Tampilkan postingan dengan label Adenium Family Gathering. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adenium Family Gathering. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Desember 2008

PSM 5 - Sempurna .....










Sabtu, 29 November 2008, saya menyaksikan wujud MFNW yang sebenarnya di event PSM 5. Sulit dituangkan dalam tulisan suasana saat itu. Ketakjuban om nJos lewat kata-kata seperti : Elok tenan …, Uedan….., Kok bisa ….., paling tepat menggambarkan suasana pesta di hotel Galuh saat itu.

Keseriusan materi acara kultur jaringan Prof Novi, bukti dari “cewawakan” bukan berarti tidak bisa serius.

Adenium bonsai Dr. Hengky yang dilengkapi sulap di sana-sini, bukti bahwa serius bisa dibawa santai.

Shock grafting dari pak Agustinus dan kawan-kawan, wujud kerjasama yang apik, ada berbagi, arti persahabatan yang dalam nan sepantasnya ada di hati penggemar adenium.

Uraian materi pemupukan dari pak Muklis Ponska Gresik, bukti keseriusan niat konglomerat membina dunia tanaman Indonesia .

Kehadiran mas Rudi Flona, mas Bama TV Kompas, mas Rudi Go Green melengkapi pembuktian apresiasi media masa atas terselenggaranya PSM 5.

Apalagi lokasi pertemuan PSM5 bisa terselenggara di Hotel Galuh yang bersuasana nyaman, hingga membuat acara tak terasa mengalir dari jam 10 sampai 5 sore. Juga bisa menjadi bukti adanya dukungan konglomerat bagi komunitas adenium. Terimakasih om One, mungkin di lain waktu kami mau pinjam boulevard Galuh untuk acara “gathering’ kampus.







Lantunan key board mas Ain dan suara merdu mbak Mala bukti bahwa yang bertato bisa melankolis. Sayangnya hanya mas DQ yang berani maju nyanyi. Padahal Tony sudah membisiki kalau kuartet pak Iksan, mas Giras, mas Marcel dan mas Owok tidak kalah merdunya, belum lagi suara bariton om BJ.
Jangan dilupakan alunan suaranya Gallo dan Shasa yang menyanyikan lagu sempurna, menambah komplitnya paket PSM5 Make friends not wars.

Kehadiran mbak ayu mbak ayu ( kinyis-kinyis semua, gak cocok kalau saya panggil ibu ) dari Jakarta dan Jogja, bukti gender tidak membatasi adenium. Sayang Jawa Timur belum terwakili …. padahal ada jeng Maria … (hari libur warung sotonya tidak bisa ditinggal … kaleee..)

Satu lagi yang om nJos sampaikan dengan takjub, rombongan dari Jatim dan Bali itu kan para juragan adenium. Pak Hartono (Taiwan Release), pak Hidayat (Jegeg), pak Agustinus (A&T), pak Agus (pot), siapa sih yang tidak kenal beliau-beliau datuk persilatan adenium dari timur ….. (tapi mana om Tetra ?)

Jangan salah, kata saya. Itu om BJ (Puspa), itu mas Giras (Kunciran Farm), itu mas Rohmad (Bojong Nursery), itu kong Penzot (Itut Nursery), itu mas Marcel (Tuna Adenium) …… juga kualifikasi juragan dan pendekar lho …..

Suer …. hanya ketakjuban yang ada. Sulit dilukiskan sekaligus sulit dilupakan suasana yang tercipta saat itu.

Kepada teman-teman PSM5, terimakasih saya ucapkan.
Terima kasih juga untuk teman-teman yang sudah memberikan doa dihari ulang tahun saya, semoga Allah membalas semua kebaikan yang telah teman-teman berikan dengan limpahan rahmat dan rejeki, amien…amien…amien…


Tharie Wie

Selasa, 28 Oktober 2008

Undangan : PSM 5

PSM 5 tour MFNW 2008 with the tittle " WHEN THE WEST MEETS THE EAST at THE CENTRE ".

