Minggu, 28 Agustus 2011

Memupuk Adenium



Kalo dilihat komposisi N-P-K yang tertera pada kemasan pupuk seedling dan florigen itu berbeda2, bisakah dijelaskan arti dan resep mana yg terbaik utk adenium?
Kuncinya ada di perbandingan N dan P. Boleh N tinggi asal P nya kecil, maka daun menjadi besar, caudex agak kecil, internode pendek. Sebaliknya N kecil dengan P besar, maka daun normal, caudex lebih besar, internode pendek.  Perbandingan N sama dengan P membuat adenium tumbuh dengan internode terlalu panjang   

Kira2 kapan timingnya pake pupuk utk seedling(1-8bln) dan florigen(8bln ke atas)? Apakah  kalo tanaman adenium dewasa sdh tidak perlu diberi pupuk seedling lagi?
Pupuk seedling diberikan pada tanaman adenium umur 1-8 bln, sedangkan pada tanaman 8 bln keatas dan masa perawatan sebaiknya diberi pupuk selang-seling, seedling dan florigen. Saat masa perawatan sebaikya ditambahkan kapur dolomit, ditabur ke media ½ sendok teh 2 bulan sekali, jangan dilarutkan dan dicampur pupuk. 

Apakah aplikasi untuk Adenium obesum dengan arabicum & TS berbeda? Bagusnya bagaimana?
Perlu diperhatikan latar belakang dan tujuan-tujuan tertentu , kembali ke fungsi masing-masing unsur pupuk, tinggal mana yg mau ditambah atau dikurangi.

Perlakuan yg diberikan ke adenium saya : 1x seminggu saya semprot pupuk bonggol (bahannya dari guano) di bonggol & medianya, 1x dua minggu saya siram EMK, 1x 3 bulan saya taburin NPK kadang dekastar kadang mutiara biru. Sdh tepatkah ?
Guano bisa ditinggalkan supaya tidak kebanyakan unsur P
EMK bisa diteruskan untuk membantu perombakan bahan organik media
NPK tdk masalah.

Setelah prunning atau grafting saya beri perangsang tunas juga cytokinin , apakah memang perlu?
Dalam kasus grafting dan pruning adenium secara ekonomis tidak perlu pemakaian hormon2 penumbuh tunas, karena tanaman yang memiliki perakaran sehat dengan sendirinya akan memproduksi sitokinin. Cukup pupuk seedling.

Kalo misalnya mau ngasih pupuk yang kebetulan bersamaan sama nyiram, bagusnya siram air dulu baru dikasih pupuk atau langsung pupuk saja nggak perlu disiram air lagi?
Bagusnya ngasih pupuk pagi atau malam hari?
Aplikasi lebih gampang bila pupuk dilarutkan dulu , lebih baik memberi pupuk pada pagi hari karena sebagian besar nutrisi terserap tanaman bersamaan dengan proses transpirasi.

Berapa lama kira2 waktu yang cukup supaya pupuknya terserap tanamannya? Misalnya pagi2 saya kasih pupuk nggak taunya siang turun hujan, apa perlu diulang lagi? Selama ini kalo nggak ada hujan, saya biarkan dulu 2-3 hari nggak disiram air dengan harapan pupuknya nggak langsung terbilas air. Kalo misalnya hujan seperti yang saya sebutkan tadi, besoknya saya ulang lagi.
Cara tersebut sdh betul, untuk menjamin ketersediaan nutrisi bagi tanaman.

= ** =

Kamis, 25 Agustus 2011

Tujuan Pruning

" Penginnya bonggol gendut melebar, cabang banyak, akar montok/bukan kriwis2. sementara ini perlakuan saya prunning ekstrim , benarkah yg saya lakukan ?"
Bahan makanan utama tanaman diolah dan dihasilkan di daun (CO2 dari udara diubah jadi gula). Gula bersama dengan mineral yang diserap tanaman kemudian membentuk jaringan tanaman, seperti batang, daun, dan cadangan makanan (di akar atau buah).
Bisa juga batang/cabang yang masih berwarna hijau membantu daun membentuk makanan, tentu hasilnya tidak sebanyak daun.  
Kalau diprunning ekstrim dimana mo masak ya? dapurnya gak ada...?

