sebagai induk jantan dan betina.

Paling ribet justru waktu memberi label persilangan dan kegiatan catat-mencatat sesudahnya,° ungkap Tari.

Cara penyilangan bagaimana? Ambil polen pada bunga yang dipakai sebagai induk jantan dengan tusuk gigi atau alat lain. Usapkan dan usahakan agar polen dimaksud menempel di bagian receptive area putik bunga yang dijadikan induk betina. Kalau mau lebih mudah gu
akan kaca pembesar /hand loupe/. Kalau sudah terbiasa, up tak diperlukan lagi.

Saat pertama menyilang, jangan pelit memakai polen. Ambil polen dari dua atau lebih bunga induk jantan sejenis 'Untuk menyerbuki satu putik bunga induk betina. Kelak kalau sudah terbiasa dan hafal, polen dari satu bunga calon induk lantan dapat dipakai untuk menyerbuki 3 sampai 4 putik bunga calon induk betina, terang Tari.

Keberhasilari penyerbukan bakal tampak mulai hari ketiga, akan semakin jelas di hari ketujuh. Antara lain, pedicle tangkai bunga.dan receptacle dasar bunga terlihat membesar. Kadang tangkai bunga tampak berwarna kemerahan, calon buah terlihat membesar dan belahan tanduk buah nampak jelas memisah. Usia matang tanduk buah /seed pod/ rata-rata tiga bulan. Namun beberapa arietas bisa sampai 5-7 bulan, lanjut wanita yang hobi balap go kart.

Soal waktu menyilang, tak menjadi masalah. Memang -kalau dilakukan malam hari atau menylang pagi harus menggunakan bantuan penerangan seperti head Igmp: 'saya kebanyakan menyilang di pagi hari, sebelum berangkat ke kantor. Tapi lebih ke alasan ketersediaan waktu. Kadang penyilangan juga saya lakukan sore atau malam hari juga, tuturnya.

Dimuat di majalah Garden, Desember 2007

UNTARI RETNO WAHYUNI: Belajar Menyilang Dari Lebah




Suatu sore pada awal tahun 2003, ia mendapati lebah mati terjepit di anther bunga blue hawaii. Itulah yang memberi inspirasi saya bagimana seharusnya penyerbukan adenium. Lantas saya mulai mencari dan mempelajari buku fisiologi tanaman, teknik menyilang dan pemuliaan tanaman, lanjutnya.

Setelah kurang lebih 6 bulan coba-coba menyilang baru berhasil. Penyilangan dilakukan pad a November 2003, antara red dusk (A. obesum) dan Harry Potter (Adenium hybrid) berjalan sukses. Penyilangannya pas hari ulang tahun anak pertama saya, tanggal 1 Nopember. Mulai muncul calon biji tanggal 15, dan panen biji tanggal 11 Februari sebanyak 150 biji, ujarnya.

Semua biji lantas disemai dan hasilnya cukup bagus, 95% berhasil tumbuh. Sembilan bulan berselang, tanaman hasil silangannya mulai berbunga. Corak bunganya perpaduan kedua induk atau nenek-kakeknya. Mekar pertama tanggal 24 Oktober 2004, terangnya.

Tari paling suka hasil silangan Pink Lines dengan Harry Potter, yang diberi nama First Day. Warna dan corak bunganya imut, lucu, dan genit. Soal nama memang saya serahkan ke teman-teman lewat sayembara. Pemenangnya nanti saya kirimi benih dan pupuk, ujarnya. Salah satu silangan paling mengesankan pemilik Omah Ijo Nursery ini juga masih keturunan Harry Potter. Ini merupakan salah satu obsesi saya, kebalikkan dengan corak Harry Portter. Saya ingin bunga merah bergaris putih tegas. Nah, yang ini agak mendekati, tinggal disempurnakan, lanjutnya.

Awalnya, Tari menyukai anggrek. Namun suaminya kurang begitu suka. Pilihan lantas jatuh ke adenium, karena bunganya beraneka warna dan corak. Sosok pohonnya unik dan khas. Paling utama mudah perawatannya dan suasana rumah tidak lembap dan gelap, karena pohon ini suka sinar matahari, ujarnya, pertama mengenal adenium pada awal 2003. Koleksi pertamanya, blue hawaii berkelir ungu dan berbunga lebat, dari Godongijo Nursery.