Mengundang rekan-rekan Milis Adeniumania

Tanggal : 29 Nov 2008
Pukul : 12.00 (Lunch Time) - end
Tempat : Hotel Galuh - Prambanan - Klaten - Jawa Tengah
Acara : Temu MFNW dgn para sahabat dari Jatim - Jateng - Jabar - Jakarta
Beaya : FREE for lunch and coffe time

-Transportasi dari Jakarata: Bus Super Exclusive Shimphony 40 seat (MERCI 2007)
-Pendaftarandi mulai hari ini.
-Untuk de Kaipang Jakarta/Tangerang/ Bekasi/CikarangK arawang/Cimahi/ Bandung dan sekitarnya dibebankan dana partisipasi Rp 200.000 sudah termasuk kaos dan sticker, transport dan akomodasi di Hotel Galuh
- Pembayaran ke rek a/n Antonius Sigit. BCA 2291352032
- Guna menghidari yg sdh daftar tapi gak jadi ikut, maka pembayaran peserta paling lambat 10 Nov 2008
- Peserta di batasi 40 orang
- Berangkat tgl 28 Nov 2008 jam 19.00 WIB dari Bakrie Land Kuningan ( Kantor RMD)
- Pulang tgl 29 Nov 2008 jam 17.00 WIB
- Tiba Jakarta tgl 30 Nov 2008
-Teman-teman di luar Jakarta (Bekasi/CikarangKar awang/Cimahi/ Bandung ) sedang dipikirkan dan akan dikoordinator oleh mas Thomas mengenai meeting pointnya,sekitar rest area tol Cikampek (tba).

Bagi rekan-rekan di Yogyakarta , Jateng dan sekitarnya bisa mendaftar melalui link comment di bawah.

Thanks.

Tharie Wie

Rabu, 22 Oktober 2008

JFG 1 - Mengenang Sahabat


Milis Adeniumania mengadakan acara jumpa darat lagi, kali ini rekan-rekan dari Jakarta yang punya gawe dan akan menggelar acara PSM 5 di Yogyakarta. Paguyuban Sudi Mampir (PSM) Jakarta memang aktif mengadakan acara jumpa darat, materinya pun ringan hingga berat padat dari sekedar ketemuan, ngobrol ngalor ngidul hingga kontes adenium tingkat Nasional. Selain Jakarta, Jogjakarta kota kelahiran saya lumayan aktif juga mengadakan acara serupa. Biasanya kami kemas dalam judul Jogja Family Gathering (JFG). Hingga tahun 2008 ini JFG sudah mengadakan pertemuan sebanyak 2 kali.
JFG 2 yang terselenggara akhir tahun 2007 telah saya posting, tapi JFG 1 belum saya ceritakan. Ada keharuan yang tiba-tiba muncul, mengingat acara JFG I sahabat saya Aris Budiman atau Adeng watu putih masih hadir mengisi acara namun di JFG 2 rekan saya tersebut tidak mungkin hadir kembali karena telah meninggal dunia.

Berikut liputan lengkap JFG 1 - Kisah malam jum’at kliwon , Kamis, 17 Mei 2007
( Reportase pertemuan JFG di Turi Yogyakarta - mengenang seorang sahabat )

Pukul : 09.13 wib
Nada sms terdengar, sekali pencet terlihat dilayar HP : From Dicky – Just landed mbak to meet pendekar-pendekar adenium jogjess… rgds/mDQs.
Saya sudah mulai teriak sambil mencet tombol replay..
“ Gallo, Nadjwa.. Wid.. ayo cepet, tamu sudah mulai datang lho… belum jemput Om Djos dan mas Adeng lagi…”
“ Ya mommy…. Aku dah selesai kok dandannya..” Gallo & Nadjwa ikut teriak-teriak.
“ Lha.. Nunung endi..?” tanya Wid enteng...
“ Wo.. iyo…”. Tangan segera meraih gagang telpon. Terdengar NSP ‘surga cinta’ ADA Band. Ning suwi….. ora diangkat-angkat… walah neng endi meneh koncoku siji kae…
Dialing lagi… dialing lagi…. Ora diangkat juga.