Hemat saya tujuan pruning utamanya adalah pembentukan pohon, misal mengarahkan arah pertumbuhan cabang.  Dan jangan keseringan ... :-D

Cukupkah satu polen?

Ada dua alasan terjadinya peristiwa 'gagal buah', yaitu mekanis dan biologis. Kegagalan mekanis biasa terjadi pada masa pra-pembuahan (buah sejak awal tidak terbentuk) seiring dengan gagalnya penyatuan polen dan stigma. Secara mudahnya terjadi proses HP salah sasaran, polen tidak diletakan pada bagian semestinya (G spot, receptive area) di stigma. (Catatan : untuk dapat tejadi pembuahan, hanya dibutuhkan satu butir polen yang tumbuh pada permukaan stigma dan membentuk tabung polen). Untuk mengurangi kemungkinan salah sasaran, maka dalam proses HP pergunakan sebanyak mungkin polen untuk satu stigma.

Jumat, 13 November 2009

Adenium tumpuk tiga dari Depok


Munculnya adenium bertumpuk 3 dari tangan penyilang lokal diacungi jempol oleh Untari Retno Wahyuni, penyilang adenium di Yogyakarta.

Pemilik nurseri Omah Ijo itu, tengah membidani doxon dengan sinox. Yang disebut terakhir adenium petal tunggal yang punya gen tersembungi petal tumpuk.


Itu pengamatan tari di kebun. Sinox kerap muncul berpetal ganda, terutama di musim hujan. Tari berharap peluang lahir bunga dobel baru atau tripel jauh lebih besar ketimbang jika doxon disilangkan dengan adenium berpetal tunggal.


Cara lain, bunga doxon sebagai betina dibuahi berbagai serbuk sari bunga sekaligus.

Ulasan selengkapnya baca di majalah TRUBUS vol 480 bln November 2009.


Sabtu, 18 April 2009

Adenium Gendut



“ Sebenarnya adenium itu butuh unsur N yang banyak atau karbohidrat yang banyak nggak sih biar gemuk2? Katanya kalau adenium di siram dengan banyu leri (air bekas cucian beras) maka adeniumnya akan gemuk-gemuk“.

Pertumbuhan sel tanaman lebih ke arah memanjang (vertikal).
Bayangkan kalau porsi vertikal dan lateral sama besar. Seberapa besar diamater pohon talok yang ada dikebun omah ijo jadinya ?.

Belum lagi bila kita ingat pertumbuhan tanaman adalah pertumbuhan sel yang sambung menyambung. Sel yang satu tumbuh memanjang sampai batas tertentu berhenti, dilanjut pertumbuhan lateral, dan pertumbuhan memanjang generasi sel berikut di atasnya (SAM), demikian seterusnya. Di tanaman ada pertambahan sel.

Beda dengan manusia atau binatang, sel tumbuh secara bersama secara proporsional dari bayi sampai mati.. Sel tangan sejak bayi tidak ganti-ganti, yang itu-itu saja, hanya bertambah ukuran dimensinya. Tidak ada pertambahan sel, kecuali sel darah, atau penggantian bagian yang rusak (itupun terbatas, tangan putus ya sudah) .

Manusia bisa dibuat kurus-gemuk-kurus lagi. Kalau gemuk, semua ikut gemuk, tangan-kaki-kepala bareng gemuknya. Tanaman tidak begitu. Batang bawah gemuk, tengah bisa kurus, atas gemuk lagi, tergantung kondisi nutrisi saat pertumbuhan di tempat itu berlangsung. Tanaman yang terlanjur gemuk tidak bisa di treatment ”sedot lemak” agar nampak kurus. Dan sebaliknya yang kurus tidak bisa disuapi gizi tinggi agar gemuk. Yang ada, hanya tindakan koreksi. Potong bagian yang tidak kita kehendaki. Sadis kan ?

