Ada dua alasan terjadinya peristiwa 'gagal buah', yaitu mekanis dan biologis. Kegagalan mekanis biasa terjadi pada masa pra-pembuahan (buah sejak awal tidak terbentuk) seiring dengan gagalnya penyatuan polen dan stigma. Secara mudahnya terjadi proses HP salah sasaran, polen tidak diletakan pada bagian semestinya (G spot, receptive area) di stigma. (Catatan : untuk dapat tejadi pembuahan, hanya dibutuhkan satu butir polen yang tumbuh pada permukaan stigma dan membentuk tabung polen). Untuk mengurangi kemungkinan salah sasaran, maka dalam proses HP pergunakan sebanyak mungkin polen untuk satu stigma.
Blog ini berisi artikel tentang bagaimana menanam, merawat dan memperbanyak tanaman adenium. Semoga bermanfaat dan selamat menjelajah..:-)
Tampilkan postingan dengan label Penyerbukan Adenium. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyerbukan Adenium. Tampilkan semua postingan
Kamis, 25 Agustus 2011
Kamis, 27 Maret 2008
Beda Morfologi satu Genus
Apakah mungkin meskipun satu genus, kedua spesies yang morfologinya berbeda bisa disilangkan? Dikatakan, syarat individu yang bisa disilangkan memiliki jumlah kromosom yang sama. Tapi apakah jumlah kromosom sama diekspresikan oleh morfologi yang serupa?
Persilangan di atas dimungkinkan terjadi. Dan bukantah perbedaan (termasuk perbedaan morfologi) tersebut justru yang menjadi daya tarik saat melakukan persilangan ? Dengan harapan diperoleh hybrida yang punya paduan sifat dari kedua induknya.
Lebih jauh, dalam dunia anggrek bahkan dikenal adanya persilangan antar genus (intergeneric hybrids).
Dikatakan, syarat individu yang bisa disilangkan memiliki jumlah kromosom yang sama.
Syarat persilangan adalah terdapat ‘kromosom homolog’, agar proses meiosis dapat berlangsung normal dan gamet dapat hidup.
Syarat “jumlah kromosom harus sama” sebenarnya adalah kerancuan yang timbul dari kenyataan, bahwa pasangan induk yang beda jumlah kromosomnya akan menghasilkan anakan (hibrid) yang mandul (steril).
Namun keadaan tersebut dalam dunia pertanian malah dimanfaatkan untuk tujuan tertentu. Misal : menghasilkan tanaman “semangka tanpa bijih”.
Semangka tetraploid (4n) X semangka diploid (2n) = semangka tanpa bijih (triploid, 3n). Menghasilkan hibrida steril hingga tidak dapat dipebanyak lagi oleh pihak lain.
Catatan : syarat harus ada kromosom homolog, tidak berlaku dalam “biologi molekuler”. Dengan kecanggihan bioteknologi dapat diciptakan hibrida baru meski tanpa kromosom homolog.
Tapi apakah jumlah kromosom sama diekspresikan oleh morfologi yang serupa?
Rumus bakunya, fenotipe = fungsi dari gen (G) dan lingkungan (E). Artinya, yang menentukan morfologi mahluk hidup adalah gen, bukan kromosom. Sementara memang gen adalah urutan perintah yang ada di dalam kromosom. Jadi dapat saja terjadi jumlah kromosom sama tapi dalam kromosom tersebut punya kode genetik yang lain. Hal ini akan memberi morfologi yang beda tentunya, meski makhluk tersebut punya jumlah kromosom yang sama.
Contoh : ayam (Gallus gallus) dan anjing (Canis familiaris) punya jumlah kromosom yang sama = 78.
Semoga bermanfaat.
Persilangan di atas dimungkinkan terjadi. Dan bukantah perbedaan (termasuk perbedaan morfologi) tersebut justru yang menjadi daya tarik saat melakukan persilangan ? Dengan harapan diperoleh hybrida yang punya paduan sifat dari kedua induknya.
Lebih jauh, dalam dunia anggrek bahkan dikenal adanya persilangan antar genus (intergeneric hybrids).
Dikatakan, syarat individu yang bisa disilangkan memiliki jumlah kromosom yang sama.
Syarat persilangan adalah terdapat ‘kromosom homolog’, agar proses meiosis dapat berlangsung normal dan gamet dapat hidup.
Syarat “jumlah kromosom harus sama” sebenarnya adalah kerancuan yang timbul dari kenyataan, bahwa pasangan induk yang beda jumlah kromosomnya akan menghasilkan anakan (hibrid) yang mandul (steril).
Namun keadaan tersebut dalam dunia pertanian malah dimanfaatkan untuk tujuan tertentu. Misal : menghasilkan tanaman “semangka tanpa bijih”.
Semangka tetraploid (4n) X semangka diploid (2n) = semangka tanpa bijih (triploid, 3n). Menghasilkan hibrida steril hingga tidak dapat dipebanyak lagi oleh pihak lain.
Catatan : syarat harus ada kromosom homolog, tidak berlaku dalam “biologi molekuler”. Dengan kecanggihan bioteknologi dapat diciptakan hibrida baru meski tanpa kromosom homolog.
Tapi apakah jumlah kromosom sama diekspresikan oleh morfologi yang serupa?
Rumus bakunya, fenotipe = fungsi dari gen (G) dan lingkungan (E). Artinya, yang menentukan morfologi mahluk hidup adalah gen, bukan kromosom. Sementara memang gen adalah urutan perintah yang ada di dalam kromosom. Jadi dapat saja terjadi jumlah kromosom sama tapi dalam kromosom tersebut punya kode genetik yang lain. Hal ini akan memberi morfologi yang beda tentunya, meski makhluk tersebut punya jumlah kromosom yang sama.
Contoh : ayam (Gallus gallus) dan anjing (Canis familiaris) punya jumlah kromosom yang sama = 78.
Semoga bermanfaat.
Senin, 24 Maret 2008
Lahir dari Hasil Seleksi
Penantian panjang Untari Retno Wahyuni di Minomartani, Yogyakarta, selama 8 bulan akhirnya terpampang di depan mata. Beberapa semaian biji adenium hasil silangan sendiri mulai berbunga. Sekitar 30 bunga di antaranya bernuansa baru. Sebut saja bright candy dengan splash merah disetiap tengah petal dan renjana bermahkota lancip berwarna ungu.
Aktivitas menyemai biji mawar gurun hasil silangan sendiri itu Untari mulai sejak 4 tahun lalu. Memang tidak semua biji silangannya disemai karena sebagian dijual tanpa ditumbuhkan terlebih dahulu. “kalau menuruti permintaan, barangkali saya tidak akan pernah bisa menyemainya karena habis terjual. Tapi saya harus tetap menyemai sendiri. Kalau tidak bagaiman saya belajar sifat pewarisan karakter adenium,” kata wanita kelahiran Yogyakarta itu.
Makanya ibu 2 anak itu juga berharap mendapat informasi balik penampilan adenium dari hobiis yang membeli biji hasil silangannya. “ Dari informasi yang didapat, ia belajar karakter bunga untuk menentukan arah seleksi lebih lanjut. Termasuk menentukan tetua yang akan dipakai selanjutnya. Musababnya, corak bunga adenium tidak lepas dari sifat karakter moyangnya. Jadi, kalau ada 2 bunga disilangkan hasilnya beragam.
Sayang, tidak semua hobiis memberikan informasi balik yang diharapkan Thari. Jika ia menyemai semua biji silangan sendiri, mungkin kini didapat data lengkap karakter bunga. Selain itu, bila ada yang penampilannya bagus bisa dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan dalam bentuk biji.
Ikut tren
Untuk menghasilkan jenis baru Thari tak asal menyilang. Sebelumnya pehobi fotografi itu memilih calon indukan berdasarkan tren pasar. Informasi pasar ia peroleh dari hobiis yang tergabung dalam milisnya. “Awalnya orang suka bunga yang berwarna merah polos dan berukuran besar, “ kata Thari. Karena pasar menginginkan bunga yang seperti itu, ia pun membuat silangan yang kira-kira hasilnya seperti yang diinginkan pasar.
Pada 2004 konsumen menyukai adenium berbunga merah, berukuran besar, dan polos tanpa corak. Setelah itu 2005, konsumen beralih ke corak yang diawali oleh kemunculan harry potter. Menurut Thari tren harry potter masih berlangsung hingga sekarang. Maksudnya, hobiis menyukai bunga bercorak, tidak polos. Dari situlah ia kemudian menyeleksi calon indukan dengan harapan silangannya mengikuti tren pasar.
Seleksi dilakukan terhadap calon indukan. Yaitu yang punya corak bunga menarik. Dua macam sistem persilangan dilakukan. Pertama, persilangan indukan yang berkarakter mendekati tren pasar yang Thari sebut sistem pretty on pretty. Kedua, persilangan indukan yang berkarakter khusus ditujukan untuk menghasilkan breeding line tertentu yang disebut sistem gabungan.
Hasil silangan sistem pretty on pretty antara lain hp family, innocento, pinky, red sillouette, surokusumo, dan 5 jenis baru yang masih tanpa nama. Sebagian besar bentuk mahkota bulat dengan minimal 2 warna. Tujuan dari sistem silangan pertama untuk mengisi dan meyempurnakan kekurangan yang ada pada bunga saat ini sehingga penampilannya jadi lebih menarik.
Aktivitas menyemai biji mawar gurun hasil silangan sendiri itu Untari mulai sejak 4 tahun lalu. Memang tidak semua biji silangannya disemai karena sebagian dijual tanpa ditumbuhkan terlebih dahulu. “kalau menuruti permintaan, barangkali saya tidak akan pernah bisa menyemainya karena habis terjual. Tapi saya harus tetap menyemai sendiri. Kalau tidak bagaiman saya belajar sifat pewarisan karakter adenium,” kata wanita kelahiran Yogyakarta itu.
Makanya ibu 2 anak itu juga berharap mendapat informasi balik penampilan adenium dari hobiis yang membeli biji hasil silangannya. “ Dari informasi yang didapat, ia belajar karakter bunga untuk menentukan arah seleksi lebih lanjut. Termasuk menentukan tetua yang akan dipakai selanjutnya. Musababnya, corak bunga adenium tidak lepas dari sifat karakter moyangnya. Jadi, kalau ada 2 bunga disilangkan hasilnya beragam.
Sayang, tidak semua hobiis memberikan informasi balik yang diharapkan Thari. Jika ia menyemai semua biji silangan sendiri, mungkin kini didapat data lengkap karakter bunga. Selain itu, bila ada yang penampilannya bagus bisa dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan dalam bentuk biji.
Ikut tren
Untuk menghasilkan jenis baru Thari tak asal menyilang. Sebelumnya pehobi fotografi itu memilih calon indukan berdasarkan tren pasar. Informasi pasar ia peroleh dari hobiis yang tergabung dalam milisnya. “Awalnya orang suka bunga yang berwarna merah polos dan berukuran besar, “ kata Thari. Karena pasar menginginkan bunga yang seperti itu, ia pun membuat silangan yang kira-kira hasilnya seperti yang diinginkan pasar.
Pada 2004 konsumen menyukai adenium berbunga merah, berukuran besar, dan polos tanpa corak. Setelah itu 2005, konsumen beralih ke corak yang diawali oleh kemunculan harry potter. Menurut Thari tren harry potter masih berlangsung hingga sekarang. Maksudnya, hobiis menyukai bunga bercorak, tidak polos. Dari situlah ia kemudian menyeleksi calon indukan dengan harapan silangannya mengikuti tren pasar.
Seleksi dilakukan terhadap calon indukan. Yaitu yang punya corak bunga menarik. Dua macam sistem persilangan dilakukan. Pertama, persilangan indukan yang berkarakter mendekati tren pasar yang Thari sebut sistem pretty on pretty. Kedua, persilangan indukan yang berkarakter khusus ditujukan untuk menghasilkan breeding line tertentu yang disebut sistem gabungan.
Hasil silangan sistem pretty on pretty antara lain hp family, innocento, pinky, red sillouette, surokusumo, dan 5 jenis baru yang masih tanpa nama. Sebagian besar bentuk mahkota bulat dengan minimal 2 warna. Tujuan dari sistem silangan pertama untuk mengisi dan meyempurnakan kekurangan yang ada pada bunga saat ini sehingga penampilannya jadi lebih menarik.

Biji silangan Thari yang dijual kebanyakan berasal dari sistem pretty on pretty. Itu karena lebih cepat didapat dibandingkan dengan hasil akhir tahapan breeding line yang memerlukan waktu lama untuk dinikmati. Contoh hasil akhir breeding line adalah menciptakan bunga adenium warna ungu. “ menghasilkan bunga adenium berwarna ungu polos sangat sulit. Warna ungu merupakan cerminan sifat homozigot gen resesif warna merah muda dan gen resesif kopigmennya. Tanpa tahapan breeding line, justru semakin lama diperolehnya,” ujar Thari.

Cuplikan dari majalah TRUBUS
Edisi 460 Maret 2008, hal 32-33
Selasa, 18 Maret 2008
Adenium KUNING
Ketika ada temen chat kirim iklan nursery yg ada sebuah majalah,...cukup kaget aku. Ditawarkan adenium dgn bunga kuning....YELLOW ADENIUM...wuih indah...kuningnya tanpa ada goresan sama sekali.....belom hilang rasa kagetku dgn Doxon (double petal)...ini sdh ada lagi ..bunga kuning. Heubat ....pekikku. hasil karya anak manusia. Nah di tawarkan 150K, Indent (kayak beli mobil), pake di undi (limeted stock), akhirnya blom liat barang sdh harus bayar 50%, selanjutnya harus sabar 3 bulan lagi u dapat si kuning. Kayaknya blom hilang dr ingatan kita tentang si bunga hitam....dan sdh di bahas habis oleh omahijo. Nah Mbak Thary tolong donk.....biar kita-kita gak keblondrok 150K itu bisa u beli beras 20 kg. thanks Salam, Giras
Dear Adeniumania,
Komentar pertama persis sama dengan mas Sigit, … hebat .. selamat datang adenium kuning. Belum sekuning bunga alamanda memang, tapi tanda-tanda ke arah itu sudah ada titik terang.
Masih seperti yang dulu, hemat saya warna kuning pada adenium berasal dari keluarga antosianin, yaitu flavonol (warna kuning pucat) dan bukan dari karoten (kuning – orange). Tanda-tanda kehadiran “kuning” (flavonol) pada petal sebenarnya sudah muncul pada jamannya White Pink Silk, White Wing, Pawina dan Samran Pink. Hanya saja intensitasnya kurang. Nah karena sekarang sudah ada yang berhasil mendapatkan adenium kuning, tugas kita kedepan hanya tinggal mengintensifkan warna kuning tersebut. Mengawinkan dengan bunga ber gen ii untuk menambah intensitas kuning atau sebaliknya.
Sedikit catatan, biasanya pigmen flavone pada adenium akan memberi warna kuning pucat, namun lama-kelamaan berubah menjadi pink (lebih baik disebut dengan kemerahan saja ya supaya “peace” ) sejalan dengan bertambah usia bunga atau bila terkena sinar matahari secara intens.