Trik Menyilang Adenium Ala Tari

Tujuan seleksi harus jelas. Ingin menghasilkan bunga, bonggol, jenis daun, pertumbuhan atau sifat lainnya. Rasional dalam menentukan kriteria seleksi. Cari informasi tentang sejarah jenis atau bunga indukan. Kumpulkan materi genetik sebanyak yang kita bisa. Banyak belajar dari buku, jurnal, majalah, tabloid, atau orang yang lebih tahu, saran Tari.

Menyilang adenium itu gampang, yang susah menentukan indukan yang sesuai. Soalnya bunga adenium mempunyai sifat incompabilitas yang tinggi dan self sterile. ujarnya. Bunga adenium tergolong penyerbuk bersilang. Jadi. sebenarnya semua bijinya adalah hibrida. Beberapa spesies atau varietas sering tidak bersesuaian alias saling menolak. Ada juga adenium yang putiknya (stigma) tidak berfungsi secara baik, dan beberapa lainnya tidak menghasilkan pollen.

Berdasar pengalaman Tari, spesies Adenium swazicum dan turunannya tidak dapat dipakai sebagai indukan betina. Soalnya stigma tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kalaupun terbentuk calon biji, perkembangannya tidak begitu baik. Demikian juga penyilangan antara A. obesum dengan A. arabicum sangat sulit dilakukan. Namun anehnya kalau arah persilangan dibalik, A. arabicum dengan A. obesum kemungkinan diperoleh biji jauh lebih mudah.

Dimuat di Majalah Flona, Mei 2006

Senin, 07 Januari 2008

Cerita tentang JFG 2



Rekan adeniumania,

"Sedikit" cerita tentang Jogja Family Gathering (JFG) yang Alhamdullilah telah sukses terselenggara pada tanggal 30 Des 2007.
Dibantu rekan saya DR. Henky Kurniawan Phd. D.E.A, dari Balikpapan, acara diawali dengan doa bersama untuk berterima-kasih kepada yang maha Kuasa telah mempertemukan kita semua hari itu, juga doa untuk sahabat serta guru terbaik kita mas Adeng Watuputih yang telah lebih dulu menghadap kepada sang Khaliq, semoga beliau diterima di sisiNya.

Selanjutnya ucapan selamat datang dari ketua panitia, mas Tomo dan dilanjutkan oleh tuan rumah, Bp. Sukris.

Tamu-tamu sudah memenuhi gasebo Kondhang Nursery , rombongan dari Jakarta mas Didi, mas Asep dan mas Alan, rombongan mas Fendi Salim dan mas Murjito beserta keluarga , mbak Nanik dari Klaten mewakili mas Kunto Aji Jakarta, Mas Wiwien dan keluarga dari Semarang, Mas Suwono dari Kudus, mas Priyanto dari Mojokerto , mas Arbi dari Batam, mas Yugi dari Tangerang dan mas Sutan dari Surabaya . Tentu saja ditambah keluarga besar dari Jogja, keluarga mas Tomo, mbak Sita dan keluarga, mbak Nunung dan keluarga, mas Indra Novian dan keluarga , pak Sukardi , Mas Genjos , Pak Aziz Purwantoro dan keluarga dan beberapa rekan dari perkumpulan tanaman di Yogya. Mohon maaf kalau ada nama yang terlewat , harap maklum …

Tidak lengkap rasanya kalau acara JFG tanpa kejutan untuk keluarga terkasih, saya dan mbak Nunung sudah menyiapkan sedikit surprise untuk mbak Rini dan Mas Krisnata yang merayakan ulang tahun. Tgl 29 utk mbak Rini istri mas Tomo dan tgl 29 utk mas Kris . Acara tiup lilin dan potong kue dimulai. Sayang kok tega-teganya sahabat saya mas Kris menyengaja terlambat hadir. . . . .



Setelah nyanyi bersama dan rehat sejenak sembari menikmati kue kiriman mas Bagus Respati dari Jakarta, keripik sukun dan kerupuk ikan dari mbak Farika Cilacap juga wingko nan lezat dari mas Wiwien, dan yang bakal tidak terlupakan - salak pondok dari mas Tomo, acara dilanjutkan ke materi pokok pertama disampaikan oleh Bp. Aziz Purwantoro . Tapi kok lebih pas dipanggil Mas Aziz ya… he..he..he.. masih muda dan ganteng, beliau juga membudidayakan tanaman Puring, koleksi beliau sudah mencapai ratusan jenis.

Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Terima kasih untuk rekan-rekan yang sudah aktif bertanya sehingga wawasan kita tentang pemuliaan tanaman makin komplit.
Suami saya tiba-tiba colak-colek lengan saya, memberi isyarat kalau ada tamu datang . Aha…spesial thanks untuk mas Krisnata dan mbak Riana nyonya tercinta yang sudah menyempatkan menengok kami langsung dari bandara. Setelah ngobrol sebentar saya minta ijin untuk kembali ke tempat tugas.



Siang menjelang, saatnya makan siang, jerit tangis dan tawa anak-anak makin membuat suasana ramai. Daffa, Gallo, Nadjwa, Faiz, Iyan, Afa , dan dedeq2 bayi thanks ya sayang sudah mau diajak Papi dan Mommy ke acara ini.
Ibu-ibu mulai sibuk menyuapi putra-putri masing-masing, tak terkecuali saya harus meletakan mike sebentar mengurus 3 bayi saya untuk makan siang, terutama bayi yang paling gede kalau tidak diladeni istri bisa mogok makan.

Tamu-tamu mulai makin akrab bercengkerama sembari sibuk suap menyuap sibuk pula bercerita tentang bisnis tanaman, koleksi, tukar-menukar kartu nama dan tentu saja cerita tentang keluarga . Tak lupa muter jalan-jalan dari satu koleksi tanaman ke koleksi lain milik Kondhang Nursery. He..he..he.. saya yang mengamati sampai pusing, uuaapik-apik tenan. Sayang seribu sayang semua itu NOT FOR SALE. …….. Padahal sudah jalan ke selatan muter ke utara ke barat balik lagi ke selatan.. sambil mencari-cari. Swear kewer-kewer pasti demikian dengan yang lain, sambil muterin koleksi, sambil ketawa-ketawi say hallo, terbentur not for sale. Saya melihat kekecewaan rombongan Indonurseri saat ada jawaban not for sale untuk koleksi pot juga …..

Saya kembali mengumumkan agar rekan-rekan segera memasuki gasebo agar acara bisa dilanjutkan, makhlum acara masih banyak tapi rasanya waktu berjalan begitu cepat.
Acara dilanjutkan dengan perkenalan juga kesan pesan dari rekan-rekan yang telah hadir mewakili dari wilayah barat, wilayah timur, wilayah utara, wilayah selatan, pokoknya dari wilayah manapun ada, hi..hi..hi..

Sesi selanjutnya milik mas Fendi Salim. Dengan cekatan beliau memperagakan grafting bor, dan adenium berbagai macam gaya. Tabik suhu..!! Ada saja ide dari suhu yang satu ini. Ide-ide original dan luar biasa, yang mampu memberi inspirasi dan pencerahan banyak orang. Saya dan mas Genjos cuma bisa geleng kepala dan berdecak kagum. …. waktu kecil dikasih vitamin apa anak ini…!! Hi..hi..hii..

Setelah mas Fendi, giliran tuan rumah pak Sukris dan Dr. Henky Phd unjuk kebolehan. Mempercantik adenium supaya jadi adenium yang seharusnya. Tak kalah cekatan, beliau berdua membentuk dan meliuk-liukan kawat di batang adenium. Hitungan arah angin, feng-sui, pojok-pojok keberuntungan, dan puluhan alasan lain dikenakan. Putar sana, putar sini, mencari sudut yang tepat arah pandangan utama. Saya yakin, pohon adenium itu pasti sepusing saya yang mengamati. Kuping dan mata berebutan mencoba mencerap “ilmu’ beliau. Blub ….. tiba-tiba dihadapan saya muncul sosok adenium nan aduhai telah dihadirkan beliau berdua. Ada bisikan ditelinga saya entah dai mana datangnya ……. “itulah jadinya kalau Dedi Korbusey dan David Koperfield turun tangan di adenium”
Suatu saat saya harus ketemu langsung beliau-beliau itu untuk belajar lebih rinci “bagaimana membentuk” adenium.