Bicara gemuk pada adenium adalah bicara proporsi pertumbuhan antara dimensi vertikal dan lateral. Mau pilih tinggi langsing, sedang-sedang saja, atau “ndekmu”–pendek lemu ?

Metode yang tersedia adalah :
* Kurangi pupuk : pertumbuhan ke arah atas lambat, sangat kompak, daun kecil, internode rapat
* Pupuk moderate : pertumbuhan ke arah atas sedang, terlihat kompak, daun sedang, jarak internode sedang
* Pupuk berlebih : pertumbuhan ke arah atas cepat, terlihat langsing, daun besar-besar, jarak internode panjang (gejala etiolasi atau ukulensi).

Pilihan ada di tangan kita masing-masing tentunya. Dan untuk adenium banyak yang pilih dikisaran “pemupukan moderate” plus-minus.
Bagaimana aplikasi di lapangan ?

* Kurangi konsentrasi pupuk (ppm per liter)
* Batasi penggunaan mineral yang mendorong pertumbuhan memanjang.
* Tambahkan penggunaan mineral yang menghambat pertumbuhan memanjang


Belum lagi kalau dikaitkan dengan jenis media, belum lagi kalau terkait dengan kultur tanaman-menanam kita. Aplikasi pemupukan menjadi sangat beragam. Masih tergantung pula denga fase pertumbuhan tanaman. Untuk seedling tentu beda dengan yang dewasa.

Tentang tambahan2 molekul ukuran raksasa seperti karbohidrat, vitamin, dll, hemat saya antara manfaat dan ongkosnya kagak nyambung jack……! Supaya jangan berkata “tidak ada gunanya” ke tanaman secara langsung.

Bukankah tanaman justru seharusnya menghasilkan karbohidrat dan vitamin untuk keperluan kita ? Saya masih melihat subyektivitas saat memakai zat dimaksud. Apa yang secara “in vitro” ada manfaatnya, belum tentu cocok diaplikasikan secara “in vivo”.


Tharie Wie

Rabu, 28 Januari 2009

Open diskusi : ADENIUM DOBLE PETAL

Masih ingat upload adenium sinox tumpuk milik omahijo khan? ternyata beberapa teman milis juga mengalami hal yang sama. Adenium mereka mekar tumpuk di musim hujan ini... wow amazing. Apakah kondisi tertentu mempengaruhi munculnya petal dobel? seperti hujan, pupuk, cara perawatan misalnya, untuk mengetahui A to Z about adenium tumpuk ikuti diskusi menarik saya bareng teman-teman di milis adeniumania berikut ini..

Mbak Tharie,

Apa sinox punya kecenderungan tumpuk ya, yg di Bojong Kulur pernah juga nongol tumpuk....( RMD )


Kelihatannya kembang-kembang generasi sinox ada potensi jadi kembang tumpuk, mas.

Beberapa kali sebelumnya sdh pernah jg mekar tumpuk tapi nggak mekar dgn sempurna. Nah yang jadi pertanyaan dan aku masih mikir-mikir sendiri, kok bisa tumpuk, apa penyebabnya? bahkan di omahijo sinox tumpuk sering muncul saat musim hujan. (Tharie)


Kebetulan Mr. Newton dan madame Currie muncul dari pertapaan, kesempatan nanyak biar kuku jadi bersih.

Bapak ibu yang budiman, mohon penjelasan dan gambaran perihal bunga tumpuk.

Apakah bunga2 tumpuk tersebut punyak komposisi organ bunga yang komplet ? Maksud saya, adakah disana ada organ2 sepal, petal, stamen (benang sari), dan carpel (stigma) bisa secara komplet ?

Menurut Mr. BJ , bunga tumpuknya punyak polen - berarti ada stamen disitu - lalu darimana keluarnya petal tambahan ?

Menurut Mrs. Thari, berhasil polinasi bunga tumpuknya - berarti disitu carpelnya masih ada - lalu darimana keluarnya asal petal tambahan ?