Tapi saya nggak dan belum tahu banyak tentang adenium kuning yang ada dimajalah itu. Jadi ya tidak bisa komentar banyak.
Saran saya …. cepat-cepat indens, paling tidak jadi anggota 1001 orang pertama pemilik adenium kuning di Indonesia. Paling tidak kita akan menang waktu lebih dulu dan dapat meng HP si kuning dibanding yang lain.
Tharie Wie
www.omahijo.com
Dear Adeniumania,
Komentar pertama persis sama dengan mas Sigit, … hebat .. selamat datang adenium kuning. Belum sekuning bunga alamanda memang, tapi tanda-tanda ke arah itu sudah ada titik terang.
Masih seperti yang dulu, hemat saya warna kuning pada adenium berasal dari keluarga antosianin, yaitu flavonol (warna kuning pucat) dan bukan dari karoten (kuning – orange). Tanda-tanda kehadiran “kuning” (flavonol) pada petal sebenarnya sudah muncul pada jamannya White Pink Silk, White Wing, Pawina dan Samran Pink. Hanya saja intensitasnya kurang. Nah karena sekarang sudah ada yang berhasil mendapatkan adenium kuning, tugas kita kedepan hanya tinggal mengintensifkan warna kuning tersebut. Mengawinkan dengan bunga ber gen ii untuk menambah intensitas kuning atau sebaliknya.
Sedikit catatan, biasanya pigmen flavone pada adenium akan memberi warna kuning pucat, namun lama-kelamaan berubah menjadi pink (lebih baik disebut dengan kemerahan saja ya supaya “peace” ) sejalan dengan bertambah usia bunga atau bila terkena sinar matahari secara intens.
Tapi saya nggak dan belum tahu banyak tentang adenium kuning yang ada dimajalah itu. Jadi ya tidak bisa komentar banyak.
Saran saya …. cepat-cepat indens, paling tidak jadi anggota 1001 orang pertama pemilik adenium kuning di Indonesia. Paling tidak kita akan menang waktu lebih dulu dan dapat meng HP si kuning dibanding yang lain.
Tharie Wie
www.omahijo.com
Senin, 10 Maret 2008
SELFING
Mohon lebih diperjelas Mbak Tharie apa itu perkawinan sendiri (selfing), maklum rada bolot kalo urusan beginian, terima kasih. Salam, A. Hafidz
pak Hafidz tidak bolot sendirian, saya juga bingung dengan pengertian perkawinan sendiri seperti yg dipaparkan oleh ibu dosen Tharie. Salam. Irwan sie
Rekans,
Selfing ? Bisa diterjemahkan sebagai penyerbukan sendiri (self polination). Resminya, selfing merupakan penyerbukan stigma oleh polen yang berasal dari satu bunga pohon yang sama.
Lawan dari selfing adalah penyerbukan silang atau crossing (cross polination). Yang resminya, merupakan penyerbukan stigma oleh polen yang dapat berasal dari bunga lain satu pohon, atau bunga lain dari pohon lain, atau bunga lain dari pohon jenis lain (species lain, genus lain). Hibryd pasti cross polination, tapi cross polination belum tentu hybrid.
Sistem penyerbukan di atas memempunyai implikasi terhadap sistem atau metode seleksi tanaman. Semoga bermanfaat.
Tharie Wie
www.omahijo.com
Apakah benar selfing lebih sulit berhasil, dibanding cross polination/hibrid? Beberapa kali coba lebih sering berhasil kalau hibrid, atau kebetulan aja ya .......BR
Saya coba cross polination sampai sekarang malah belum pernah berhasil,
tapi coba selfing dengan cara ditiup pake spayer malah banyak memunculkan tanduk.Salam, Andana
Dunia ini memang kadang kebalik-balik. Di tempat pak Singgih dan pak Andana, begitu gampangnya adenium terjadi selfing. Sebaliknya di tempat saya sungguh sangat sulit untuk selfing adenium. Sama dengan yang terjadi di tempat eyangnya Adesijo, karena keberhasilan kurang dari 1 % (itupun hanya pada jenis adenium tertentu), saya tidak pernah mencobanya lagi (kecuali jenis varian terbaru, sekedar untuk “test”).
Kalau ditanya mengapa di tempat pak Singgih dan pak Andana bisa terjadi ? Saya tidak tahu jawabnya. Persis seperti saat ditanya perihal metode polinasi “ucek-ucek”, saya kutipkan mail terdahulu, saat itu pak Merta memulai diskusi polinasi (terlampir).
Tharie Wie
www.omahijo.com
Lampiran :
Mas Merta & Rekan-rekan,
Meski belum pernah lihat sendiri kebun adenium di Lampung, namun banyak sahabat saya di sana bercerita tentang adenium lampung.
Dari cerita tersebut dapat ditarik kesimpulan, kemudahan berbuah beberapa strain obesum di Lampung terjadi karena proses seleksi yang mungkin tidak disadari. Awalnya hanya beberapa pohon saja yang dapat berbuah alami. Yang lain berbuah dengan metode “ucek-ucek”. Siang hari saat matahri terik, bunga diucek-ucek.
Pohon yang gampang berbuah (hibrid A) cikal bakalnya berasal dari pohon impor yang mereka beli dari Medan . Anakan hibrid A ini ternyata beberapa diantaranya juga mudah berbuah. Bersama induk dan anakan hibrid A (yang gampang berbuah) mereka sendirikan (seleksi rumpun) untuk dijadikan master. Proses ini dulang-ulang hingga mungkin dapat dikatakan telah terjadi “strain” baru obesum yang mudah berbuah secara alami (kita sebut strain A). Hebatnya lagi turunan strain A bersifat vigor, bonggol cepat besar, cocok untuk batang bawah. ………………
pak Hafidz tidak bolot sendirian, saya juga bingung dengan pengertian perkawinan sendiri seperti yg dipaparkan oleh ibu dosen Tharie. Salam. Irwan sie
Rekans,
Selfing ? Bisa diterjemahkan sebagai penyerbukan sendiri (self polination). Resminya, selfing merupakan penyerbukan stigma oleh polen yang berasal dari satu bunga pohon yang sama.
Lawan dari selfing adalah penyerbukan silang atau crossing (cross polination). Yang resminya, merupakan penyerbukan stigma oleh polen yang dapat berasal dari bunga lain satu pohon, atau bunga lain dari pohon lain, atau bunga lain dari pohon jenis lain (species lain, genus lain). Hibryd pasti cross polination, tapi cross polination belum tentu hybrid.
Sistem penyerbukan di atas memempunyai implikasi terhadap sistem atau metode seleksi tanaman. Semoga bermanfaat.
Tharie Wie
www.omahijo.com
Apakah benar selfing lebih sulit berhasil, dibanding cross polination/hibrid? Beberapa kali coba lebih sering berhasil kalau hibrid, atau kebetulan aja ya .......BR
Saya coba cross polination sampai sekarang malah belum pernah berhasil,
tapi coba selfing dengan cara ditiup pake spayer malah banyak memunculkan tanduk.Salam, Andana
Dunia ini memang kadang kebalik-balik. Di tempat pak Singgih dan pak Andana, begitu gampangnya adenium terjadi selfing. Sebaliknya di tempat saya sungguh sangat sulit untuk selfing adenium. Sama dengan yang terjadi di tempat eyangnya Adesijo, karena keberhasilan kurang dari 1 % (itupun hanya pada jenis adenium tertentu), saya tidak pernah mencobanya lagi (kecuali jenis varian terbaru, sekedar untuk “test”).
Kalau ditanya mengapa di tempat pak Singgih dan pak Andana bisa terjadi ? Saya tidak tahu jawabnya. Persis seperti saat ditanya perihal metode polinasi “ucek-ucek”, saya kutipkan mail terdahulu, saat itu pak Merta memulai diskusi polinasi (terlampir).
Tharie Wie
www.omahijo.com
Lampiran :
Mas Merta & Rekan-rekan,
Meski belum pernah lihat sendiri kebun adenium di Lampung, namun banyak sahabat saya di sana bercerita tentang adenium lampung.
Dari cerita tersebut dapat ditarik kesimpulan, kemudahan berbuah beberapa strain obesum di Lampung terjadi karena proses seleksi yang mungkin tidak disadari. Awalnya hanya beberapa pohon saja yang dapat berbuah alami. Yang lain berbuah dengan metode “ucek-ucek”. Siang hari saat matahri terik, bunga diucek-ucek.
Pohon yang gampang berbuah (hibrid A) cikal bakalnya berasal dari pohon impor yang mereka beli dari Medan . Anakan hibrid A ini ternyata beberapa diantaranya juga mudah berbuah. Bersama induk dan anakan hibrid A (yang gampang berbuah) mereka sendirikan (seleksi rumpun) untuk dijadikan master. Proses ini dulang-ulang hingga mungkin dapat dikatakan telah terjadi “strain” baru obesum yang mudah berbuah secara alami (kita sebut strain A). Hebatnya lagi turunan strain A bersifat vigor, bonggol cepat besar, cocok untuk batang bawah. ………………
Penyerbukan Buatan
Saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan sbb :
Eyang kakung wrote :
1 Apakah crossing HP yg dilakukan harus dgn tanaman original?? Bagaimana efeknya bila dilakukan thd grafted plant??
Maksud Original di sini mungkin true Bloodnya atau yang Non graft. Jika untuk mendapatkan hybrids baru akan lebih baik kalau non graft karena belum ada campur tangan dari gen yang dibawa dari Rootstock .Hasilnya akan murni . Sepengalaman saya untuk hand Pollinate , jika disilang melalui grafted plant , kadangkala akan terbawa gen darirootstocknya. Tapi ini tidak selalu ya. Efeknya jika dgn grafted plant " Biasanya " akan sedikit ikut terbawa , misal 2 buah White big ben grafted plant jika disilang " kadangkala " akan terbawa sedikit warna ngepink dari rootstocknya . Prosentasenya ?? tidak merata ..Mungkin rekan lain ada yang mempunyai pengalaman berbeda.
2. Berapa persen kah karakter pohon dan bunga hasil cross HP akan mengikuti ibu, dan berapa persen mengikuti bapak??
Biasanya prosentase mengikuti Parent ibu lebih besar .. Tapi ada satu silangan Harry Potter x Arabicum Yemen mempunyai keunikan sendiri dgn Bonggol yang sangat besar dan batang mengikuti trah obesumnya ..
3. Pada tingakatan generasi ke berapakah hasil bunga akan stabil??
Setahu saya F5 akan kembali ke Normal . F1 biasanya warna belum permanen , Stabil biasanya pada f2 - f3.
Zai wrote :
1. Apakah crossing HP yg dilakukan harus dgn tanaman original?? Bagaimana efeknya bila dilakukan thd grafted plant??
Tidak harus.. semua jenis termasuk species dan hybrid sebagian besar bisa disilangkan (crossing).. bahkan untuk anggrek bisa cross intergenus (intergenera) . Bunga Grafted plant mewariskan gen asli dari bagian tanaman yang digrafted.. sama perilakunya dengan stek atau tanaman original yang bukan grafted. Grafted merupakan klon yang sifat genetisnya sama dengan tanaman asalnya. Tidak ada efek genetis batang bawah terhadap sambungan.
2. Berapa persen kah karakter pohon dan bunga hasil cross HP akan mengikuti ibu, dan berapa persen mengikuti bapak??
Sang Pencipta Maha Adil, sifat genetik (genotip) diwariskan oleh kedua induknya secara adil 50% induk betina 50% dari induk jantan.. Sel bakal biji (ovum) menyimpan sebagian jumlah kromosom (n) yaitu setengah dari jumlah sel sempurna normal (2n).. begitu juga dengan serbuk sari.. ketika keduanya bersatu.. membentuk bakal individu baru yang jumlah kromosom juga sempurna (2n).. 1n dari induk jantan dan 1n dari induk betina. Sifat yang akhirnya terlihat (fenotip) tergantung kombinasi sifat gen yang dibawa dari kedua tetuanya.
3. Pada tingakatan generasi ke berapakah hasil bunga akan stabil??
Hybrid yang stabil dalam arti bahwa anaknya juga bakal memilki sifat genotip dan fenotip yang hampir sama (nearly identic).. Bisa diperoleh dengan melakukan perkawinan sendiri sehingga menghasilkan turunan yang homozygote. Artinya jika sel individu yang 2n tersebut membentuk sel telur/bakal biji dan sel kelamin jantan (keduanya disebut sel kelamin), maka akan terbentuk sel yang jumlah kromosomnya n yang mewarisi sifat yang sama.. jika individu AABBCC membentuk sel kelamin ABC dan ABC yang persis sama.. jika keduanya kemudian dikawinkan self akan terbentuk individu yang sama dengan induknya yaitu AABBCC. Jika dikawinkan dengan individu lain yang juga homozygot maka akan menghasilkan turunan F1 hybrid yang sangat
seragam (keragaman tinggi). Cara begini ditempuh pemulia kelapa sawit dengan memurnikan (homozygot) sifat genetik induk varitas Dura = D (buah gede, daging buah tipis (minyak dikit), biji besar, cangkang tebal) dan Pisifera = P (buah kecil, daging buah tebal, biji> hampir tidak ada, cangkang tidak ada).. Produksi kecambah hybrid (DxP) akan lebih homogen jika makin banyak perkawinan self (pemurnian) induknya dilakukan.. Pada sawit 5 generasi self pollination cukup bagus untuk menghasilkan hybrid kualitas baik yang sangat seragam.
BTW buat adenium.. keseragaman turunan untuk apa ? Jika sifat fenotip yang "stabil" yang Mas maksud adalah yang tidak ada hubungan dengan genetik.. maka sekali silang saja (1 generasi) turunanya sudah dapat cetakan dari Ilahi, misalnya jika cetakan (DNA) dia AABBCC maka dia akan menunjukkan kenampakan fenotip yang AABBCC. jika kondisi lingkungan tetap normal, tidak sakit, tidak kurang makan.. maka kita akan melihat dia memperlihatkan sifat fenotip yang stabil.. percaya ?
- Apakah crossing HP yg dilakukan harus dgn tanaman original?? Bagaimana efeknya bila dilakukan thd grafted plant??
- Berapa persen kah karakter pohon dan bunga hasil cross HP akan mengikuti ibu, dan berapa persen mengikuti bapak??
- Pada tingakatan generasi ke berapakah hasil bunga akan stabil??
Eyang kakung wrote :
1 Apakah crossing HP yg dilakukan harus dgn tanaman original?? Bagaimana efeknya bila dilakukan thd grafted plant??
Maksud Original di sini mungkin true Bloodnya atau yang Non graft. Jika untuk mendapatkan hybrids baru akan lebih baik kalau non graft karena belum ada campur tangan dari gen yang dibawa dari Rootstock .Hasilnya akan murni . Sepengalaman saya untuk hand Pollinate , jika disilang melalui grafted plant , kadangkala akan terbawa gen darirootstocknya. Tapi ini tidak selalu ya. Efeknya jika dgn grafted plant " Biasanya " akan sedikit ikut terbawa , misal 2 buah White big ben grafted plant jika disilang " kadangkala " akan terbawa sedikit warna ngepink dari rootstocknya . Prosentasenya ?? tidak merata ..Mungkin rekan lain ada yang mempunyai pengalaman berbeda.