Pukul : 09.25 wib
Telpon masuk… dari Nunung : “ Rie… sorry aku gak dengar, baru ambil carang gesing buat dibawa ke Turi…”
“ oke..oke.. cepet yo… aku dibelikan juga.. 10 bungkus ya… “ walah.. ujung..ujungnya nitip..!
Lima menit kemudian Mobilnya Nunung sudah nyampe depan rumah.
“ titip anak-anak dan fatimah di mobilmu yo… aku jemput mas Handoko dan Om Genjos..”.
Beriringan kami ke Hotel Kusuma, tak jauh dari rumah untuk jemput Boss e Adesidjo, mas Handoko ( sayang Tonny nggak ikut.. ).
Dari Hotel, meluncur ke Botanica Garden di daerah Maguwoharjo untuk jemput Om Genjos.
“Mbak, bapak ora sido rawuh (datang). Kakinya pagi tadi terasa ‘linu-linu’, padahal sudah nyiapke bahan”, itu sapaan pertama dari om Genjos.
Walah… saya jadi ‘syok’… lha orang yang paling ditunggu malah nggak bisa datang.. Tapi batin saya… ‘dah biasa… nggak pake telor…!! ‘
“Ya udah aku yang telepon”, seperti biasa Wid sok pahlawan.
Pencet HP lagi … Lalu : ” Den … piye, katanya mau demo ‘mbeleh’ arabicum ……. bla, bla, ..”. “He, he .. he, kebanyakan makan emping ya.., dadi kumat. “ Wid menutup telpon.
“ gak iso … ning konco-koncomu ditawari kalau tertarik lihat koleksinya, boleh mampir di Gejayan, koleksine Adeng sing apik-apik sudah diboyong pindah kesana..” Wid menyampaikan berita.
“Ya udah nanti tak sampaikan ke rekans semua, yang penting sekarang segera ke Turi, wis awan”, potong saya menutup acara ‘tunggu-tungguan’


Pukul : 09. 55 wib
Telpon masuk lagi … dari Mas Adeng : “ Mbak, aku dijemput disanggar ya, aku bawa mobil sendiri, soale arep terus layat Frans neng Semarang..”
Dari Maguwoharjo ke Jalan Kaliurang… wus…wus… sopir e ngebut…!!! Di jalan masih tetep disambi guyon dengan mas Djos… orang satu itu memang gak akan habis bahan omongan dan banyolannya… !
Sampai di sanggar Watu Putih jl. Kaliurang, Mas Adeng sudah menunggu.
“ Mbak, gaween acaraku ojo awan-awan yo..”
“ Oke.. boss… jam 13.00 rampung to ?
si boss manthuk..manthuk…

Pukul : 10.25 wib
Beriringan 3 mobil kami ngebut dari Watu Putih Nursery menuju Rumah mas Tomo di Turi.
Tiba di Turi, di ujung jalan masuk.. sudah banyak mobil menumpuk di parkiran halaman rumah mas Tomo yang luas.
Turun dari kendaraan…
A.. ha… siapa tuch yang berkacamata dan bertopi berdiri ditengah jalan..???
“ Mas Dicky ya..?”
“ Iya…, Mbak Tharie ya..?”
He..he..he.. akhirnya ketemu juga, ternyata nggak kaya simbah-simbah… , malahan kata Mbak Sita begini … “ eh… mbak, Mbah Suro ternyata lebih ganteng dari foto di PSM ya… yang kemarin kok serem dan sangar, tato an lagi..” hi..hi..hi…
Setelah salam-salaman dan saling berkenalan, akhirnya masuk ke dalam rumah. Duduk lesehan di dalam rumah yang sejuk…. Hmmmm .. nyaman…

Pukul 11.00 wib
Setelah mengucapkan selamat datang kepada para Tamu yang hadir, acara dibuka dengan sambutan dari Mas Tomo.. ( saya sempat bingung cari-cari mas Tomo, sudah saya sebut nama beliau tapi nggak nongol-nongol. . ternyata baru sibuk ngasih panduan untuk tamu-tamu yang masih di jalan menuju rumah mas Tomo )
Acara dilanjutkan, Sesi pertama di isi oleh seorang Narasumber anggota milis adeniumania yang agak pendiam. Namun jangan kaget setelah ketemu langsung, beliau adalah sosok yang sangat supel dan ramah. bpk. Dr. Ir. Widodo Arwiyanto ,MSc Staf pengajar Fakultas Pertanian UGM.
Beliau diminta menyampaikan materi perihal :

Seputar hama penyakit tanaman (adenium) yang sering terjadi di daerah tropis

Cara mencegah dan mengatasi hama tersebut di atas secara benar. Tepat sasaran, murah, dan tuntas.

Pak Tri Widodo juga pemilik ANIS ORCHID NURSERY yang beralamat di
Kweni RT-01, Bantul, Yogyakarta-55188, INDONESIA
http://www.anisorch id.com. Silahkan surfing dan bisa pesan online atau datang langsung.
Oh ya… materi dari Pak Tri dibagikan berupa fotocopy, Mas Tomo atau mas Indra mungkin bisa mengusahakan bentuk file untuk anggota milis yang menghendaki materi dari Pak Tri.
Sambil mendengarkan uraian pak Tri , minuman dan makanan kecil sudah lengkap tersaji… wuih… pesertanya langsung nyerbu … ada jadah tempe bawaan Mbak Sita, Tahu Bakso kiriman dari Mbak Mita , Mete kiriman dari Mas Adi , Carang gesing yang dibawa mbak Nunung, kacang godok, roti, dan jajanan lainnya serta tak akan ketinggalan salak hasil kebun mas Tomo… wis… mbuh liyane .. saking akehe…
Setelah sesi tanya jawab selesai, acara sudah langsung saya kebut lagi, jhari sudah makin siang.