Lalu kenapa bisa terjadi bunga tumpuk ? kaluk disebut mutasi - ada peristiwa apakah di bumi ini hingga mutasi dapat terjadi secara hampir serentak di India, di Indonesia, di Amerika, di Rusia, di Thailand ? Padahal mutasi itu presentasenya cuma nol koma nol sekian persen.

Pertanyaan ini menjadi penting kaluk nanti bicara teknik perbanyakannya. Matur nuwun (Ganggeng Kanyoet)


Walah Pak GK ki kalau ngasih pertanyaan buanyak benget ... niat saya refreshing pamer kembang malah interview abis-abisan.

Di tempat saya petal tambahan menggantikan posisi stamen, pak. Memang kasusnya jadi aneh kalau referensinya ABC model, kenapa cuma 1 cincin saja yang organnya tergantikan. Ini dulu ya pak jawabannya.. pusing dah....(Tharie)


Weleh...weleh. ..panjenengan itu nanyak utowo mencari pembenaran to Mas GK ??

Jelas hal ini pernah di utarakan oleh Mbak Tharie mengenai "kromosom dalam adenium" atawa dengan kata lain aksi multi gen (polygenic) sudah dimulai, atau bisa jugak terjadi dari reaksi berantai akibat phytoplasma atau induksi sinar gamma, atau barangkali sejalan dengan roda evolusinya, Adenium sudah masuk dalam jajaran "khimer grup" yang karena satu dan lain hal atau relatif mudah mengalami mutasi. presentase yang nol koma nol sekian persen itu nyatanya ada, biarpun "padahal", nah kaluk sekarang hal itu terjadi di India, Indonesia dan Thailand (Rusia dan Amerika belum pernah cerita tentang bunga tumpuk, ato saya yg belum mireng), menurut saya ya sudah waktunya. Saya jadi miris kaluk panjenengan tanyak "darimana keluarnya petal tambahan", mosok saya yang tak berkepandaian ini harus ngajari Suhu tentang struktur bunga sempurna dan tidak sempurna ?????? (Bu Pun Su -tidak berkepandaian)


Weleh ….. saya ini sungguh pengin nanyak dan pengin tahu tentang bunga tumpuk. Kayake ada yang aneh pada kasus di adenium. Pernah cubak nanyak Dr. Hansoti, ning mbalah bingung goro2 persoalan bahasa plus pengakuan beliaunya yang ndak memahami masalah genetik bunga. Mumpung ndak pakek bahasa Inggris, saya jadi mudah ngeluarin unek2, mudah2an bisa lebih memperjelas pertanyaan saya.

Kaluk rekan2 ngamati bunga (tanaman dikotil), boleh dibilang hampir seluruh bunga (yang normal tentu saja) tersusun oleh 4 lingkaran organ bunga - urutan dari lingkaran paling luar adalah: sepal (kelopak bunga), petal (mahkota bunga), stamen (organ reproduksi jantan), dan carpel (organ reproduksi betina). Ini adalah urutan baku – ‘sepal-petal- stamen-carpel’ .

Coen dkk (1991) menyebutken, ada 3 kelas/kelompok gen yang bertanggung jawab menentukan macam/jenis organ bunga di masing2 lingkaran. Yaitu kelas gen A, B, dan C. Gen A menentuken terbentuknya sepal, gen A+B menentuken petal, gen B+C menentuken stamen, dan gen C menentuken carpel. Kali ini tak kasih gambar.

Suatu mutasi yang menyebabken hilangnya aktivitas gen A, akan menghasilken bunga dengan susunan organ : ‘carpel-stamen- stamen-carpel’ . Mutasi pada gen B, menghasilken bunga bersusunan ‘sepal-sepal- carpel-carpel’ . Mutasi pada gen C, menghasilken urutan bunga : ‘sepal-petal- petal-sepal’ . Inilah teori atawa model ABC yang terkenal itu.