2. Berapa persen kah karakter pohon dan bunga hasil cross HP akan mengikuti ibu, dan berapa persen mengikuti bapak??
Biasanya prosentase mengikuti Parent ibu lebih besar .. Tapi ada satu silangan Harry Potter x Arabicum Yemen mempunyai keunikan sendiri dgn Bonggol yang sangat besar dan batang mengikuti trah obesumnya ..
3. Pada tingakatan generasi ke berapakah hasil bunga akan stabil??
Setahu saya F5 akan kembali ke Normal . F1 biasanya warna belum permanen , Stabil biasanya pada f2 - f3.
Zai wrote :
1. Apakah crossing HP yg dilakukan harus dgn tanaman original?? Bagaimana efeknya bila dilakukan thd grafted plant??
Tidak harus.. semua jenis termasuk species dan hybrid sebagian besar bisa disilangkan (crossing).. bahkan untuk anggrek bisa cross intergenus (intergenera) . Bunga Grafted plant mewariskan gen asli dari bagian tanaman yang digrafted.. sama perilakunya dengan stek atau tanaman original yang bukan grafted. Grafted merupakan klon yang sifat genetisnya sama dengan tanaman asalnya. Tidak ada efek genetis batang bawah terhadap sambungan.
2. Berapa persen kah karakter pohon dan bunga hasil cross HP akan mengikuti ibu, dan berapa persen mengikuti bapak??
Sang Pencipta Maha Adil, sifat genetik (genotip) diwariskan oleh kedua induknya secara adil 50% induk betina 50% dari induk jantan.. Sel bakal biji (ovum) menyimpan sebagian jumlah kromosom (n) yaitu setengah dari jumlah sel sempurna normal (2n).. begitu juga dengan serbuk sari.. ketika keduanya bersatu.. membentuk bakal individu baru yang jumlah kromosom juga sempurna (2n).. 1n dari induk jantan dan 1n dari induk betina. Sifat yang akhirnya terlihat (fenotip) tergantung kombinasi sifat gen yang dibawa dari kedua tetuanya.
3. Pada tingakatan generasi ke berapakah hasil bunga akan stabil??
Hybrid yang stabil dalam arti bahwa anaknya juga bakal memilki sifat genotip dan fenotip yang hampir sama (nearly identic).. Bisa diperoleh dengan melakukan perkawinan sendiri sehingga menghasilkan turunan yang homozygote. Artinya jika sel individu yang 2n tersebut membentuk sel telur/bakal biji dan sel kelamin jantan (keduanya disebut sel kelamin), maka akan terbentuk sel yang jumlah kromosomnya n yang mewarisi sifat yang sama.. jika individu AABBCC membentuk sel kelamin ABC dan ABC yang persis sama.. jika keduanya kemudian dikawinkan self akan terbentuk individu yang sama dengan induknya yaitu AABBCC. Jika dikawinkan dengan individu lain yang juga homozygot maka akan menghasilkan turunan F1 hybrid yang sangat
seragam (keragaman tinggi). Cara begini ditempuh pemulia kelapa sawit dengan memurnikan (homozygot) sifat genetik induk varitas Dura = D (buah gede, daging buah tipis (minyak dikit), biji besar, cangkang tebal) dan Pisifera = P (buah kecil, daging buah tebal, biji> hampir tidak ada, cangkang tidak ada).. Produksi kecambah hybrid (DxP) akan lebih homogen jika makin banyak perkawinan self (pemurnian) induknya dilakukan.. Pada sawit 5 generasi self pollination cukup bagus untuk menghasilkan hybrid kualitas baik yang sangat seragam.
BTW buat adenium.. keseragaman turunan untuk apa ? Jika sifat fenotip yang "stabil" yang Mas maksud adalah yang tidak ada hubungan dengan genetik.. maka sekali silang saja (1 generasi) turunanya sudah dapat cetakan dari Ilahi, misalnya jika cetakan (DNA) dia AABBCC maka dia akan menunjukkan kenampakan fenotip yang AABBCC. jika kondisi lingkungan tetap normal, tidak sakit, tidak kurang makan.. maka kita akan melihat dia memperlihatkan sifat fenotip yang stabil.. percaya ?
Tharie wrote :
1. Grafting vs original
Tentang ini, saya masih berpegang pada prinsip “ grafting tidak merubah genetik batang atas, tapi grafting memfasilitasi “kemungkinan” terjadinya perubahan genetik batang atas, entah terjadinya kapan”.
2. Bapak vs Ibu
Setuju dengan 50 % bapak dan 50 % ibu. Tapi untuk tanaman, ada satu yang sering dilupakan. Apa itu ? Dalam dunia tanaman, penurunan gen (sifat) ke anak dapat terjadi melalui inti sel maupun plasmid sel. Saat polen dan stigma bersatu, turunan memperoleh sifat 50 bapak : 50 ibu, its OK.
Eeiiit …. jangan lupa, si ibu sebenarnya juga meneruskan gen yang terdapat di plasmid (gen choloroplast) ke anak. Dan hanya ibu yang bisa melakukan ini, bapak mana bisa ….. weekk!!!. Di tanaman ada istilah “patternal inherittance” (ini yang dimaksud 50 bapak : 50 ibu) dan “maternal inherittance” (yang ini asli 100% ibu). Maka ada nasehat, kalau melakukan persilangan harus bolak-balik, mungkin dilandasi pemikiran “matternal inherittance”.
Kata orang bijak : “hormatilah ibu bapakmu” itu 100 % benar adanya. Ibu dulu baru bapak, berlaku juga untuk tanaman ... ha..ha..ha..betul begitu bang Zai ?.
Masalah kita adalah, mengenali apa saja sifat bapak- sifat ibu yang turun melalui biji (patternal inherittance), dan apa saja sifat yang diteruskan melalui chloroplast ibu (matternal inherittance).
3. Generasi Stabil
Hybrid stabil ?? Hybrid yang stabil dalam arti bahwa anaknya juga bakal memilki sifat genotip dan fenotip yang hampir sama (nearly identic). Kalau yang dimaksud dengan “nearly identic” adalah “tingkat keseragaman” saya setuju banget.
Lebih lanjut, mungkin yang dimaksud tulisan bang Zai dengan : … nearly identic).. Bisa diperoleh dengan melakukan perkawinan sendiri sehingga menghasilkan turunan yang homozygote
Supaya tidak rancu, sedikit tambahan dapat dituliskan sebagai berikut :
“… nearly identic) Bisa diperoleh dengan melakukan perkawinan antara dua tetua yang berbeda, namun masing-masing mempunyai genotype homozygote “.
Frase kata “antara dua tetua yang berbeda” menjadi penting, karena hybrida adalah istilah untuk perkawinan antara dua tetua yang berbeda (meski itu hanya berbeda dalam 1 aspek kecil saja). Kalau tidak beda, namanya “selfing”.
Maksud tetua ber-genotype homozygote, katakan tetua 1: AABBCC dikawinkan dengan tetua 2 : aabbcc (kedua tetua ini beda, tapi masing-masing homozygote), anaknya (atau hasil silangannya, atau hibryda nya) pasti seragam sifatnya AaBbCc.
Mungkin begitu yang dimaksud bang Zai ……
Hybrida stabil = Tetua 1 (nearly homozygote) x Tetua 2 (nearly homozygote).
Masalah yang dihadapi di adenium adalah :
1) Sehubungan dengan sifat adenium yang “self incompability”. Sangat sulit untuk melakukan perkawinan sendiri (selfing).
2) Adenium yang ada saat ini hampir semuanya hibrida (heterozygote), jarang ada yang spesies. Saya termasuk yang beranggapan, bahwa bahkan adenium speciespun secara alami sudah hybrida dari sononya. Istilahnya, “homogen-heterozygote”. Mungkin kelihatan sama, tapi genotypenya ada perbedaan, meskipun kecil. Ya itu tadi, karena masalah “self incompability
Masalah ini, akan menjadi kendala dalam menghasilkan calon tetua yang homozygote. Paling tidak butuh waktu lama. Lewat seleksi “silang balik terpilih”, katakan sampai generasi F5. Kalau mau lebih nearly homozygote, sampai F8. Tetua-tetua homozygote tersebut kemudian dipakai untuk menghasilkan hibyda stabil (?).
Bahan renungan. :
Dalam rangka mencari hybrida baru (tidak harus stabil, tapi bagus), kita butuh tetua-tetua dengan tingkat variabilitas genotipe yang tinggi (betul ?). Kalau semua tetua homozygote (variabilitas genotype kecil), Kapan dan bagaimana kita akan memperoleh hibrida baru ?
Apa gunanya kita menghasilkan hybrida stabil berujud Harry Portter ? Lebih baik dapat menghasilkan hybrida non stabil, tapi berbunga lain sama sekali dengan yang sudah ada, tinggal diperbanyak dengan grafting.
Bagaimana metode seleksinya …..? Ayo kita pikirkan bareng-bareng ……
Zai wrote :Tentang ini, saya masih berpegang pada prinsip “ grafting tidak merubah genetik batang atas, tapi grafting memfasilitasi “kemungkinan” terjadinya perubahan genetik batang atas, entah terjadinya kapan”.
2. Bapak vs Ibu
Setuju dengan 50 % bapak dan 50 % ibu. Tapi untuk tanaman, ada satu yang sering dilupakan. Apa itu ? Dalam dunia tanaman, penurunan gen (sifat) ke anak dapat terjadi melalui inti sel maupun plasmid sel. Saat polen dan stigma bersatu, turunan memperoleh sifat 50 bapak : 50 ibu, its OK.
Eeiiit …. jangan lupa, si ibu sebenarnya juga meneruskan gen yang terdapat di plasmid (gen choloroplast) ke anak. Dan hanya ibu yang bisa melakukan ini, bapak mana bisa ….. weekk!!!. Di tanaman ada istilah “patternal inherittance” (ini yang dimaksud 50 bapak : 50 ibu) dan “maternal inherittance” (yang ini asli 100% ibu). Maka ada nasehat, kalau melakukan persilangan harus bolak-balik, mungkin dilandasi pemikiran “matternal inherittance”.
Kata orang bijak : “hormatilah ibu bapakmu” itu 100 % benar adanya. Ibu dulu baru bapak, berlaku juga untuk tanaman ... ha..ha..ha..betul begitu bang Zai ?.
Masalah kita adalah, mengenali apa saja sifat bapak- sifat ibu yang turun melalui biji (patternal inherittance), dan apa saja sifat yang diteruskan melalui chloroplast ibu (matternal inherittance).
3. Generasi Stabil
Hybrid stabil ?? Hybrid yang stabil dalam arti bahwa anaknya juga bakal memilki sifat genotip dan fenotip yang hampir sama (nearly identic). Kalau yang dimaksud dengan “nearly identic” adalah “tingkat keseragaman” saya setuju banget.
Lebih lanjut, mungkin yang dimaksud tulisan bang Zai dengan : … nearly identic).. Bisa diperoleh dengan melakukan perkawinan sendiri sehingga menghasilkan turunan yang homozygote
Supaya tidak rancu, sedikit tambahan dapat dituliskan sebagai berikut :
“… nearly identic) Bisa diperoleh dengan melakukan perkawinan antara dua tetua yang berbeda, namun masing-masing mempunyai genotype homozygote “.
Frase kata “antara dua tetua yang berbeda” menjadi penting, karena hybrida adalah istilah untuk perkawinan antara dua tetua yang berbeda (meski itu hanya berbeda dalam 1 aspek kecil saja). Kalau tidak beda, namanya “selfing”.
Maksud tetua ber-genotype homozygote, katakan tetua 1: AABBCC dikawinkan dengan tetua 2 : aabbcc (kedua tetua ini beda, tapi masing-masing homozygote), anaknya (atau hasil silangannya, atau hibryda nya) pasti seragam sifatnya AaBbCc.
Mungkin begitu yang dimaksud bang Zai ……
Hybrida stabil = Tetua 1 (nearly homozygote) x Tetua 2 (nearly homozygote).
Masalah yang dihadapi di adenium adalah :
1) Sehubungan dengan sifat adenium yang “self incompability”. Sangat sulit untuk melakukan perkawinan sendiri (selfing).
2) Adenium yang ada saat ini hampir semuanya hibrida (heterozygote), jarang ada yang spesies. Saya termasuk yang beranggapan, bahwa bahkan adenium speciespun secara alami sudah hybrida dari sononya. Istilahnya, “homogen-heterozygote”. Mungkin kelihatan sama, tapi genotypenya ada perbedaan, meskipun kecil. Ya itu tadi, karena masalah “self incompability
Masalah ini, akan menjadi kendala dalam menghasilkan calon tetua yang homozygote. Paling tidak butuh waktu lama. Lewat seleksi “silang balik terpilih”, katakan sampai generasi F5. Kalau mau lebih nearly homozygote, sampai F8. Tetua-tetua homozygote tersebut kemudian dipakai untuk menghasilkan hibyda stabil (?).
Bahan renungan. :
Dalam rangka mencari hybrida baru (tidak harus stabil, tapi bagus), kita butuh tetua-tetua dengan tingkat variabilitas genotipe yang tinggi (betul ?). Kalau semua tetua homozygote (variabilitas genotype kecil), Kapan dan bagaimana kita akan memperoleh hibrida baru ?
Apa gunanya kita menghasilkan hybrida stabil berujud Harry Portter ? Lebih baik dapat menghasilkan hybrida non stabil, tapi berbunga lain sama sekali dengan yang sudah ada, tinggal diperbanyak dengan grafting.
Bagaimana metode seleksinya …..? Ayo kita pikirkan bareng-bareng ……
Ya benar mbak.. Begitu maksudnya.. untuk dapat hybrid yg stabil prosesnya :
selfing induk agar jadi homozygot --> perkawinan dua tetua homozygot = hybrid yg stabil..
Untuk sawit selfing biasa hanya dilakukan pada induk Dura yang dijadikan sebagai induk betina, kawin bolak balik ga bisa.. karena pisifera buahnya ga normal, banyak steril karena ga bercangkang dan hampir tak berbiji. Untuk menghasilkan turunan sawit varitas Dura x Dura sampai turunan ke 5 (F5) bisa butuh waktu 20 tahun atau lebih. Proses yang lama tapi sangat berarti untuk produksi sawit, tapi buat apa untuk adenium ? selfing 5 generasi perlu waktu paling tidak 50 bulan...
selfing induk agar jadi homozygot --> perkawinan dua tetua homozygot = hybrid yg stabil..