Pukul 12.00 wib
Sesi berikutnya, Narasumber yang kedua ini adalah orang yang mengenalkan adenium kepada saya, beliau ini yang membuat saya mabuk kepayang kepada adenium.
Guru dan teman diskusi, tempat saya banyak belajar perihal adenium.
Beliau ini adalah Pioneer adenium di Jogja sejak 1998.
Bagi yang sering membaca majalah Trubus, pasti mengenal sang narasumber. Hampir semua liputan Trubus seputar adenium tidak pernah lepas dari sosok yang satu ini.
Juri kehormatan dalam setiap event besar lomba adenium, mentor juri lomba adenium di DKI Jakarta dan Jawa Timur. Beliau adalah Drs. Arief Budiman. Akrab disapa mas Adeng .
Materi yang disampaikan Mas Adeng meliputi :

Gambaran adenium secara umum, meliputi speci, jenis, variant, dll

Gambaran tentang apa, bagaimana, dan seperti apa sosok adenium yang baik itu. Bagaimana cara memilih dan mencetak calon juara.

Materi ini sebenarnya adalah bocoran dari buku yang tengah disusun Mas Adeng bersama dengan Majalah Trubus.
Bagi rekan-rekan yang menghendaki materi dari mas Adeng, bisa e-mail saya. Tapi tidak semua ya… foto-fotonya banyak buanget.. .

Tidak terasa sudah jam 13.00 wib lebih…
Wah perut sudah keroncongan, tanpa sesi tanya jawab karena mas Adeng buru-buru berangkat ke luar kota dan beliau harus makan siang dulu… saya segera meminta para peserta untuk kembali menyerbu hidangan yang telah tersedia… Hmmm ada Nasi merah, opor ayam, lodeh tempe lombok ijo, oseng-oseng daun pepaya, rendang daging sapi, Sop dan Bakso , buahnya jeruk dan peer serta tak akan lengkap tanpa krupuk kiriman mbak Sari. Hmmmmm… sedap..!!!
Makan siang diselingi cerita ngalor-ngidul, maklum ibu-ibu kalau sudah ketemu ceritanya dimulai dari anak-anak sampai cream wajah…
Kalau bapak-bapak, saya nggak begitu tahu apa yang dibicarakan, tapi kok ketawa ngakak terus ya… jangan-jangan ngrasani ibu-ibu…
Setelah makan siang, saya segera men set untuk acara foto bersama, kalau kira-kira ada 20 keluarga dan semua bawa kamera, hitung sendiri berapa kali senyum, tertawa, meringis, sampai ada yang ( pura-pura ) mengumpat.. saking lamanya cengengesan dan gigi kering semua…
… akhirnya sesi jeprat-jepret selesai…
Acara ramah-tamah masih berlanjut… peserta kumpul diteras depan, saya segera melanjutkan acara, memperkenalkan Narasumber ketiga, yang ini tak kalah sering muncul di Majalah Trubus tentang grafting - menggrafting.
Senang dapat kesempatan tatap muka langsung secara utuh dengan Drs. Yusniar Basuki atau om Genjoz . Guru, teman diskusi dan mmm … pesaing berat nich..!! bisnis benih adenium Hand Pollinasi yang menyenangkan.
Saat diminta untuk menjadi narasumber di acara ini, beliau mengajukan syarat, jangan memfoto Om Djos secara utuh. Mungkin itu alasan mengapa yang sering muncul di majalah Trubus adalah bagian tangan dan jari beliau semata, he..he..he..
Pada kesempatan itu om Genjoz, diminta untuk menjelaskan :

Perihal grafting – menggrafting dari A – Z, pemilihan batang bawah, pilihan jenis grafting (sambung mata, sambung pucuk, sambungan V, atau sambungan flat).

Apa yang akan dan harus dilakukan untuk mempercantik penampilan adenium.