Benang merah disini : apapun yang terjadi (ada / tidak ada mutasi) – jumlah lingkaran organ bunga adalah selalu TETAP 4 buah. Mutasi tidak mengubah jumlah lingkaran meski macam dan susunan organ bunga di linkaran tertentu dapat berubah. Perubahan akibat mutasi sifatnya transformasi, yi perubahan organ yang satu ke bentuk organ yang lain (homeotic gene). Mutasi pada satu jenis gen, pengaruhnya terjadi pada 2 lingkaran sekaligus. (Yang punyak rasa ingin tahu lebih lanjut, silakan baca yang tak lampirken dalam format pdf).

Dr. Hansoti mengataken, ada 2 macam bunga adenium tumpuk, yaitu:

1) double petal – punyak susunan organ: ‘sepal-petal- petal(petaloid) –carpel. Catatan : petal ke dua adalah transformasi stamen menjadi petal (petaloid). Kata beliau, meski begitu kadang masih dijumpai polen. Disini saya sedikit bingung, polen itu keluar dari bagian organ yang mana ? wong stamen nya sudah berubah jadi petal ?

2) double flower – bersusunan organ: sepal- petal-petal –stamen-carpel. Apakah artine muncul lingkaran ke lima yang baru diantara petal – stamen ?

Mr. Punk - Husadee, punyak juga yang tumpuk tiga. Sayang beliau belum atau tidak mau njawab bagaimana susunan organ bunga tersebut. Yang mbikin bingung saya : mengapa pada tiap bunga tumpuk itu organ carpel selalu ada ? Lalu dimana letak mutasinya, pada klas gen A, B, atau C ?

Nah Mr. BJ dan Mrs. Thari, apakah benar bahwa bunga2 tumpuk di adenium – organ stamen dan carpel selalu masih ada ? Lalu pada lingkaran keberapa letak petal ke dua ? Atau bagaimana sesungguhnya susunan organ bunga tumpuk tersebut ? Mohon penjelasan lebih lanjut. Banyak2 terimakasih sebelumnya.(Ganggeng Kanyoet)



LAMPIRAN ABC MODEL


Mudah2an pak GK bukan sedang ngetes kami2 yang pemula.

Susunan organ bunga Sinox tumpuk di rumah kami, berupa : sepal – petal 1– petal2 - carpel. Petal 2 berasal dari perubahan organ stamen atau benang sari menjadi organ petal (petaloid) dan muncul dari tempat dimana seharusnya kantong benang sari berada. ( gambar terlampir )

Double petal maupun double flower di adenium menjadi istimewa karena carpel masih dijumpai.

Dalam dunia bunga lily, fenotipe tersebut disebut dengan “festiva”. Hemat saya sebenarnya akan lebih istimewa lagi jika carpelnya justru malah tidak ada, dan ditempat tersebut muncul susunan bunga baru (mutasi di C) seperti umumnya double flower bunga-bunga lain. Susunan bunganya akan menjadi: sepal-petal- petal-sepal- petal-petal- sepal-petal- petal-dst sampai tempatnya habis. (Tharie)



LAMPIRAN STRUKTUR BUNGA SINOX TUMPUK


Keduluan Mbak Tharie, jadi saya nambahin aja deh, pada "melati" petal tumpuk terjadi akibat polygenic, penyilangan yang sporadic. Mutasi bisa terjadi disaat tanaman terhambat pertumbuhannya akibat defisiensi nutrisi. Hal yang sangat mungkin terjadi pada tanaman lain nya termasuk Adenium. Kestabilan tumpuk bisa terjadi apabila kromosom adenium homozigot artinya kromosom sudah solid atau “tetap”, sehingga keturunannya cenderung berpotensi tumpuk dalam prosentasi yang tinggi. Hal ini bisa terjadi bila dilakukan dengan eksperimen penyilangan yang periodik.

Setuju dengan pendapat Mbak Tharie bahwa petal kedua tumbuh ditempat dimana seharusnya benang sari berada, uniknya di bunga “White Star” saya carpel jugak tetep ada.