Untuk sawit selfing biasa hanya dilakukan pada induk Dura yang dijadikan sebagai induk betina, kawin bolak balik ga bisa.. karena pisifera buahnya ga normal, banyak steril karena ga bercangkang dan hampir tak berbiji. Untuk menghasilkan turunan sawit varitas Dura x Dura sampai turunan ke 5 (F5) bisa butuh waktu 20 tahun atau lebih. Proses yang lama tapi sangat berarti untuk produksi sawit, tapi buat apa untuk adenium ? selfing 5 generasi perlu waktu paling tidak 50 bulan...
Selasa, 26 Februari 2008
Kecepatan berBUNGA
Salah satu tujuan seleksi adenium, adalah diperoleh tanaman yang cepat berbunga. Cepat berbunga akan memperpendek waktu produksi, dan ujungnya mempercepat cash inflow. Apalagi kalau bunganya juga cantik.
Gambar di bawah, rombongan seedling putih yang di tanam tgl. 21 Maret 2007 (usia 174 hari atau 5,8 bulan saat difoto).
Gambar di bawah, rombongan seedling putih yang di tanam tgl. 21 Maret 2007 (usia 174 hari atau 5,8 bulan saat difoto).
Mas Dodi, masih ingat P(enotip) = G(enetik) + E(nvironment) ?
Kalau E diperlakukan sama, tapi P yang dihasilkan berbeda, musti curiga jangan-jangan perbedaan tersebut karena faktor G.
Media tanam sama, pupuk sama, perlakuan lainnya di upayakan seragam, kenapa beberapa seedling lebih cepat berbunga ?. Disini boleh curiga, barangkali kelompok seedling dimaksud punya keunggulan genetik dalam hal berbunga cepat. Sisihkan (culing) ke kelompok bunga cepat. Disiapkan sebagai indukan mendatang (pembawa trait cepat berbunga). Pasti, ada baiknya dites beberapa kali lagi, sejauh mana faktor genetik tersebut berpengaruh.
Dalam suatu kelas kursus bahasa Inggris. Gurunya sama, durasi jam kursus sama, text book sama, kenapa ada yang dapat nilai A, B, C, dan D ? Patut dicurigai ada beda bakat si anak. Amati lagi apakah perbedaan itu karena lokasi duduk ? Yang duduk di depan (dapat A), dan yang duduk dibelakang (dapat D), atau karena peruntungan si anak sedang jelek ? He he he he jangan cepat-cepat menarik kesimpulan, si anak kurang berbakat bahasa Inggris, nanti marah orangtuanya.
Bisa saja multiflorum (‘wild type’) punya sifat lambat berbunga. Namun karena faktor domestikasi serta arah seleksi yang dikembangkan di Thailand , berhasil membuat seedling multiflorum jadi cepat berbunga. Bukankah RCN juga dari seleksi arabicum yang dikenal males berbunga ?
Kalau E diperlakukan sama, tapi P yang dihasilkan berbeda, musti curiga jangan-jangan perbedaan tersebut karena faktor G.
Media tanam sama, pupuk sama, perlakuan lainnya di upayakan seragam, kenapa beberapa seedling lebih cepat berbunga ?. Disini boleh curiga, barangkali kelompok seedling dimaksud punya keunggulan genetik dalam hal berbunga cepat. Sisihkan (culing) ke kelompok bunga cepat. Disiapkan sebagai indukan mendatang (pembawa trait cepat berbunga). Pasti, ada baiknya dites beberapa kali lagi, sejauh mana faktor genetik tersebut berpengaruh.
Dalam suatu kelas kursus bahasa Inggris. Gurunya sama, durasi jam kursus sama, text book sama, kenapa ada yang dapat nilai A, B, C, dan D ? Patut dicurigai ada beda bakat si anak. Amati lagi apakah perbedaan itu karena lokasi duduk ? Yang duduk di depan (dapat A), dan yang duduk dibelakang (dapat D), atau karena peruntungan si anak sedang jelek ? He he he he jangan cepat-cepat menarik kesimpulan, si anak kurang berbakat bahasa Inggris, nanti marah orangtuanya.
Bisa saja multiflorum (‘wild type’) punya sifat lambat berbunga. Namun karena faktor domestikasi serta arah seleksi yang dikembangkan di Thailand , berhasil membuat seedling multiflorum jadi cepat berbunga. Bukankah RCN juga dari seleksi arabicum yang dikenal males berbunga ?
Tharie Wie
www.omahijo.com

BEBEK MAGENTA


Sharing dan refreshing…
Satu lagi hasil silangan omahijo lahir. Sekarang giliran muncul bebek. Mau dimasukkan Red Familly, kok keluar Magenta …………
Corong putih, kuning udah, sekarang giliran corong magenta.
‘Star’ putih, kuning udah, sekarang giliran ‘star’ magenta.
Comment-nya saya tunggu yach... Thanks. Tengok juga hybrid omahijo yang lain di sini
Tharie Wie
www.omahijo.com
Satu lagi hasil silangan omahijo lahir. Sekarang giliran muncul bebek. Mau dimasukkan Red Familly, kok keluar Magenta …………
Corong putih, kuning udah, sekarang giliran corong magenta.
‘Star’ putih, kuning udah, sekarang giliran ‘star’ magenta.
Comment-nya saya tunggu yach... Thanks. Tengok juga hybrid omahijo yang lain di sini
Tharie Wie
www.omahijo.com
Sabtu, 23 Februari 2008
Mengamati Adenium

Saya sempat baca tulisan bu thari di blog tentang adenium dan aglaonema, khususnya yang tentang pollination. .. (kalo ga salah judulnya Seeds and Hibryds) wah seru banget kliatannnya. .
Kalo saya gak salah tangkap (mohon dikoreksi njih..) kalo breeder menyilangkan, hasilnya belum dapat serta merta segera dipastikan seperti apa.
Lalu hasil persilangan dengan hand pollination juga berbeda dengan natural pollination.
yang ingin saya tanyakan:
1. Misalnya kalo dibalik, saat kita melihat sesosok hibryd, apakah dapat diketahui kedua tetuanya? misalnya dengan identifikasi karakter morfologinya (bunga, daun, dll)?
2. Sesuai dengan hukum Mendel, sifat anakan akan menuruni gabungan sifat dari tetuanya. Berarti apakah keragaman adenium itu murni karena faktor genetik dan bukan karena interaksi dengan lingkungan? mohon koreksi kalo saya salah.
3. Kalo begitu bagaimana dengan mutasi?
4. Saya pernah ingat teori tentang jerapah. Awalnya jerapah berleher pendek, namun karena ia harus mendapatkan makanan dalam posisi yang tinggi maka dalam evolusinya jerapah mempunyai leher yang panjang.. itu benar atau ga Bu, Pak..? kalo iya, itu berlaku di adenium tidak?
Mohon Pencerahanipun Salam, yayan Aji
Pak Yayan,
“ kalo breeder menyilangkan, hasilnya belum dapat serta merta segera dipastikan seperti apa ?’. Lalu hasil persilangan hand pollination (HP) juga berbeda dengan natural pollination (OP) ?”
Tentu bukan berarti prediksi sama sekali tidak bisa dilakukan. Maksud istilah ‘dipastikan’ lebih merefer ke benih ‘true type’. Sementara kita tahu, adenium yang ada dipasar (darimana materi indukan berasal), adalah sebuah “hibrida”.
Dari HP, kedua induk diketahui pasti, prediksi anak lebih terarah. Dari OP, hanya induk betina yang diketahui pasti. Sampai mati pun dia tidak mau ngaku siapa bapaknya …He he he. Cinta di bawa mati.
1. Misalnya kalo dibalik, saat kita melihat sesosok hibryd, apakah dapat diketahui kedua tetuanya? misalnya dengan identifikasi karakter morfologinya (bunga, daun, dll)?
Bisa, tapi tuduhan dapat kemana-mana, terlalu luas. Barangkali ini segi keuntungan memakai materi indukan “hibrida”. Luasnya ragam genetik induk, menghasilkan sebaran anak yang luas pula. Contoh gambar di atas, yang baru mekar pagi tadi. Kira-kira “dia” ini anak siapa sih ? Explora, Vega, Quantum, Pandora, Estima, Harry Porter, atau kombinasi dari mereka ?.
2. Sesuai dengan hukum Mendel, sifat anakan akan menuruni gabungan sifat dari tetuanya. Berarti apakah keragaman adenium itu murni karena faktor genetik dan bukan karena interaksi dengan lingkungan? mohon koreksi kalo saya salah.
Hukumnya masih tetap sama P = G + E.
3. Kalo begitu bagaimana dengan mutasi?
Sebagian besar mutasi tidak diketahui musababnya, terjadi spontan begitu saja. Sebagian kecil diketahui karena faktor eksternal, seperti radiasi, atau mutagen lain. Hanya karena mutasi umumnya resesip, gejalanya tidak teramati langsung pada individu bersangkutan. Tapi baru nampak, nanti pada turunannya yang homozygote resesip.
4. Saya pernah ingat teori tentang jerapah. Awalnya jerapah berleher pendek, namun karena ia harus mendapatkan makanan dalam posisi yang tinggi maka dalam evolusinya jerapah mempunyai leher yang panjang.. itu benar atau ga Bu, Pak..? kalo iya, itu berlaku di adenium tidak?
Teori Lamarckian ?, pak GK lah ahlinya. Konon cerita, Soviet pernah gagal panen (havoc), gara-gara menerapkan teori ini. Salam Tharie Wie , www.omahijo. com
Tapi bu, bu thari ga tanya ke saya kan tentang adenium punya ibu yang baru mekar itu? saya ya jelas belum mudeng sampai situ.. makanya saya tanya pertanyaan no.1 ke bu thari.. maaf...
Berarti susah juga ya bu, kalo kemungkinan itu terlalu luas... otomatis yang tahu silsilahnya ya si breeder to bu?
Terus gimana kita bisa mempelajari pola pewarisannya ya?
oiya, saya sempat baca artikel bu thari yang judulnya "Pengenalan Karakter Adenium dan Mekanisme Pewarisannya" (bagian 1) di situsnya kebonkembang.
Saya sebenarnya tertarik banget, tapi kok bagian ke 2 dan seterusnya ga ada ya bu? terus gambar-gambarnya juga cuma ada satu.
Bu,, gimana saya bisa dapatkan artikel selengkapnya? atau mungkin artikel lain yang sejenis dan mendukung bu? (maaf kalo saya saru, nyuwun tulung kok sama senior)
TApi betul saya tertarik sekali...
satu lagi bu, P = G + E
Berarti kalo kondisi lingkungan kita asumsikan relatif sama, maka kalo ada keragaman morfologi, itu berarti murni karena keragaman genetik. Betul to Bu? Yayan Aji
A : Berarti susah juga kalo kemungkinan itu terlalu luas... otomatis yang tahu silsilahnya ya si breeder ?
Bukan susah, yang diperlukan hanya kemauan mengamati, mencoba, mencatat, dan sedikit sabar. Dulu milis pernah membahas panjang lebar tentang silsilah ( seed & Hybrid ) coba buka di alamat ini :
http://blog.360.yahoo.com/blog-qzbRxjswfKpd2.DNgq5ywU4h?l=31&u=35&mx=43&lmt=5
Saya buat untuk memudahkan rekan-rekan atau siapa saja yang mau tau dan belajar tentang adenium.
A: Terus gimana kita bisa mempelajari pola pewarisannya ya?
Lakukan pengamatan secara parsial, per-karakter, pilah berdasarkan pola sifat di lokasi tertentu. Kenali dan pelajari karakter bunga yang telah ada selama ini, misal sifat ini selalu muncul bareng yang itu. Kalau pola ini ada, kenapa pola yang itu tidak ada, dst.. Bandingkan dengan genetika bunga lain yang telah banyak publikasinya. Dan yang pasti, lakukan percobaan. Ilmu genetika menjadi penting (bahkan, keharusan) dalam mengenali pola perilaku karakter.
Kasus yang umum terjadi, pewarisan selalu dipandang dalam kerangka kesatuan bunga utuh, dibanding unsur karakter semata. Efek dari pada itu, kita dapat terjebak dalam pengertian macam ini turunan bunga X, kalau pengin sifat A, harus pakai bunga Z, dsb. Sementara kita bekerja justru dengan indukan “hibrida”.
A : Artikel selengkapnya?
He he he ternyata menulis secara runut dan runtut itu sulit ….. mandheg sementara, tauk nich mesti dipancing pakai apa.
A: Berarti kalo kondisi lingkungan kita asumsikan relatif sama, maka kalo ada keragaman morfologi, itu berarti murni karena keragaman genetik. Betul?
Semestinya memang jadi begitu.
Salam
Tharie Wie
www.omahijo.com
Bukan susah, yang diperlukan hanya kemauan mengamati, mencoba, mencatat, dan sedikit sabar. Dulu milis pernah membahas panjang lebar tentang silsilah ( seed & Hybrid ) coba buka di alamat ini :
http://blog.360.yahoo.com/blog-qzbRxjswfKpd2.DNgq5ywU4h?l=31&u=35&mx=43&lmt=5
Saya buat untuk memudahkan rekan-rekan atau siapa saja yang mau tau dan belajar tentang adenium.
A: Terus gimana kita bisa mempelajari pola pewarisannya ya?
Lakukan pengamatan secara parsial, per-karakter, pilah berdasarkan pola sifat di lokasi tertentu. Kenali dan pelajari karakter bunga yang telah ada selama ini, misal sifat ini selalu muncul bareng yang itu. Kalau pola ini ada, kenapa pola yang itu tidak ada, dst.. Bandingkan dengan genetika bunga lain yang telah banyak publikasinya. Dan yang pasti, lakukan percobaan. Ilmu genetika menjadi penting (bahkan, keharusan) dalam mengenali pola perilaku karakter.
Kasus yang umum terjadi, pewarisan selalu dipandang dalam kerangka kesatuan bunga utuh, dibanding unsur karakter semata. Efek dari pada itu, kita dapat terjebak dalam pengertian macam ini turunan bunga X, kalau pengin sifat A, harus pakai bunga Z, dsb. Sementara kita bekerja justru dengan indukan “hibrida”.
A : Artikel selengkapnya?
He he he ternyata menulis secara runut dan runtut itu sulit ….. mandheg sementara, tauk nich mesti dipancing pakai apa.
A: Berarti kalo kondisi lingkungan kita asumsikan relatif sama, maka kalo ada keragaman morfologi, itu berarti murni karena keragaman genetik. Betul?
Semestinya memang jadi begitu.
Salam
Tharie Wie
www.omahijo.com
Harry Potter Family

Untuk memperoleh tanaman “true type” dari kelompok HP, mungkin tidak perlu nunggu sampai F5. Kemarin pagi ada seedling hasil silangan omahijo yang berbunga, dan kali ini lebih mirip “Painted Lady” (lihat gambar). Dan seperti kemarin, kelupaan repoting, akarpun menyembul dari dasar pot.
Dibanding Painted lady, HP Familly yang satu ini memiliki filament lebih panjang, kelopak bunga berbentuk “aristate” dengan ujung lebih menonjol Ukuran bunga juga lebih besar.