Bagi rekans yang ingin membangun rumah panggung dari kayu, kepada narasumber juga dapat dimintakan nasehat. Contoh bangunan dapat dilihat di sebelah timur Stadion Maguwoharjo, Depok , Sleman… rumah panggung yang besar dan bagus, kemarin saya sudah meminang Om Djos untuk bersedia menerima kedatangan adenium ‘JFG’ club 2 tiga bulan mendatang. Dan sinyal hijau sudah menyala…
Selanjutnya terlihat Om Djos… pasang aksi…
Bonggol bawaannya sendiri di potong, sambung lagi… akhirnya dipotong lagi.. sambung lagi… walah… arep digawe opo Om… Namun akhirnya.. jadi juga bonggol ‘nyeni’ bikinan bos Botanica Garden.
‘ Mbak, ono kopi tubruk…’ Om Djos sudah mulai kelimpungan kalau nggak ngopi.
‘ aku juga mau Mbak… ‘ eh… mas Dicky juga sudah mulai pening.
‘ aku yo gelem nok…’ Wid meringis …
Waduh… ngapunten nich mas Tomo… tamunya minta kopi tubruk…
Acara dilanjut dengan praktek grafting bareng-bareng… bonggol dan entres sudah tersedia…
Pilih bonggol, potong entres, flat grafting, direkat pake selotip kiriman mbah suro, setelah jadi boleh bawa pulang…. Wow… indahnya..
Sambil ngopi , diselingi demo bikin lampion dibonggol adenium oleh Mas Dicky.
Tiba-tiba ada yang berbisik ditelinga saya… “ mbak, ada sesi hand pollinasi adenium nggak…”
Weeh… iyo… ini khan sesinya pak Henky.. lha beliau nggak bisa hadir karena ada tugas kantor yang tidak dapat ditinggalkan.
Celingukan saya cari Mbak Wida, istrinya Mas Indra. Setelah melalui ‘perundingan a lot’ ( ha..ha..ha.. nggak lah.. ) Mbak Wida akhirnya bersedia memberikan Tips and Triks cara menyilangkan adenium.
Sudah bisa ditebak, semua merubung Mbak Wida… sampai sesak, untel-untelan.
Saya sengaja menyingkir… ( ndak tambah bikin sesak maksudnya..! !! ) diikuti Mas Indra, Mas Hondoko, Mas Yus, Mas Tomo, Mas Dicky, Wid… emmm siapa lagi ya ?..
Batin saya.. nah ketahuan khan siapa saja yang sudah bisa HP…!
Tiba-tiba…
“ mbak, entres opo iki..?”
“ Pluto, explora, black warrior, purple crown… opo meneh yo..?”
“ boleh potong mbak..?”
“ silahkan…”
Aksi potong entres dimulai….!!!
Acara makin rame.. seru… cekakaan maneh…!!!
Saya dan Wid lantas jalan-jalan ke kebun pembibitan adenium mas Tomo… wow.. banyak semaian arabicum..!!