Suasana tambah ramai ketika mas Arman Gado dan Nyonya datang dan langsung mencecar saya dengan ‘sumpah serapah’ ha..ha..ha.. maaf mas, selebriti yang satu ini sibuk luar biasa jadi ‘out of area’ terusss. He..he..he…
Jangan kaget kalau lihat beliau ini boleh dibilang penampilannya tidak mau kalah dengan putera mas DQ simbah Suro, ala Coboy ….. dendy tenan, dan senyumnya itu lho….
Satu sesi harus saya lewatkan, yaitu PRAKTEK mempercantik adenium yang dipimpin 2 pakar diatas. Panggilan tugas seorang ibu. Gallo merengek ngajak pulang. Kasihan keluarga Yu Mi Ko dengan 4 baby kucing yg lucu-lucu, sendirian di rumah, belum dikasih makan, begitu alasannya. “ Iya mi, habis dia itu jadi kucing kok bodho, tidak bisa cari makan sendiri..” Nadjwa menimpali.

Saya lihat jam sudah menunjukkan pukul 15.15 WIB. Iyan putera mas Fendi juga nampak ngantuk. Begitu pula Faiz, putera mas Murjito. He he he ada alasan tepat nih.
“Bapak-bpak dan ibu-ibu, nampaknya hari telah mulai sore. Demikianlah tadi acara JFG. Walaupun sudah direncanakan sematang mungkin tetaplah tak ada yang sempurna. Secara pribadi dan juga mewakili seluruh panitia JFG saya mohon maaf yang sebesar-besarnya bila ada salah ucap, gojekan yang tidak mengena dan tingkah yang tidak berkenan. Dan dengan ini, acara kami tutup. Meskipun demikian pak Sukris dan DR. Henky masih berkenan menemani dan memberi petunjuk bila rekans berkeinginan untuk mempraktekkan cara mempercanik adenium. Sampai jumpa pada pertemuan selanjutnya.

- ^ - ^ -

Terimakasih banyak untuk rekan-rekan semua yang telah hadir di JFG. Saya betul-betul terharu atas antusias dan kebaikan rekan semua yang telah menyempatkan diri datang dari jauh. Juga sms dan dukungan dari rekan yang pamit tidak bisa datang. Alasan dapat diterima, tanggal pelaksanaan yang bertepatan dengan kesibukan kerja, acara keluarga dan hal lain yang tidak bisa ditinggalkan. Terima kasih banyak untuk Pak Tri Widodo Arwiyanto , walaupun beliau tidak bisa hadir namun berkat beliau JFG mampu menghadirkan pembicara kaliber Internasional, juga untuk mas Dicky, mas Sigit, mas Marcel , mas Rohmad, Tonny, mas Handoko, Mbak Ermi, mas Tetra, pak Muklis dan seluruh rekan atas dukungannya.

Very..very thanks untuk Boss Argy, tanpa milis Adeniumania dari mana kita saling kenal dan dilanjut dengan jumpa darat.

Very… very… very.. thanks untuk suamiku tercinta Widodo dan 2 anakku, Gallo dan Nadjwa yang sudah mengijinkan Mommy sibuk sendiri di akhir tahun yang mestinya meluangkan waktu untuk liburan dengan mereka. Aha … untung ada mas Krisnata. Undangan nonton beliau ‘nyumet’ kembang api di hotel Galuh Prambanan, dapat sebagai pengganti untuk Gallo dan Nadjwa.

Waduh… saking buru-buru, sampai mobil, tas bawaan tertinggal di kolong kursi pak Sukris, ada dot susu, baju ganti Nadjwa, plastik grafting yg akan dibagi-bagi dari mas Bagus Respati , kado Aryabima & grafting hybrid dari mas Fendi serta Arabicum merah “calon hadiah” dari DR. Henky ketinggalan…
Sepertinya cerita masih harus berlanjut nich……..

Salam, sampai jumpa lagi diacara JFG selanjutnya. Soon kata mas Tomo dan DR. Henky.

Tharie Wie
www.omahijo.com

Catatan : “Nok, rombongan Indonurseri ternyata juga sekalian meninjau kebun anthurium mereka di Karanganyar Jateng, kata anak sulung saya.