Salam
Tharie Wie
www.omahijo.com
Dibanding Painted lady, HP Familly yang satu ini memiliki filament lebih panjang, kelopak bunga berbentuk “aristate” dengan ujung lebih menonjol Ukuran bunga juga lebih besar.
Salam
Tharie Wie
www.omahijo.com
Kamis, 17 Januari 2008
Pollen Adenium

Pertanyaan :
Mengapa HP yang saya lakukan sering gagal menghasilkan buah (seed pod) ? Kalaupun seed pod terbentuk, mengapa gagal di tengah jalan ? Untuk kelompok arabicum, RCN dan Thai Soco, buah seringkali ‘pecah’ (matang) sebelum waktunya (seperti pada gambar). ‘Mangkel’ deh lihat buah yang sudah besar-besar tapi lahir premature (gagal matang ditengah jalan) .…………
Jawab :
Ada dua alasan terjadinya peristiwa ‘gagal buah’, yaitu mekanis dan biologis. Kegagalan mekanis biasa terjadi pada masa pra-pembuahan (buah sejak awal tidak terbentuk) seiring dengan gagalnya penyatuan polen dan stigma. Secara mudahnya terjadi proses HP salah sasaran, polen tidak diletakan pada bagian semestinya (G spot, receptive area) di stigma. (Catatan : untuk dapat terjadi pembuahan, hanya dibutuhkan satu butir polen yang tumbuh pada permukaan stigma dan membentuk tabung polen). Untuk mengurangi kemungkinan salah sasaran, maka dalam proses HP pergunakan sebanyak mungkin polen untuk satu stigma.
Kegagalan biologis dapat terjadi pada masa pra-pembuahan dan post-pembuahan (buah dapat terbentuk tapi tidak pernah matang sempurna). Alasan yang sering melatar belakangi kejadian ini adalah karena kondisi tanaman tidak fit, kurang unsur mineral atau nutrisi tertentu, serangan penyakit, dll. Tapi mengapa tetap saja GAGAL BUAH pada jenis ARABICUM yang fit, RCN yang rajin dipupuk, dan THAI SOCO ?
Para pemulia tanaman sampai pada kesimpulan, bahwa ada serangkaian alela majemuk ‘S’ (S1, S2, S3 …….) yang mengendalikan pembuahan atau peristiwa gagal buah atau inkompabilitas. Gagal buah boleh jadi karena masalah interaksi fisiologis antara polen (yang haploid) dan stigma (yang diploid), polen dan stigma mempunyai alela yang sama. Contoh betina S1S2 x jantan S1S2 akan terjadi gagal buah. Perkawinan S1S2 x S1S3 akan lebih kompatibel. Gagal buah juga dimungkinkan karena ada masalah dengan gen homolog dalam persilangan tersebut.
Apa itu homolog ? Bagaimana untuk mengenali kemungkinan terjadi gagal buah dan mengatasi masalah inkompabilitas ini ? salam, Thari Wie
Pertanyaan mbak (sebenarnya dari segi the bijis) Cukup kah satu pollen untuk membuahi bunga adenium jadi buah ? diperjelas, apakah satu pollen dapat menghasilkan buah (pod) Ya.. untuk buah berbiji satu seperti kelapa, mangga, dll. Tidak (?).. bagi the bijis (adenium)
Pada bagian kelamin betina bunga adenium terdapat 2 ovary (ada yg tiga - jadi 3 pods) yang masing masing ovary terdapat banyak (puluhan ? ratusan ?) ovule (megaspore terdiri dari 1 telur, 2 sinergid, 2 polar inti, 3 antipodal). Puluhan/ratusan ovule tersebut akan berkembang menjadi puluhan/ratusan biji (satu ovule = satu biji). Pada proses polinasi (penyerbukan) , jika satu pollen yg melekat di stigma.. beberapa menit kemudian pollen akan mengalami germinasi membentuk tabung pollen menuju ovule dalam ovary.. satu pollen akan membelah menjadi 2 sel sperm kemudian keduanya menuju ovule melalui tabung pollen, satu sperm menyatu dengan telur (dalam ovule) membentuk zygote (bakal individu baru) dan satu sperm menyatu dengan dua polar inti membentuk endosperm (bahan makanan buat bakal baby adenium tumbuh). Satu sperm membuahi satu telur.. artinya satu pollen membuahi satu ovule membentuk satu biji.. Jika pengen semua ovule dibuahi menjadi semua biji.. pollen dengan jumlah yang sama dengan jumlah ovule dalam setiap ovary. Satu ovary membentuk satu pod..
Apakah satu pollen cukup membentuk buah ? Mungkin buah akan terbentuk, apakah akan menghasilkan hanya satu biji yang fertile ? dan selebihnya biji infertil ?
Sedikit tambahan.. dengan alasan yang sama akan menjawab kenapa setiap biji tumbuh menjadi individu baru yang berbeda2 walaupun berasal dari satu pod yang sama. Jika satu pollen cukup untuk membuahi ratusan biji.. maka keragaman (variasi) individu dari ratusan biji tersebut akan menjadi kecil/seragam (paling tidak.. seragam dari trait yg diturunkan dari pejantan (pollen). Salam - Zai
Wah, diskusi yang menarik bang.
Nambahin pertanyaan aja nih...
Kenapa ada pod yang berisi banyak biji, ada pula pod yg berisi sedikit biji? Kalo memang 1 pollen saja yang berhasil menempel di stigma sudah cukup utk menghasilkan buah adenium, kenapa jumlah biji yang dihasilkan berbeda2 ya? Salam – Farika
Nambah satu lagi dong pertanyaannya. .
kalo polen yg dipakai utk membuahi putik, berasal dari 2 bunga yg berbeda jenis (misalnya polen fadia n doxon dicampur buat membuahi yello).. kira2 apa yg terjadi ya?
kalo baca yg Bang Z.. kemungkinannya hanya pollen fadia saja yg membuahi yello atau hanya polen doxon aja yg membuahi yello.. begitukah? atau bisakah 2 pollen beda bunga melebur?? mohon pencerahan dong... salam – angga
Pertanyaanku sama nih, bagaimana kalau pollen kembang sepatu (soalnya banyak banget tuh pollennya) dipakai untuk membuahi adenium, bisa nggak ya? Kalau nggak bisa karena apa, maklum waktu pelajaran biologi sering bolos :D salam - Ermi
friends..
Adenium punya ovule/megaspora yang banyak.. dia punya banyak sel telur dalam masing masing megaspora.. Artinya perlu banyak sperm untuk fertilisasi membentuk zygote.. karena satu pollen menghasilkan satu sperm yg membuahi telur. Agar buah berisi banyak biji perlu banyak pollen membuahi semua telur. Tapi bila satu saja pollen membuahi, mungkin pembentukan buah tetap terjadi hanya isi biji saja cuma satu.
Mengacu pada uraian di atas, maka kemungkinan pembuahan oleh beberapa pollen dari beberapa bunga bisa terjadi. bisa saja doxon dan fadia punya saham dalam produksi biji.
Dengan alasan yg sama dalam hybridisasi untuk memastikan hanya pollen pejantan yg dimaksud yg membuahi sehingga bunga dikarantina sebelum diserbuki, diserbuki sebelum pollen sendiri matang, dan juga penutupan bunga setelah pollinasi dilakukan. Hal itu semua untuk memastikan tidak ada kontaminasi pollen alien yg membuahi bunga yg dipolinasi.
Mbak Ika, jika sperm yg membuahi telur sedikit maka biji yg dihasilkan tentu sedikit. Kadang kadang buah yg jadi sendiri (bantuan angin, hewan dll) jumlah biji dalam pod tidak sebanyak hasil hand polinasi.. mungkin ada hubungan dengan jumlah pollen yg melekat di putik.
Buah hasil HP juga kadang2 menghasilkan biji yg sedikit.. mungkin karena kualitas pollen atau umur bunga dah kurang untuk membuahi.. atau penyebab ketidakcocokan genetis.
Mas Bejatt, kayaknya ga bisa mas polen jeruk.. entah pollen masih mau membentuk tabung pollen.. tapi yg jelas sperm tidak bisa nyatu dengan telur karena sifat genetik yg berbeda (misalnya jumlah kromosom, dll) kayak anak kunci dengan gemboknya lah.. kunci mobil mercy ga cocok ama kunci gembok pagar rumah.. hehehe
Tanaman punya kecocokan genetis yg tinggi untuk saling kawin mengawini jika keduanya masih dalam satu spesies yang sama, namun banyak juga yg bisa kawin antar spesies (interspecies) , sebagian kecil ada yg bisa kawin antar genus (intergenera) terutama anggrek. Kalau lain genera, apalagi lain family kayaknya belum bisa deh mbak..
Pada musim kawin di sungai ikan2 jantan melepaskan sperm untuk membuahi telur2 yg dikeluarkan oleh betina.. Saat itu bapak2 kodok, bapak2 penyu, bapak2 buaya ga perlu khawatir para sperm ikan yg jutaan di sungai itu bakal bikin hamil anak2 gadis mereka yg suka berenang2 di situ.. hehehehe salam - zai
Iya bang sudah terjawab, thanks banget ya atas penjelasannya. Dulu waktu pertama kali nyoba HP, suka sebel kalau nyobek bunga adenium gak ada pollennya sama sekali. Nah di kantor kan banyak sekali bunga kembang sepatu yang suka pamer pollen. Suka berandai-andai kalau saja bisa disilang gitu, walaupun dalam hati sih bilang pasti gak bisa, tapi gak tahu alasan ilmiahnya.
Tapi ada satu pertanyaan lagi sehubungan dengan kalimat bang Zai berikut ini :
Kalau lain genera, apalagi lain family kayaknya belum bisa deh mbak.. Apakah dalam jangka waktu lama (evolusi) ada kemungkinan bisa :D Salam - Ermi
Dulu kita sebut ga bisa .. saat ini dah ada yg berhasil ngawinkan tanaman intergenera (dalam family yg sama) - selain anggrek. di family araceae dah ada yang bisa kawinkan dari genus Colocasia dengan genus Alocasia.
Saat ini dengan campur tangan manusia sudah bisa "saham sifat" diikutkan ke sel individu lain menghasilkan turunan yg sama sekali baru namanya tanaman transgen. Dah ada strawberry yg bisa hidup di musim dingin bersalju daun ga membeku.. karena pembawa sifat (gen) binatang kecil yg hidup di dalam es tanpa membeku sudah dimasukkan dalam kromosomnya. Dah ada juga daun tembakau yg bercahaya pada malam hari karena gen pembawa sifat pembentuk fluorisense dari kunang-kunang sudah ditanamkan padanya. Kabarnya dah ada jagung yg akarnya mampu menghasilkan senyawa allelopati yg sifatnya seperti herbisida yg mampu menekan pertumbuhan gulma sebagai hasil rekayasa genetik dari tanaman pengahasil allelopati. Jika sekiranya nilai ekonomi hasil transgen adenium cukup tinggi, barangkali saat ini gen adenium dah dicampur aduk dengan gen penghasil warna bunga biru, coklat, kuning dllsb. Mungkin suatu saat dengan rekayasa penyesuaian kromosom atau apalah namanya bisa saja kemudian bisa dikawinkan antar genera atau antar family.. salam - Zai
Selasa, 15 Januari 2008
UNTARI RETNO WAHYUNI: Serius Ciptakan Hibrida Baru Adenium

Ia kepengin suatu saat komunitas adenium dunia mengenal Indonesia sebagai penghasil hibrida adenium berbunga istimewa.
Cita-cita itu pula yang membuat Untari Retno Wahyuni, pecinta adenium di Yogyakarta, tertarik untuk serius menyilangkan sukulen berjuluk mawar gurun. Cukup banyak adenium hibrida yang sukses ditelurkannya. First day, novella, deal, renjana, Yu mi ko, dan inocento adalah beberapa nama adenium hibrida karya Tari, sapaan akrabnya. Banyak silangan yang belum diberi nama atau dalam taraf penyempurraan. Sebagian lagi sudah beredar di kalangan hobiis adenium, namun tidak dikenal sebagai silangannya.
Tari mengaku sudah cukup banyak pemain yang mencoba lebih serius menyilangkan si mawar gurun. Takjarang mereka saling tukar informasi, termasuk berbagi dan pamer hibrida dari masing-masing penyilang. Kalau melihat hasil silangan yang diperlihatkan rekan penyilangnya, kualitas dan kuantitasnya sudah menggembirakan. Tinggal tunggu keberanian saja buat di-publish, ujarnya.
TANTANGAN SUAMI
Cerita dimulai kira-kira empat tahun silam. Tari jatuh hati pada adenium saat melihatnya dalam sebuah pameran. Sebelumnya ia memang sudah menggemari tanaman hias berbunga indah, terutama anggrek. lbu dua putri ini terpukau melihat poster berisi foto 101 hibrida adenium dengan kelir yang berbeda-beda. Saya takjub karena corak bunganya warna-warni. Akhirnya saya beli satu bunga blue hawaii, lalu beli lagi morodoklok. Dan terus berlanjut sampai saya punya ke semua varian yang ada dalam poster itu, kenangnya.
Suami saya menantang saya untuk menyilang. Masak sih semua harus dari Bangkok, kata Tari. Ditambah lagi para hobiis adenium di Tanah Air juga ramai memperbincangkan cara menghasilkan biji adenium. Secara kebetulan wanita yang kini mengibarkan merek Omahijo Nursery, menemukan lebah yang terjepit dalam anther slit bunga blue hawaii. Ini yang lantas menjadi inspirasi mengenai cara penyerbukan bunga adenium.
Ia lantas belajar mengenai morfologi bunga dan juga mekanisme penyerbukan aneka bunga dari berbagai literatur biologi. Tari menemukan adanya kesamaan struktur dan posisi organ reproduksi adenium dengan Asclepias erosa (desert milk weed) sejenis rumput liar asal Afrika.
Dugaannya, mekanisme penyerbukan kedua tanaman itu serupa. Ia pun mempraktikkannya selama 6 bulan dan ternyata berhasil.
Setelah silangan pertama berbunga, alumnus Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta ini makin berminat. la menyebut menyilang tanaman itu enigmatic, penuh teka-teki yang mengasyikan bila diselami. Selain dituntut berpikir, berimaginasi, juga perlu kesabaran layaknya mengurai benang kusut. Tapi tak bisa disangkal, keberuntungan juga dibutuhkan. Belum lagi perasaan harap-harap cemas waktu menunggu benih yang kita semai berbunga. Akankah mekar sesuai harapan kita, membawa kejutan, atau berubah jadi melodrama yang menyedihkan, ujarnya antusias.
BUTUH LOMPATAN
Penyilang asal kota gudeg ini menerapkan dua metode penyilangan. Metode pertama adalah improvement, bertujuan menyempurnakan kekurangan pada bunga yang sudah populer sekarang. Setiap muncul kembang anyar dari Thailand atau Taiwan, dicari kekurangannya dan apa yang perlu ditamoahkan agar lebih menarik. Dilakukan untuk mendapatkan hasil bagus dalam waktu relatif cepat. Butuh lompatan jntuk mengejar ketertinggalan dari Taiwan dan Thailand yang telah mulai lebih dari 10 tahun yang lalu, ungkapnya.