Jadi bunga Adenium bisa juga disebut sebagai bunga komplit karena memiliki keempat unsur yang Mas GK sebutken, Sepal, Petal, Stamen dan Carpel (Pistilum), terlepas dari berapa banyak petal yg keluar atau susunannya menjadi sepal,petal, petal,stamen, carpel.

Benang Ijo : "E fructu arbor cognoscitur. "

Jadi tunggu aja "buah" hasil polinasi Mbak Tharie, mudah2an teori penyilangan yang periodik bisa memunculkan variant tumpuk baru dr Indonesia. (BJ)


Saya kok lebih tertarik pingin mendapat informasi dr suhu-suhu semua apa penyebab ini semua (bunga tumpuk) drpd sekedar pingin ngaipang entres krn gatel utk nggrafting saja.

Pertanyaan yg muter-muter di kepala saya adl sbb: Apakah bunga tumpuk ini karena hasil Handpolinasi atau hasil rekayasa genetik lainnya (penambahan zat kimia tertentu dlm dosis tertentu dan rentang waktu tertentu) atau kebetulan saja (fenomena musim hujan, krn kedinginan si bunga butuh selimut lbh banyak). Atau mungkin karena komposisi media, cara perawatan dllsbgnya. Mudah-mudahan dengan di grafting dan disilang dengan jenis bunga lain yg berwarna indah (pretty on pretty kt mbak Tharie) atau disilang dengan bunga adenium yg jelas-jelas tumpuknya stabil (doxon), menjadikan bunga-bunga tumpuk milik suhu-suhu sekalian menjadi stabil.

Mohon pencerahan lebih lanjut, matur nuwun. Salam KomPPersa -( Imam Zulk )


Kok seperti di depan kuil Sao Lin aja.

Mari Mr. Zulkarnain tak temenin nunggu pencerahan itu. Saya jugak pengin tahu hal2 seperti itu, sampek yang londo pun tak tanyain - ndak ada jawaban yang memuasken (mungkin saya yang ndak bisa mencerna) .

Kayane kita mesti sabar, jangan2 wabah 'rendah hati' telah menyebabken para suhu terhormat terkena gejala 'anyang-anyangen' (bahasa Indonesiane apa ya ?). Dus wajar kaluk ilmunya keluar secara dikit by dikit .......... ho ho ho ho (Ganggeng Kanyoet)


Pak GK & Rekans...

Bukan bermaksud seneng dgn yang namanya anyang-anyangen tapi suer tes kasusnya bikin mumet. Coba kasih check point aja pak…

Saya coba melanjutkan lagi uraian saya mengenai bunga tumpuk ya.., semoga bisa sedikit membantu.

Munculnya bunga adenium tumpuk pertama kali, jelas disebabkan oleh peristiwa mutasi. Dari gejala penampakan, yang mana awalnya dimulai dari beberapa tanaman adenium, serta sifat ketidakstabilan, ada indikasi kuat bahwa mutagen (penyebab mutasi) yang berperan disini adalah unsur transposon.

Transposon (element yang dapat berpindah) adalah gen (segmen DNA) yang dapat berpindah posisi dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Karena sifat ini, ada yang menamai sebagai selfish genes (majalah Trubus saat mengulas puring menyebut sebagai jumping genes). Saat berpindah posisi, maka lokasi awal dimana sebelumnya transposon berada, menjadi berkurang (terpotong atau deletion), Dan di tempat baru dimana transposon berada sekarang menjadi bertambah (tersisipi atau insertion). Kejadian ini menimbulkan masalah dengan gen (urutan DNA) yang disisipi maupun yang ditinggal, dan akhirnya timbul mutasi. (Tharie Wie)


Dear Mbak Tharie,

Waduh terima kasih banyak masukannya, saya jadi punya ide, dan sepertinya membuka rahasia orang seberang yang kata Mbah GK pelit ilmu > "bagaimana bikin bunga tumpuk".