Hari makin sore… tak terasa sudah hampir jam 17.00 wib.
Beberapa tamu sudah mendahului pamit.
Saya segera meminta rekan yang lain untuk masuk ruang lagi.
Ucapan terima kasih saya mewakili teman-teman semua , untuk mas Tomo dan keluarga yang telah berkenan menerima kedatangan adenium ‘JFG’ club. Terima kasih banyak untuk makanan yang melimpah.. juga tempat yang nyaman..
Akhirnya mas Tomo menutup acara dengan ucapan selamat jalan, hati-hati semoga selamat sampai tujuan.
Setelah salam-salaman dan janji untuk ketemu lagi… tukar kartu nama… tukar nomor telpon… kami saling berpamitan.
Ehhhh mbak Rini, istri mas Tomo, masih membawakan oleh-oleh seplastik salak untuk tiap keluarga sebagai oleh-oleh…
Wah… terima kasih ya mbak Rini …. Jadi merepotkan.. ( ah… basa-basi yo..)
Tapi kata mas Tomo, Mbak Rini lebih senang direpoti seperti itu daripada tiap tanggal 17 Mei mas Tomo malah pergi ke puncak gunung seperti waktu kuliah dulu…
Weeh… ternyata anak gunung to… jadi ingat jaman dulu , seseorang yang punya hobbie naik gunung dan membawakanku oleh-oleh setangkai bunga edelweis… ( ojo cemburu lho Wid…)
Sebelum naik mobil …..
“ Ayo mas Dicky kerumah saya..” tawar saya
“ oke mbak.. aku sama mas Rochmad ya.. “
Tiga mobil kembali beriringan menuju Minomartani.
Sampai rumah sudah mulai gelap. Langsung menuju kebon didepan rumah.
Saya kembali menyuruh Fatimah bikin kopi tubruk...... ..
“ Pingin entres apa? Silahkan potong sendiri..” tawar Wid sambil memberikan sebilah pisau.
“ Bener nich mas… mbak..”
Ya.. iyalah…. Bener…..!!
Aksi potong entres dimulai… sayang sudah mulai gelap… tidak banyak yang bisa diamati. Tapi mas Dicky sudah mengincar ‘harry potter mutasi’ dan kao hima. Sayang kao hima entres tinggal sejari.. habis di kirim ke rekan-rekan yang lain.
Ditengah kegelapan Om Djos jongkok sambil merokok gak henti-henti. .
“ Ngopo e mas…” tanya mbak Nunung.
“ Iki malem Jum’at Kliwon yo….” Ucap Om Djos pelan.
“ hemm… trus ngopo..” tanya saya… hiii… agak merinding. Magrib-magrib di kebon.
“ Kae sopo sing neng pojokan…” tuding Om Djos
Mata saya jelalatan ke arah yang ditunjuk .
“ Hush… kae tonggoku… Pak Lukas.. “ . Badan gede.. duwur.. rodo botak.. sedang mengintip aksi ‘cut and carry’ dari balik pager… ngawur.. tenan.. disangka hantu kalee..
Si Om ketawa ngakak…
Setelah ngopi lagi… masih dilanjut foto bareng… ( tapi menurut info mbah Suro, foto ter delete semua dari camera… ah.. sayang sekali…! )
Ngobrol sebentar, mas Rochmad lantas pamit pulang ke Semarang, Mas Dicky nginap satu hotel dengan mas Handoko. Wid ngantar tamu-tamu ke Hotel lantas ke Om Djos di Maguwo.
“ Nok.. Om Djos dibawain amplop gak..? celetuk Wid.
“ Hushh… !!, Ini family gathering, bukan seminar atau kursus, …. ya om ? ”
Setelah tamu pulang… duduk sebentar di sofa ruang tengah.. kembali terdengar nada sms..
Ha… Bang Zai
“ Kenal pak Sunarno mbak..? Pak GK datang ? ”
O..o…..
Salam adeniumania

Tharie Wie
www.omahijo. com

Senin, 07 Januari 2008

Cerita tentang JFG 2



Rekan adeniumania,

"Sedikit" cerita tentang Jogja Family Gathering (JFG) yang Alhamdullilah telah sukses terselenggara pada tanggal 30 Des 2007.
Dibantu rekan saya DR. Henky Kurniawan Phd. D.E.A, dari Balikpapan, acara diawali dengan doa bersama untuk berterima-kasih kepada yang maha Kuasa telah mempertemukan kita semua hari itu, juga doa untuk sahabat serta guru terbaik kita mas Adeng Watuputih yang telah lebih dulu menghadap kepada sang Khaliq, semoga beliau diterima di sisiNya.

Selanjutnya ucapan selamat datang dari ketua panitia, mas Tomo dan dilanjutkan oleh tuan rumah, Bp. Sukris.

Tamu-tamu sudah memenuhi gasebo Kondhang Nursery , rombongan dari Jakarta mas Didi, mas Asep dan mas Alan, rombongan mas Fendi Salim dan mas Murjito beserta keluarga , mbak Nanik dari Klaten mewakili mas Kunto Aji Jakarta, Mas Wiwien dan keluarga dari Semarang, Mas Suwono dari Kudus, mas Priyanto dari Mojokerto , mas Arbi dari Batam, mas Yugi dari Tangerang dan mas Sutan dari Surabaya . Tentu saja ditambah keluarga besar dari Jogja, keluarga mas Tomo, mbak Sita dan keluarga, mbak Nunung dan keluarga, mas Indra Novian dan keluarga , pak Sukardi , Mas Genjos , Pak Aziz Purwantoro dan keluarga dan beberapa rekan dari perkumpulan tanaman di Yogya. Mohon maaf kalau ada nama yang terlewat , harap maklum …

Tidak lengkap rasanya kalau acara JFG tanpa kejutan untuk keluarga terkasih, saya dan mbak Nunung sudah menyiapkan sedikit surprise untuk mbak Rini dan Mas Krisnata yang merayakan ulang tahun. Tgl 29 utk mbak Rini istri mas Tomo dan tgl 29 utk mas Kris . Acara tiup lilin dan potong kue dimulai. Sayang kok tega-teganya sahabat saya mas Kris menyengaja terlambat hadir. . . . .