Prinsip dasar penyilangan improvement adalah pretty on pretty. Bunga yang punya kelebihan tertentu disilangkan dengan bunga yang memiliki kelebihan berbeda. Menurutnya, karakter anak hasil silangan dipengaruhi tetua jantan-betina dengan porsi seimbang, 50.50. Novella adalah contoh penerapan metode ini. Pilih tetua yang mempunyai ciri dekat dengan tujuan penyilangan. Anakan yang dlhasilkan tidak jauh dari cantik-cantik dan cantik sekali, tandasnya.
Metode kedua adalah penyilangan unique. Tujuan akhirnya, menghasilkan bunga yang benar-benar unik, belum pernah ada di pasar baikwarna, corak atau kombinasi keduanya. Dibutuhkan waktu relatif lebih lama dari metode pertama. Harus membuat breedingline untuk sifat yang kita inginkan. Intinya, buat line untuk sifat-sifat rertentu yang kelak akan kita gabungkan. Saya sedang berusaha mencetak bunga berpola harry potter tetapi warnanya terbalik.
BAGI-BAGI BIJI
Hasil silangan dikategorikan bagus jika fase generatif, berbunga pertama kali, tidak terlampau lama alias waktu kurang dari 8 bulan. Setiap tangkainya harus memiliki tiga kuntum bunga pertangkai saat pertama kaji berbunga. Bentuk dan tampilan bunga bagus, warna tegas dan tahan lebih dari 10 hari. Bentuk yang ideal, menurut saya, bunga membulat, petal overlap-penuh, petal tebal dan tidak melengkung ke atas atau ke bawah. Petalnya rata, corong bunga tidak terlalu panjang dan mulut corong bunga sempit, ungkap Tari.
Tak semua hasil silangan langsung dijual, sebagian disimpan untuk dikembangkan, sebagian bahkan dibagi-bagi ke kolega. Awalnya, Tari menyemai sendiri biji hasil silangan nya karena hasil panen memang belum terlalu melimpah. Saat bertambah banyak, ia pun pusing ketika harus menyemai. Saya tawarkan ke teman-teman. Saat kelak berbunga saya harap dapat laporan, macam bunganya seperti apa. Sayangnya kebanyakan justru tanpa kabar. Anehnya enggak ada laporan komplain kalau jelek, malah terus saja minta dikirimi biji silangan, katanya.
Kepengin dapat kiriman biji silangan? *
TIP MENYILANG ALA TARI
Mekanisme penyilangan adenium, menurut Tari, sangat gampang. Kegagalan umumnya terjadi akibat salah menentukan receptive area putik stigma bunga. Kesulitan biasanya hanya terjadi dalam menentukan bunga yang hendak digunakan sebagai induk jantan dan betina.
Paling ribet justru waktu memberi label persilangan dan kegiatan catat-mencatat sesudahnya,° ungkap Tari.
Cara penyilangan bagaimana? Ambil polen pada bunga yang dipakai sebagai induk jantan dengan tusuk gigi atau alat lain. Usapkan dan usahakan agar polen dimaksud menempel di bagian receptive area putik bunga yang dijadikan induk betina. Kalau mau lebih mudah gu
akan kaca pembesar /hand loupe/. Kalau sudah terbiasa, up tak diperlukan lagi.
Saat pertama menyilang, jangan pelit memakai polen. Ambil polen dari dua atau lebih bunga induk jantan sejenis 'Untuk menyerbuki satu putik bunga induk betina. Kelak kalau sudah terbiasa dan hafal, polen dari satu bunga calon induk lantan dapat dipakai untuk menyerbuki 3 sampai 4 putik bunga calon induk betina, terang Tari.
Keberhasilari penyerbukan bakal tampak mulai hari ketiga, akan semakin jelas di hari ketujuh. Antara lain, pedicle tangkai bunga.dan receptacle dasar bunga terlihat membesar. Kadang tangkai bunga tampak berwarna kemerahan, calon buah terlihat membesar dan belahan tanduk buah nampak jelas memisah. Usia matang tanduk buah /seed pod/ rata-rata tiga bulan. Namun beberapa arietas bisa sampai 5-7 bulan, lanjut wanita yang hobi balap go kart.
Soal waktu menyilang, tak menjadi masalah. Memang -kalau dilakukan malam hari atau menylang pagi harus menggunakan bantuan penerangan seperti head Igmp: 'saya kebanyakan menyilang di pagi hari, sebelum berangkat ke kantor. Tapi lebih ke alasan ketersediaan waktu. Kadang penyilangan juga saya lakukan sore atau malam hari juga, tuturnya.
Dimuat di majalah Garden, Desember 2007
UNTARI RETNO WAHYUNI: Belajar Menyilang Dari Lebah

Suatu sore pada awal tahun 2003, ia mendapati lebah mati terjepit di anther bunga blue hawaii. Itulah yang memberi inspirasi saya bagimana seharusnya penyerbukan adenium. Lantas saya mulai mencari dan mempelajari buku fisiologi tanaman, teknik menyilang dan pemuliaan tanaman, lanjutnya.
Setelah kurang lebih 6 bulan coba-coba menyilang baru berhasil. Penyilangan dilakukan pad a November 2003, antara red dusk (A. obesum) dan Harry Potter (Adenium hybrid) berjalan sukses. Penyilangannya pas hari ulang tahun anak pertama saya, tanggal 1 Nopember. Mulai muncul calon biji tanggal 15, dan panen biji tanggal 11 Februari sebanyak 150 biji, ujarnya.
Semua biji lantas disemai dan hasilnya cukup bagus, 95% berhasil tumbuh. Sembilan bulan berselang, tanaman hasil silangannya mulai berbunga. Corak bunganya perpaduan kedua induk atau nenek-kakeknya. Mekar pertama tanggal 24 Oktober 2004, terangnya.
Tari paling suka hasil silangan Pink Lines dengan Harry Potter, yang diberi nama First Day. Warna dan corak bunganya imut, lucu, dan genit. Soal nama memang saya serahkan ke teman-teman lewat sayembara. Pemenangnya nanti saya kirimi benih dan pupuk, ujarnya. Salah satu silangan paling mengesankan pemilik Omah Ijo Nursery ini juga masih keturunan Harry Potter. Ini merupakan salah satu obsesi saya, kebalikkan dengan corak Harry Portter. Saya ingin bunga merah bergaris putih tegas. Nah, yang ini agak mendekati, tinggal disempurnakan, lanjutnya.
Awalnya, Tari menyukai anggrek. Namun suaminya kurang begitu suka. Pilihan lantas jatuh ke adenium, karena bunganya beraneka warna dan corak. Sosok pohonnya unik dan khas. Paling utama mudah perawatannya dan suasana rumah tidak lembap dan gelap, karena pohon ini suka sinar matahari, ujarnya, pertama mengenal adenium pada awal 2003. Koleksi pertamanya, blue hawaii berkelir ungu dan berbunga lebat, dari Godongijo Nursery.
Trik Menyilang Adenium Ala Tari
Tujuan seleksi harus jelas. Ingin menghasilkan bunga, bonggol, jenis daun, pertumbuhan atau sifat lainnya. Rasional dalam menentukan kriteria seleksi. Cari informasi tentang sejarah jenis atau bunga indukan. Kumpulkan materi genetik sebanyak yang kita bisa. Banyak belajar dari buku, jurnal, majalah, tabloid, atau orang yang lebih tahu, saran Tari.
Menyilang adenium itu gampang, yang susah menentukan indukan yang sesuai. Soalnya bunga adenium mempunyai sifat incompabilitas yang tinggi dan self sterile. ujarnya. Bunga adenium tergolong penyerbuk bersilang. Jadi. sebenarnya semua bijinya adalah hibrida. Beberapa spesies atau varietas sering tidak bersesuaian alias saling menolak. Ada juga adenium yang putiknya (stigma) tidak berfungsi secara baik, dan beberapa lainnya tidak menghasilkan pollen.
Berdasar pengalaman Tari, spesies Adenium swazicum dan turunannya tidak dapat dipakai sebagai indukan betina. Soalnya stigma tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kalaupun terbentuk calon biji, perkembangannya tidak begitu baik. Demikian juga penyilangan antara A. obesum dengan A. arabicum sangat sulit dilakukan. Namun anehnya kalau arah persilangan dibalik, A. arabicum dengan A. obesum kemungkinan diperoleh biji jauh lebih mudah.
Dimuat di Majalah Flona, Mei 2006
Senin, 07 Januari 2008
Menyilangkan Arabicum x Obesum

Rekans,
beberapa waktu lalu kalau ndak salah Mark Dimmits nulis kalau menyilangkan arabicum dan obesum adalah suatu yang mustahil.... nek gak salah lho... Tapi pas buka link ini, kok kayaknya dah ada arabicum X obesum yang dah berbunga, bahkan F2-nya yang dah berumur 4 tahun..... http://www.tucsonca ctus.org/ Adenium/hybrids_ arabicum. html . salam, tomo
He . he .. he itu contoh yang dinamakan pembodohan calon pesaing.
Memang ada yang sulit, tapi tidak semua sulit kok arabicum x obesum, vice versa.
Tapi ini pendapat hobiis baru lho mas.
Bulan September 2007 dari tulisan mas Tomo di milis sebelah, saya coba menyilangkan arabicum dengan B52, Red Dusk, Paradiso, First Day, etc, etc ….. ( foto : arabingung ) dan berhasil sampai sekarang ndak rontok. Mudah-mudahan bisa jadi bakalan "breeding line" di masa mendatang. Arabicum rajin berbunga bercorak lagi. Salam Tharie Wie
Masih satu genus harusnya kata "sulit" tidak diartikan mustahil/imposible. Di dunia anggrek perkawinan antar genus bukan hal yang anehl..apalagi masih satu species. Tanaman lain ? Saat ini sudah ada yang berhasil menyilang alocasia dengan colocasia yang genusnya berbeda. Ada teman kita (di aglaonema) yang bercita2 nyilang aglaonema dengan dieffenbachia. . sayang nyilang sesama aglao juga ternyata tidak gampang tapi bukan tidak bisa.
Hahaha.. pembodohan ya namanya mbak.. Kayaknya mbah Demit ada tambahan note kalau ga salah kira2 artinya "paling tidak untuk spesimen arabicum koleksi saya" Saat itu dia gunakan arab berbunga merah. Dan lagian lagi.. tuh mbah Demit baru nyoba "dozen" koq.. belum tus..ratus, bu..ribu, atau jut..juta.. harusnya kesimpulan "tidak bisa" belum layak. Jadi arab kita masih ada chance bisa disilang dengan obesum. Horeeeee !!!!
Lagian teman kita dah ada yg duluan nyilang.. sayang bahasan tentang itu ga berlanjut.
BTW... Mudah mudahan buahnya jadi mbak.. dan biji2nya tumbuh dan berkembang.
Aku sudah pernah (beberapa kali) nyilangin arab dengan obesum.. dari yang beberapa kali itu dah ada titik terang : buah jadi namun sayang kemudian buah rontok. Artinya pembuahan mungkin terjadi. Pengen ulang2 lagi percobaan.. sayang bunga arabicum terbatas..speciment tertua malas berbunga.. Kalau berbunga lagi tak coba silang dengan obesum. Salam zai
Pak Doktor itu saya pikir orangnya kadang agak gimana gitoh. …. Bang Zai pasti membaca juga alasan dia, kenapa tidak menampilkan bunga tumpuk sebagai contoh variasi bunga di site nya. …….. which I simply don't like….. tidak suka atau malu karena keduluan ……. He he he he.
Balik ke arabicum x obesum. Saya pernah baca, ada beberapa penyebab gagalnya silangan model-mode interspecific, intergenerik dst, dst adalah masalah di jumlah kromosome yang tidak sama, andai kata pun sama ternyata masih ada masalah di kromosom homolog-nya, dan atau kromosom yang non homolog tidak berpasangan (CMIW).
Tapi bukankah rekombinasi antar jenis merupakan wahana evolusi ? Alam memberi peluang terjadinya perkawinan beda jenis melalui mekanisme introgresi dan poliploidi Tentu saya setuju banget dengan bang Zai : “Jadi arab kita masih ada chance bisa disilang dengan obesum”. Kalau kita tidak percaya hal ini, sama juga kita tidak percaya dengan teori evolusi.
Kira-kira yang terjadi di Thai dengan TS, RCN, PNW, BG, BK mungkin seperti ini :
Entah siapa yang mulai mencoba mengawinkan arabicum dengan obesum, somalense, dll, dll (mereka 20 tahun lebih dulu dibanding kita). Dari ribuan yang gagal, eeeeeee ada F1 yang dihasilkan. Awalnya mungkin hanya dihasilkan beberapa biji yang terbentuk sempurna. Dari sedikit biji itu, masih beruntung ada yang fertil (biasanya perkawinan antar jenis hasilnya infertil).
F1 fertil kemudian di back cross dengan salah satu induknya, eee …. ada yang berhasil, dan malah jumlah gamet fertil bertambah. Gamet ini akan menambah proporsi kromosom salah satu induknya dengan perbaikan dalam perpasangan dan pergerakan. Demikian seterusnya sampai ada TS, RCN, BG, dll, dll.
Botanica Garden dan Watu Putih membuktikan, bahwa diantara selfing Thai Soco, ada turunan yang dominan karakter RCN, arabicum, obesum, dan bahkan 'plastik' ... nah lo !
Saya jadi ingat petuah Mr. Tan, dulu : kunci sukses dalam plant breeding adalah masalah KESABARAN dalam menghadapi INEFISIENSI. – coba lagi dan coba lagi, ulangi dan ulangi. Pemulia tanaman itu layaknya seorang penjudi. Harus bisa mengabungkan intuisi dan pengetahuan untuk memperbaiki penyimpangan- penyimpangan hasil. Dan jangan lupa, faktor yang tak kalah penting, KEBERUNTUNGAN.
Kok jadi serius dan ngelantur ya ……….
Please mohon dikoreksi, agar saya tidak ngelantur dan terlalu jauh dengan keyakinan saya yang salah …….. Salam Tharie Wie
mBak Tharie dan rekans,
di dak rumah Turi juga ada satu adenium taiwan-an yang batal menjadi engkelan dan saat ini sedang ada tanduk. Menurut salakman bunga jantannya dari GC. Saya belum yakin apakah tanduknya benar-benar hasil persilangn atau karena selfing, soalnya ngembangi adenium di rumah Turi tidak dengan mematuhi kaidah2 ilmiah yang dulu sudah daijarkan Bang Zai ke saya.
Mungkin yang sama-sama patut kita tunggu kemunculannya (dan sampai kebun kita tentunya), aryabima van sunter yang konon merupakan persilangan GC dan plastic. salam, tomo
Mbak Thari,
Menarik juga bahasan opsrings dari Thai soco yang konon bermacam2 bentuk.. mbak Thari punya foto2 nya ?
Wak tom termasuk yg punya banyak seedling TS ini.. bisa sumbang gambar.. Salam zai
Mas Tomo,
Kebetulan disini ada pak Tetra dkk dari daerah timur, jagonya arabicum, plastic dll.
Saya juga malah ingin tanya tentang plastic di forum ini ;
1. Apa ciri utama hingga dapat disebut plastic ?
2. Benarkah adenium plastic itu ada lebih dari satu macam ?
Tharie Wie www.omahijo. com
Mumpung lagi bahas plastic..
mau nanya dong.. diantara ini mana yg plastic?
apakah penamaannya sudah bener?
n sekalian nanya, kalo kompakta n minisize bedakah??
apa perbedaannya? Salam, angga
Hal lain yg perlu dibahas..
- Untuk teman2 sudah pernah menyemai biji plastik. Apakah seedling plastik memiliki daun yang sama dengan induknya ?
Dugaan : plastik mengalami perubahan daun akibat pengaruh luar yg tidak menurun, jika benar maka seedling plastik daunnya tidak mirip induknya.
Jika dugaan benar, berarti ada sesuatu yang jadi penyebab daun berubah menjadi seperti plastik.. dan tentu jika agen itu dipindahkan ke specimen lain bakal membentuk daun plastik yang berbeda. Artinya plastik bisa banyak jenis.
Bang Aulia (belum jadi member ?) dan mas Fendi pernah buat percobaan tentang sifat2 adenium plastik.. jika berkenan mohon sharing ilmunya. Salam zai
Porsi breeding bonggol jadi jatah WP dan BG (saya cukup bunga saja). Besok aku fotoin off-spring nya kalau dolan kesana lagi. Mudah-mudah belum laku ...... (lebih banyak dagangnya ... he he he he, breeder Sukarno - Hatta)
Satu lagi yang aneh bang, pas dikirimi laporan hasil "selfing" plastic kok punya segregasi fenotip 15 non plastic : 1 plastic. Makanya aku nanya ke para ahli plastic (rombongan zona wetan, termasuk yang di Balikpapan), apa sih yang membentuk ciri plastik ? Kok punya sebaran mirip "duplikasi epitasis dominan". Aneh kan ? Salam Tharie Wie
Hallo bu Tharie,
Kalo tukang palak seperti saya yang mimpi jadi peneliti, yg sering mengandalkan intuisi dan "sok tahu" susah dibilang penjudi....lebih suka dibilang orkestrator adenium. Hehehehehehehe. .. nemu cryspum...langsung disobek sobek dan dibelah belah.... berharap dapet bunga impian.
Ngomong-ngomong soal arabicumxobessum. ... (wuiihh gaya kayak mo ngasih penjelasan). ... mau nanya, Apakah mungkin dari sekian arabicum maupun obessum dalam satu kebon itu terjadi penyilangan (red: selfing - bener gak istilahnya)? ,.. yg tanpa disadari dan menghasilkan bibit Arabicum maupun obessum dengan berbagi sifat tadi. Setelah seedling2 ini tumbuh dan tersebar di seantero Indonesia kemudian orang-orang mulai melakukan Hand Polinasi. Sifat sifat yang dibawa dari penyilangan pertama tadi itu apakah mungkin mengakibatkan kecenderungan jenis jenis ini semakin mudah berkawin silang?..
Kalau mau jujur.... sebenarnya masih takut untuk open (takut digugat secara ilmiah - apalagi setelah baca statement pak Dimit - apalagi bang Tomo sempet kaget waktu aku bilang ngawinin Arabicum dengan Obessum) dan pohonnya baru di share ke satu orang saja (hayo ngaku). Dari 160 biji arabicum yg saya tebar tahun 2002 (hasil panen sendiri pada 3 pohon) ada beberapa saja yang mati. Dari semua yang jadi ada satu yang menunjukkan gejala kelainan... Ini lagi masalahnya saat itu adenium belum jadi pilihan utk di jadikan object foto.... .. tapi itulah dasar bukan peneliti jadi nggak ada record yang rapi dan baik.
Balik ke arabicum... satu bibit yang kelainan itu menunjukkan ciri dominasi... tumbuh sangat cepat daun besar besar dan dalam waktu 2 tahun sudah sangat rajin berbunga... tapi rontok pada awal awalnya dan hanya satu aja yg berhasil mekar.
Sama bang Tomo bunga itu dinamai Daeng Kawanua... Mungkin bang Tomo bisa bantu mengamati daunnya terus dicocokan dengan Arabicum Yaman (dulu kenalnya cuman Yaman). Juga perhatikan pola tumbuhnya (sering jadi "wortel" kalau di grafting ke batang tunggal.) hehehehehehehe. Sudah coba di setek dan dari 6 setekan 1 saja yang melebar dan bercabang banyak , yang lain masih lurus lurus saja tapi bongsor.
Makasih sekali sudah mengangkat bahasan ini jadi berani ngomongnya.. ..Salam Janny
Wuah bang Janny terlalu amat sangat merendah.
yang mimpi jadi peneliti, yg sering mengandalkan intuisi
Pemuliaan tanaman = intuisi + pengetahuan + keberuntungan. Sementara itu pengetahuan = pengalaman = knowlegde. Bang Janny punya semua itu. Apalagi kebunnya juga luas… (saya lihat foto yang dikirim di milis sebelah), artinya “peluang kejadian” menjadi lebih besar.
Apakah mungkin dari sekian arabicum maupun obessum dalam satu kebon itu terjadi penyilangan ? Alami ?
Mungkin sekali. Dan bisa jadi itu campur tangan “Invisible Hand” yang sedang melimpahkan “hidayah” Nya. “Keberuntungan” justru menyertai penemuan-penemuan besar. Newton + buah apel, Alfred Nobel + batugamping, Archimedes + bak mandi, Pasteur + jamur, dll, dll
Fokus + dedikasi, pasti dekat dengan keberuntungan ….. he he he he, kata pak ustad di pengajian bulan puasa kemarin lho.
Kalau mau jujur.... sebenarnya masih takut untuk open (takut digugat secara ilmiah -)
Hemat saya, ahli pertanian, biologi etc yang justru mencari tahu dan menjelaskan secara ilmiah atas apa (fenomena) yang diketemukan orang awam seperti kita ini. Bukan malah memagari dan meruntuhkan semangat mencoba kita yang awam ini.
Moral cerita : Jangan pernah berkata tidak. Tharie Wie www.omahijo.com
Bu Tharie, postingan kebon di milis sebelah itu de Javu ajahh. hehehehehhehehehe ada yang usil soalnya.
Waduh jadi overwhelmed nihh.... hehehehehee. ..
Bu Tharie.... kesempatan nih... biar lebih scientific melakukan HP ada kiat kiat dan aturan yang harus di lakukan gak?
Maksudnya biar lebih Disiplin.
Moral cerita : Jangan pernah berkata tidak.
Ini sudah pasti ....apalagi di kasih gothic 30cm Salam Janny
Nah ……
Saya tidak tahu segi scientific HP itu ada dimana. … suwer deh. Asal bisa diulang dan dilakukan sipapun dapat memberikan hasil sama (CMIIW).
Hemat saya itu hanya mekanisme yang menjamin hanya dan hanya bila polen yang kita maksud benar-benar hanya yang membuahi stigma yang juga kita maksud. Atau stigma yang kita maksud benar-benar hanya dan hanya bila dibuahi polen yang hanya kita maksud. Hah .., jelek amat kalimatnya …. ya ? Dah itu saja.… hi hi hi. Pasti berlanjut mekanisme nya bagaimana ?
Jawabnya simple. Mata harus bisa menjadi saksi, bahwa polen dan stigma yang hanya kita maksud benar-benar bersatu. Proses selanjutnya biar terserah mereka berdua, masak harus ditungguin ……
Gambar di bawah adalah peralatan yang saya pakai untuk HP. Dari semua peralatan itu yang terpenting adalah :
1. Head Lamp, supaya yang diintip jadi terang
2. Hand loupe perbesaran 10 X, lebih dari cukup memperjelas yang kita intip.
3. Alkohol untuk membasuh ujung alat polinator diantara HP yang satu ke HP yang lain, agar polen lain yang masih menempel benar-benar tewas. Ingat pembuahan hanya butuh satu polen yang mampu tumbuh membentuk “tabung polen” di stigma
Polen calon bunga betina dihilangkan dulu sebelum dibuahi, tutup kantong plastik sesudah dibuahi, untuk menambah keyakinan bahwa memang bijih yang akan terbentuk benar-benar berasal dari stigma dan polen yang dimaksudkan.
Tapi langkah terakhir ini sekarang tidak lagi saya lakukan. Dengan pertimbangan, kalau memang adenium demikian mudahnya terjadi pembuahan, entah itu stigma dengan polen pada satu bunga atau dari polen lain yang dibawa angin atau serangga, tentu adenium di kebun sudah pada berbuah. Nyatanya dari sekian ribu bunga (bukan sekian ribu tanaman) belum tentu 3 bulan sekali kita mendapati adenium berbuah sendiri secara alami. Artinya pekerjaan menghilangkan polen ditambah pembungkusan kantong plastik, nilainya tidak lebih dari 1 % dalam menjamin pembuahan yang tidak kita kehendaki (Maunya bastar, malah diperoleh “bastard seed”). Kira-kira bener tidak pernyataan ini ? (CMIIW donk). Tapi kalau mau yakin 100 % , ya lakukan saja, toh tidak ada salahnya, cuman agak capek juga.
Bagaimana cara biar lebih disiplin ? Buat suatu sasaran tertentu. Kira-kira kita mau apa dengan HP tersebut, sekedar bikin bijih adenium atau mau bikin bunga baru ?. Jangan terlalu sulit dalam menentukan tujuan. Jangan FILO, supaya tidak patah semangat di tengah jalan.
HP saya bagi menjadi dua kelompok.
1) Kelompok improvement dan 2) Kelompok unik.
Tentukan skala prioritas masing-masing kelompok, buat suatu matrix, pilih yang hendak kita laksanakan.
Matrix berisi : 1) ide arah penyilangan, 2) kondisi kompetisi ke arah itu, 3) kemungkinan penerimaan orang/pasar nantinya, 4) Tingkat kesulitan genetik.
Mirip analisa SWOT dalam pelajaran analisa investasi.
Saya yakin, sasaran tertentu membuat kita lebih disiplin dan tertantang. Paling tidak kita ingin membuktikan hipotesa kita. Paling tidak bukan sekedar menjadi rutinitas ceblok sana-ceblok sini yang membosankan. Paling tidak kita jadi rajin mencatat apa yang telah kita lakukan. Tanpa catatan itu, hemat saya HP menjadi tidak ada artinya.
Waduh ….. maaf bang Janny dan rekans, jadi ngelantur ……….. maaf, maaf.
beberapa waktu lalu kalau ndak salah Mark Dimmits nulis kalau menyilangkan arabicum dan obesum adalah suatu yang mustahil.... nek gak salah lho... Tapi pas buka link ini, kok kayaknya dah ada arabicum X obesum yang dah berbunga, bahkan F2-nya yang dah berumur 4 tahun..... http://www.tucsonca ctus.org/ Adenium/hybrids_ arabicum. html . salam, tomo
He . he .. he itu contoh yang dinamakan pembodohan calon pesaing.
Memang ada yang sulit, tapi tidak semua sulit kok arabicum x obesum, vice versa.
Tapi ini pendapat hobiis baru lho mas.
Bulan September 2007 dari tulisan mas Tomo di milis sebelah, saya coba menyilangkan arabicum dengan B52, Red Dusk, Paradiso, First Day, etc, etc ….. ( foto : arabingung ) dan berhasil sampai sekarang ndak rontok. Mudah-mudahan bisa jadi bakalan "breeding line" di masa mendatang. Arabicum rajin berbunga bercorak lagi. Salam Tharie Wie
Masih satu genus harusnya kata "sulit" tidak diartikan mustahil/imposible. Di dunia anggrek perkawinan antar genus bukan hal yang anehl..apalagi masih satu species. Tanaman lain ? Saat ini sudah ada yang berhasil menyilang alocasia dengan colocasia yang genusnya berbeda. Ada teman kita (di aglaonema) yang bercita2 nyilang aglaonema dengan dieffenbachia. . sayang nyilang sesama aglao juga ternyata tidak gampang tapi bukan tidak bisa.
Hahaha.. pembodohan ya namanya mbak.. Kayaknya mbah Demit ada tambahan note kalau ga salah kira2 artinya "paling tidak untuk spesimen arabicum koleksi saya" Saat itu dia gunakan arab berbunga merah. Dan lagian lagi.. tuh mbah Demit baru nyoba "dozen" koq.. belum tus..ratus, bu..ribu, atau jut..juta.. harusnya kesimpulan "tidak bisa" belum layak. Jadi arab kita masih ada chance bisa disilang dengan obesum. Horeeeee !!!!
Lagian teman kita dah ada yg duluan nyilang.. sayang bahasan tentang itu ga berlanjut.
BTW... Mudah mudahan buahnya jadi mbak.. dan biji2nya tumbuh dan berkembang.
Aku sudah pernah (beberapa kali) nyilangin arab dengan obesum.. dari yang beberapa kali itu dah ada titik terang : buah jadi namun sayang kemudian buah rontok. Artinya pembuahan mungkin terjadi. Pengen ulang2 lagi percobaan.. sayang bunga arabicum terbatas..speciment tertua malas berbunga.. Kalau berbunga lagi tak coba silang dengan obesum. Salam zai
Pak Doktor itu saya pikir orangnya kadang agak gimana gitoh. …. Bang Zai pasti membaca juga alasan dia, kenapa tidak menampilkan bunga tumpuk sebagai contoh variasi bunga di site nya. …….. which I simply don't like….. tidak suka atau malu karena keduluan ……. He he he he.
Balik ke arabicum x obesum. Saya pernah baca, ada beberapa penyebab gagalnya silangan model-mode interspecific, intergenerik dst, dst adalah masalah di jumlah kromosome yang tidak sama, andai kata pun sama ternyata masih ada masalah di kromosom homolog-nya, dan atau kromosom yang non homolog tidak berpasangan (CMIW).
Tapi bukankah rekombinasi antar jenis merupakan wahana evolusi ? Alam memberi peluang terjadinya perkawinan beda jenis melalui mekanisme introgresi dan poliploidi Tentu saya setuju banget dengan bang Zai : “Jadi arab kita masih ada chance bisa disilang dengan obesum”. Kalau kita tidak percaya hal ini, sama juga kita tidak percaya dengan teori evolusi.
Kira-kira yang terjadi di Thai dengan TS, RCN, PNW, BG, BK mungkin seperti ini :
Entah siapa yang mulai mencoba mengawinkan arabicum dengan obesum, somalense, dll, dll (mereka 20 tahun lebih dulu dibanding kita). Dari ribuan yang gagal, eeeeeee ada F1 yang dihasilkan. Awalnya mungkin hanya dihasilkan beberapa biji yang terbentuk sempurna. Dari sedikit biji itu, masih beruntung ada yang fertil (biasanya perkawinan antar jenis hasilnya infertil).