Setelah nyanyi bersama dan rehat sejenak sembari menikmati kue kiriman mas Bagus Respati dari Jakarta, keripik sukun dan kerupuk ikan dari mbak Farika Cilacap juga wingko nan lezat dari mas Wiwien, dan yang bakal tidak terlupakan - salak pondok dari mas Tomo, acara dilanjutkan ke materi pokok pertama disampaikan oleh Bp. Aziz Purwantoro . Tapi kok lebih pas dipanggil Mas Aziz ya… he..he..he.. masih muda dan ganteng, beliau juga membudidayakan tanaman Puring, koleksi beliau sudah mencapai ratusan jenis.

Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Terima kasih untuk rekan-rekan yang sudah aktif bertanya sehingga wawasan kita tentang pemuliaan tanaman makin komplit.
Suami saya tiba-tiba colak-colek lengan saya, memberi isyarat kalau ada tamu datang . Aha…spesial thanks untuk mas Krisnata dan mbak Riana nyonya tercinta yang sudah menyempatkan menengok kami langsung dari bandara. Setelah ngobrol sebentar saya minta ijin untuk kembali ke tempat tugas.



Siang menjelang, saatnya makan siang, jerit tangis dan tawa anak-anak makin membuat suasana ramai. Daffa, Gallo, Nadjwa, Faiz, Iyan, Afa , dan dedeq2 bayi thanks ya sayang sudah mau diajak Papi dan Mommy ke acara ini.
Ibu-ibu mulai sibuk menyuapi putra-putri masing-masing, tak terkecuali saya harus meletakan mike sebentar mengurus 3 bayi saya untuk makan siang, terutama bayi yang paling gede kalau tidak diladeni istri bisa mogok makan.

Tamu-tamu mulai makin akrab bercengkerama sembari sibuk suap menyuap sibuk pula bercerita tentang bisnis tanaman, koleksi, tukar-menukar kartu nama dan tentu saja cerita tentang keluarga . Tak lupa muter jalan-jalan dari satu koleksi tanaman ke koleksi lain milik Kondhang Nursery. He..he..he.. saya yang mengamati sampai pusing, uuaapik-apik tenan. Sayang seribu sayang semua itu NOT FOR SALE. …….. Padahal sudah jalan ke selatan muter ke utara ke barat balik lagi ke selatan.. sambil mencari-cari. Swear kewer-kewer pasti demikian dengan yang lain, sambil muterin koleksi, sambil ketawa-ketawi say hallo, terbentur not for sale. Saya melihat kekecewaan rombongan Indonurseri saat ada jawaban not for sale untuk koleksi pot juga …..

Saya kembali mengumumkan agar rekan-rekan segera memasuki gasebo agar acara bisa dilanjutkan, makhlum acara masih banyak tapi rasanya waktu berjalan begitu cepat.
Acara dilanjutkan dengan perkenalan juga kesan pesan dari rekan-rekan yang telah hadir mewakili dari wilayah barat, wilayah timur, wilayah utara, wilayah selatan, pokoknya dari wilayah manapun ada, hi..hi..hi..

Sesi selanjutnya milik mas Fendi Salim. Dengan cekatan beliau memperagakan grafting bor, dan adenium berbagai macam gaya. Tabik suhu..!! Ada saja ide dari suhu yang satu ini. Ide-ide original dan luar biasa, yang mampu memberi inspirasi dan pencerahan banyak orang. Saya dan mas Genjos cuma bisa geleng kepala dan berdecak kagum. …. waktu kecil dikasih vitamin apa anak ini…!! Hi..hi..hii..

Setelah mas Fendi, giliran tuan rumah pak Sukris dan Dr. Henky Phd unjuk kebolehan. Mempercantik adenium supaya jadi adenium yang seharusnya. Tak kalah cekatan, beliau berdua membentuk dan meliuk-liukan kawat di batang adenium. Hitungan arah angin, feng-sui, pojok-pojok keberuntungan, dan puluhan alasan lain dikenakan. Putar sana, putar sini, mencari sudut yang tepat arah pandangan utama. Saya yakin, pohon adenium itu pasti sepusing saya yang mengamati. Kuping dan mata berebutan mencoba mencerap “ilmu’ beliau. Blub ….. tiba-tiba dihadapan saya muncul sosok adenium nan aduhai telah dihadirkan beliau berdua. Ada bisikan ditelinga saya entah dai mana datangnya ……. “itulah jadinya kalau Dedi Korbusey dan David Koperfield turun tangan di adenium”
Suatu saat saya harus ketemu langsung beliau-beliau itu untuk belajar lebih rinci “bagaimana membentuk” adenium.