F1 fertil kemudian di back cross dengan salah satu induknya, eee …. ada yang berhasil, dan malah jumlah gamet fertil bertambah. Gamet ini akan menambah proporsi kromosom salah satu induknya dengan perbaikan dalam perpasangan dan pergerakan. Demikian seterusnya sampai ada TS, RCN, BG, dll, dll.
Botanica Garden dan Watu Putih membuktikan, bahwa diantara selfing Thai Soco, ada turunan yang dominan karakter RCN, arabicum, obesum, dan bahkan 'plastik' ... nah lo !
Saya jadi ingat petuah Mr. Tan, dulu : kunci sukses dalam plant breeding adalah masalah KESABARAN dalam menghadapi INEFISIENSI. – coba lagi dan coba lagi, ulangi dan ulangi. Pemulia tanaman itu layaknya seorang penjudi. Harus bisa mengabungkan intuisi dan pengetahuan untuk memperbaiki penyimpangan- penyimpangan hasil. Dan jangan lupa, faktor yang tak kalah penting, KEBERUNTUNGAN.
Kok jadi serius dan ngelantur ya ……….
Please mohon dikoreksi, agar saya tidak ngelantur dan terlalu jauh dengan keyakinan saya yang salah …….. Salam Tharie Wie
mBak Tharie dan rekans,
di dak rumah Turi juga ada satu adenium taiwan-an yang batal menjadi engkelan dan saat ini sedang ada tanduk. Menurut salakman bunga jantannya dari GC. Saya belum yakin apakah tanduknya benar-benar hasil persilangn atau karena selfing, soalnya ngembangi adenium di rumah Turi tidak dengan mematuhi kaidah2 ilmiah yang dulu sudah daijarkan Bang Zai ke saya.
Mungkin yang sama-sama patut kita tunggu kemunculannya (dan sampai kebun kita tentunya), aryabima van sunter yang konon merupakan persilangan GC dan plastic. salam, tomo
Mbak Thari,
Menarik juga bahasan opsrings dari Thai soco yang konon bermacam2 bentuk.. mbak Thari punya foto2 nya ?
Wak tom termasuk yg punya banyak seedling TS ini.. bisa sumbang gambar.. Salam zai
Mas Tomo,
Kebetulan disini ada pak Tetra dkk dari daerah timur, jagonya arabicum, plastic dll.
Saya juga malah ingin tanya tentang plastic di forum ini ;
1. Apa ciri utama hingga dapat disebut plastic ?
2. Benarkah adenium plastic itu ada lebih dari satu macam ?
Tharie Wie www.omahijo. com
Mumpung lagi bahas plastic..
mau nanya dong.. diantara ini mana yg plastic?
apakah penamaannya sudah bener?
n sekalian nanya, kalo kompakta n minisize bedakah??
apa perbedaannya? Salam, angga
Hal lain yg perlu dibahas..
- Untuk teman2 sudah pernah menyemai biji plastik. Apakah seedling plastik memiliki daun yang sama dengan induknya ?
Dugaan : plastik mengalami perubahan daun akibat pengaruh luar yg tidak menurun, jika benar maka seedling plastik daunnya tidak mirip induknya.
Jika dugaan benar, berarti ada sesuatu yang jadi penyebab daun berubah menjadi seperti plastik.. dan tentu jika agen itu dipindahkan ke specimen lain bakal membentuk daun plastik yang berbeda. Artinya plastik bisa banyak jenis.
Bang Aulia (belum jadi member ?) dan mas Fendi pernah buat percobaan tentang sifat2 adenium plastik.. jika berkenan mohon sharing ilmunya. Salam zai
Porsi breeding bonggol jadi jatah WP dan BG (saya cukup bunga saja). Besok aku fotoin off-spring nya kalau dolan kesana lagi. Mudah-mudah belum laku ...... (lebih banyak dagangnya ... he he he he, breeder Sukarno - Hatta)
Satu lagi yang aneh bang, pas dikirimi laporan hasil "selfing" plastic kok punya segregasi fenotip 15 non plastic : 1 plastic. Makanya aku nanya ke para ahli plastic (rombongan zona wetan, termasuk yang di Balikpapan), apa sih yang membentuk ciri plastik ? Kok punya sebaran mirip "duplikasi epitasis dominan". Aneh kan ? Salam Tharie Wie
Hallo bu Tharie,
Kalo tukang palak seperti saya yang mimpi jadi peneliti, yg sering mengandalkan intuisi dan "sok tahu" susah dibilang penjudi....lebih suka dibilang orkestrator adenium. Hehehehehehehe. .. nemu cryspum...langsung disobek sobek dan dibelah belah.... berharap dapet bunga impian.
Ngomong-ngomong soal arabicumxobessum. ... (wuiihh gaya kayak mo ngasih penjelasan). ... mau nanya, Apakah mungkin dari sekian arabicum maupun obessum dalam satu kebon itu terjadi penyilangan (red: selfing - bener gak istilahnya)? ,.. yg tanpa disadari dan menghasilkan bibit Arabicum maupun obessum dengan berbagi sifat tadi. Setelah seedling2 ini tumbuh dan tersebar di seantero Indonesia kemudian orang-orang mulai melakukan Hand Polinasi. Sifat sifat yang dibawa dari penyilangan pertama tadi itu apakah mungkin mengakibatkan kecenderungan jenis jenis ini semakin mudah berkawin silang?..
Kalau mau jujur.... sebenarnya masih takut untuk open (takut digugat secara ilmiah - apalagi setelah baca statement pak Dimit - apalagi bang Tomo sempet kaget waktu aku bilang ngawinin Arabicum dengan Obessum) dan pohonnya baru di share ke satu orang saja (hayo ngaku). Dari 160 biji arabicum yg saya tebar tahun 2002 (hasil panen sendiri pada 3 pohon) ada beberapa saja yang mati. Dari semua yang jadi ada satu yang menunjukkan gejala kelainan... Ini lagi masalahnya saat itu adenium belum jadi pilihan utk di jadikan object foto.... .. tapi itulah dasar bukan peneliti jadi nggak ada record yang rapi dan baik.
Balik ke arabicum... satu bibit yang kelainan itu menunjukkan ciri dominasi... tumbuh sangat cepat daun besar besar dan dalam waktu 2 tahun sudah sangat rajin berbunga... tapi rontok pada awal awalnya dan hanya satu aja yg berhasil mekar.
Sama bang Tomo bunga itu dinamai Daeng Kawanua... Mungkin bang Tomo bisa bantu mengamati daunnya terus dicocokan dengan Arabicum Yaman (dulu kenalnya cuman Yaman). Juga perhatikan pola tumbuhnya (sering jadi "wortel" kalau di grafting ke batang tunggal.) hehehehehehehe. Sudah coba di setek dan dari 6 setekan 1 saja yang melebar dan bercabang banyak , yang lain masih lurus lurus saja tapi bongsor.
Makasih sekali sudah mengangkat bahasan ini jadi berani ngomongnya.. ..Salam Janny
Wuah bang Janny terlalu amat sangat merendah.
yang mimpi jadi peneliti, yg sering mengandalkan intuisi
Pemuliaan tanaman = intuisi + pengetahuan + keberuntungan. Sementara itu pengetahuan = pengalaman = knowlegde. Bang Janny punya semua itu. Apalagi kebunnya juga luas… (saya lihat foto yang dikirim di milis sebelah), artinya “peluang kejadian” menjadi lebih besar.
Apakah mungkin dari sekian arabicum maupun obessum dalam satu kebon itu terjadi penyilangan ? Alami ?
Mungkin sekali. Dan bisa jadi itu campur tangan “Invisible Hand” yang sedang melimpahkan “hidayah” Nya. “Keberuntungan” justru menyertai penemuan-penemuan besar. Newton + buah apel, Alfred Nobel + batugamping, Archimedes + bak mandi, Pasteur + jamur, dll, dll
Fokus + dedikasi, pasti dekat dengan keberuntungan ….. he he he he, kata pak ustad di pengajian bulan puasa kemarin lho.
Kalau mau jujur.... sebenarnya masih takut untuk open (takut digugat secara ilmiah -)
Hemat saya, ahli pertanian, biologi etc yang justru mencari tahu dan menjelaskan secara ilmiah atas apa (fenomena) yang diketemukan orang awam seperti kita ini. Bukan malah memagari dan meruntuhkan semangat mencoba kita yang awam ini.
Moral cerita : Jangan pernah berkata tidak. Tharie Wie www.omahijo.com
Bu Tharie, postingan kebon di milis sebelah itu de Javu ajahh. hehehehehhehehehe ada yang usil soalnya.
Waduh jadi overwhelmed nihh.... hehehehehee. ..
Bu Tharie.... kesempatan nih... biar lebih scientific melakukan HP ada kiat kiat dan aturan yang harus di lakukan gak?
Maksudnya biar lebih Disiplin.
Moral cerita : Jangan pernah berkata tidak.
Ini sudah pasti ....apalagi di kasih gothic 30cm Salam Janny
Nah ……
Saya tidak tahu segi scientific HP itu ada dimana. … suwer deh. Asal bisa diulang dan dilakukan sipapun dapat memberikan hasil sama (CMIIW).
Hemat saya itu hanya mekanisme yang menjamin hanya dan hanya bila polen yang kita maksud benar-benar hanya yang membuahi stigma yang juga kita maksud. Atau stigma yang kita maksud benar-benar hanya dan hanya bila dibuahi polen yang hanya kita maksud. Hah .., jelek amat kalimatnya …. ya ? Dah itu saja.… hi hi hi. Pasti berlanjut mekanisme nya bagaimana ?
Jawabnya simple. Mata harus bisa menjadi saksi, bahwa polen dan stigma yang hanya kita maksud benar-benar bersatu. Proses selanjutnya biar terserah mereka berdua, masak harus ditungguin ……
Gambar di bawah adalah peralatan yang saya pakai untuk HP. Dari semua peralatan itu yang terpenting adalah :
1. Head Lamp, supaya yang diintip jadi terang
2. Hand loupe perbesaran 10 X, lebih dari cukup memperjelas yang kita intip.
3. Alkohol untuk membasuh ujung alat polinator diantara HP yang satu ke HP yang lain, agar polen lain yang masih menempel benar-benar tewas. Ingat pembuahan hanya butuh satu polen yang mampu tumbuh membentuk “tabung polen” di stigma
Polen calon bunga betina dihilangkan dulu sebelum dibuahi, tutup kantong plastik sesudah dibuahi, untuk menambah keyakinan bahwa memang bijih yang akan terbentuk benar-benar berasal dari stigma dan polen yang dimaksudkan.
Tapi langkah terakhir ini sekarang tidak lagi saya lakukan. Dengan pertimbangan, kalau memang adenium demikian mudahnya terjadi pembuahan, entah itu stigma dengan polen pada satu bunga atau dari polen lain yang dibawa angin atau serangga, tentu adenium di kebun sudah pada berbuah. Nyatanya dari sekian ribu bunga (bukan sekian ribu tanaman) belum tentu 3 bulan sekali kita mendapati adenium berbuah sendiri secara alami. Artinya pekerjaan menghilangkan polen ditambah pembungkusan kantong plastik, nilainya tidak lebih dari 1 % dalam menjamin pembuahan yang tidak kita kehendaki (Maunya bastar, malah diperoleh “bastard seed”). Kira-kira bener tidak pernyataan ini ? (CMIIW donk). Tapi kalau mau yakin 100 % , ya lakukan saja, toh tidak ada salahnya, cuman agak capek juga.
Bagaimana cara biar lebih disiplin ? Buat suatu sasaran tertentu. Kira-kira kita mau apa dengan HP tersebut, sekedar bikin bijih adenium atau mau bikin bunga baru ?. Jangan terlalu sulit dalam menentukan tujuan. Jangan FILO, supaya tidak patah semangat di tengah jalan.
HP saya bagi menjadi dua kelompok.
1) Kelompok improvement dan 2) Kelompok unik.
Tentukan skala prioritas masing-masing kelompok, buat suatu matrix, pilih yang hendak kita laksanakan.
Matrix berisi : 1) ide arah penyilangan, 2) kondisi kompetisi ke arah itu, 3) kemungkinan penerimaan orang/pasar nantinya, 4) Tingkat kesulitan genetik.
Mirip analisa SWOT dalam pelajaran analisa investasi.
Saya yakin, sasaran tertentu membuat kita lebih disiplin dan tertantang. Paling tidak kita ingin membuktikan hipotesa kita. Paling tidak bukan sekedar menjadi rutinitas ceblok sana-ceblok sini yang membosankan. Paling tidak kita jadi rajin mencatat apa yang telah kita lakukan. Tanpa catatan itu, hemat saya HP menjadi tidak ada artinya.
Waduh ….. maaf bang Janny dan rekans, jadi ngelantur ……….. maaf, maaf.
Tharie Wie
www.omahijo.com
Kamis, 13 Desember 2007
Fenomena Adenium HITAM

Dear All…
Sepanjang ingatan dan pengetahuan saya, tidak ada pigmen warna hitam di dalam sel tanaman. Oleh karena itu tentunya juga tidak ada bunga berwarna hitam di dunia ini. Meski memang ada beberapa bunga yang terlihat berkesan warna hitam, namun tetap saja itu bukan hitam.
Kesan hitam muncul karena tingginya intensitas pigmen antosianin pada vacuola sel bunga yang mempunyai sifat alkaline.
Volume vacuole sel dipengaruhi oleh tekanan turgor dan fase pertumbuhan serta perkembangan sel bunga. Perubahan volume vacuola dengan sendirinya akan mempengaruhi intensitas antosianin di dalamnya, dan otomatis pula warna bunga juga akan terpengaruh.
Mekanisme pewarisan intensitas pigmen ditentukan oleh aksi gen aditip selain dominansi alela pada setiap lokus. Intensitas warna akan ditentukan oleh jumlah kehadiran alela penambah warna, baik di dalam lokus maupun diantara lokus-lokus yang ada.
Diantara bunga adenium yang sering diidentikkan dengan adenium hitam, seperti Apolo (Taiwan), Breeders (India), atau yang dari Indonesia seperti Gothic, Red Jardine, Sun Red, dan Ma Baker, hemat saya Gothic menempati urutan pertama dari segi intensitas dan daya tahan kesan warna hitamnya.
Gothic (keluaran Botanica Garden, Jogjakarta), merupakan indukan terbaik dan terdekat yang ada saat ini untuk memperoleh turunan “adenium hitam” bergenotipe R1R1, R2R2, R3R3
Demikian komen saya. Untuk menghemat file milis, uraian yang sedikit panjang tentang adenium hitam dapat dilihat di : www.kebonkembang.com
Kritik dan saran dari rekans pecinta adenium, senior dan pakar adenium, sangat saya harapkan untuk menambah wawasan dan pengetahuan saya tentang adenium.
Thanks
Tharie Wie
Langganan:
Postingan (Atom)