Suasana tambah ramai ketika mas Arman Gado dan Nyonya datang dan langsung mencecar saya dengan ‘sumpah serapah’ ha..ha..ha.. maaf mas, selebriti yang satu ini sibuk luar biasa jadi ‘out of area’ terusss. He..he..he…
Jangan kaget kalau lihat beliau ini boleh dibilang penampilannya tidak mau kalah dengan putera mas DQ simbah Suro, ala Coboy ….. dendy tenan, dan senyumnya itu lho….
Satu sesi harus saya lewatkan, yaitu PRAKTEK mempercantik adenium yang dipimpin 2 pakar diatas. Panggilan tugas seorang ibu. Gallo merengek ngajak pulang. Kasihan keluarga Yu Mi Ko dengan 4 baby kucing yg lucu-lucu, sendirian di rumah, belum dikasih makan, begitu alasannya. “ Iya mi, habis dia itu jadi kucing kok bodho, tidak bisa cari makan sendiri..” Nadjwa menimpali.

Saya lihat jam sudah menunjukkan pukul 15.15 WIB. Iyan putera mas Fendi juga nampak ngantuk. Begitu pula Faiz, putera mas Murjito. He he he ada alasan tepat nih.
“Bapak-bpak dan ibu-ibu, nampaknya hari telah mulai sore. Demikianlah tadi acara JFG. Walaupun sudah direncanakan sematang mungkin tetaplah tak ada yang sempurna. Secara pribadi dan juga mewakili seluruh panitia JFG saya mohon maaf yang sebesar-besarnya bila ada salah ucap, gojekan yang tidak mengena dan tingkah yang tidak berkenan. Dan dengan ini, acara kami tutup. Meskipun demikian pak Sukris dan DR. Henky masih berkenan menemani dan memberi petunjuk bila rekans berkeinginan untuk mempraktekkan cara mempercanik adenium. Sampai jumpa pada pertemuan selanjutnya.

- ^ - ^ -

Terimakasih banyak untuk rekan-rekan semua yang telah hadir di JFG. Saya betul-betul terharu atas antusias dan kebaikan rekan semua yang telah menyempatkan diri datang dari jauh. Juga sms dan dukungan dari rekan yang pamit tidak bisa datang. Alasan dapat diterima, tanggal pelaksanaan yang bertepatan dengan kesibukan kerja, acara keluarga dan hal lain yang tidak bisa ditinggalkan. Terima kasih banyak untuk Pak Tri Widodo Arwiyanto , walaupun beliau tidak bisa hadir namun berkat beliau JFG mampu menghadirkan pembicara kaliber Internasional, juga untuk mas Dicky, mas Sigit, mas Marcel , mas Rohmad, Tonny, mas Handoko, Mbak Ermi, mas Tetra, pak Muklis dan seluruh rekan atas dukungannya.

Very..very thanks untuk Boss Argy, tanpa milis Adeniumania dari mana kita saling kenal dan dilanjut dengan jumpa darat.

Very… very… very.. thanks untuk suamiku tercinta Widodo dan 2 anakku, Gallo dan Nadjwa yang sudah mengijinkan Mommy sibuk sendiri di akhir tahun yang mestinya meluangkan waktu untuk liburan dengan mereka. Aha … untung ada mas Krisnata. Undangan nonton beliau ‘nyumet’ kembang api di hotel Galuh Prambanan, dapat sebagai pengganti untuk Gallo dan Nadjwa.

Waduh… saking buru-buru, sampai mobil, tas bawaan tertinggal di kolong kursi pak Sukris, ada dot susu, baju ganti Nadjwa, plastik grafting yg akan dibagi-bagi dari mas Bagus Respati , kado Aryabima & grafting hybrid dari mas Fendi serta Arabicum merah “calon hadiah” dari DR. Henky ketinggalan…
Sepertinya cerita masih harus berlanjut nich……..

Salam, sampai jumpa lagi diacara JFG selanjutnya. Soon kata mas Tomo dan DR. Henky.

Tharie Wie
www.omahijo.com

Catatan : “Nok, rombongan Indonurseri ternyata juga sekalian meninjau kebun anthurium mereka di Karanganyar Jateng, kata anak sulung saya.