Kaluk dalam mutagen yg berperan adalah "transposon" , asumsi saya si "bunga tumpuk" tersebut tentu berisi insersi tranposon, yang dapat melakukan isolasi dan karakterisasi gen-gen yang bertanggung jawab atas terjadinya bunga tumpuk. Kalau ini bisa di tranformasi ke jenis lain atau variant lain, bukan suatu hal yang tidak mungkin kalau kita akan mendapatkan variant2 transgenik baru. Syukur2 bisa dianalisa secara molekuler (wah minta bantuan Prof. Novy...nih), lalu disilangkan untuk mendapatkan mutagenic line, dengan insersi transposon yang stabil. Wah, kalau benar berhasil, terjawab lah pertanyaan Pak De GK, ya nggak sih Mbak ??(CMIIW) - (BJ)


Dilanjut lagi besok….. !!!???

Mesti lho sampeyan iki nggarai penasaran ae. Yo wis manut...:P

Nyuwun tlg besok sekalian dibahas jenis bunga tumpuk yg ada selama ini (doxon, vietnam lady) kalo disilang dengan bunga jenis lain lbh baik mrk jadi papi atau mami-nya spy kecenderungan tumpuknya menurun, mengapa? matur nuwun mbak Tharie.

Hidup Ibu Adenium Indonesia !!! Salam KomPPersa MFNW - (Imam Zulk)


Mas Imam dan rekan semua....

Doxon dan Vietnam Lady ? Kisah ini milik bapaknya Banyu (eyang Tonny). Monggo eyang, akan lebih pas mengisahkan sejarah bunga milik om Khuong.

Seingat saya sejak :

Tahun 2004 double flower-remarkeable star sudah bisa dilihat di situs pak Ko Taiwan Adenium.

Tahun 2005 pak Lutfi Atmansyah sering ngiming-ngimingi adeniumania dengan foto-foto double flower yang bermunculan di kebun pak Lutfi.

Tahun 2006 om nJos (Botanica), muncul secreet wispher double.

Terakhir September 2008 majalah Trubus, memperlihatkan Halucination double milik Om BJ.

Bunga-bunga double diatas muncul dalam ujud ‘sports’, satu bagian dari pohon yang secara genetik berbeda dengan keseluruhan bagian pohon akibat adanya mutasi atau perubahan genetik.

Dari sekian pemunculan bunga tumpuk, mengapa saat itu hanya om Khuong yang mampu mengisolasi dan kemudian mampu diperbanyak dengan grafting ? Ini porsi cerita milik Om Tony dan om BJ dengan hallucination tumpuk.

Supaya alur cerita dapat lebih mengalir (he.. he..he.. seperti sinetron Sekar - Kevin mbah Suro), yuk mang….flash back sebentar…...

Insersi transpospon berpengaruh (represor) pada gen regulator bunga, membuat kelompok gen A dan atau B dan atau C kehilangan fungsi. (lihat teori ABC yang dilampirkan pak GK). Hasil akhir yang nampak oleh kita kemudian adalah orientasi organ bunga menjadi tidak yang semestinya terjadi, mutasi bunga tumpuk.

Apakah bunga tumpuk bisa dihasilkan melalui persilangan ? Maaf mas Imam, saya tidak bisa menjawab secara pasti karena sekarang baru menyilangkan, baru mbiji seujung kukunya Nadjwa dan belum melihat hasilnya. …. he he he. Hanya saja landasan pemikiran yang bisa buat pegangan adalah: sejauh pengaruh mutasi itu berlangsung sampai ke lapisan sub epidermis (layer L2 darimana sel-sel reproduksi berasal), maka sifat2 mutasi dapat diteruskan lewat biji.

Sebaiknya bunga tumpuk menjadi ibu atau bapak ? Jawabnya nanti di episode terakhir buat bacaan akhir pekan njih …...(Tharie)


LAMPIRAN BIJI SINOX TUMPUK


Tampak2nya kaluk mau ngerti, memang harus ngurut nitip pertanyaan dulu seperti yang lain. Pertanyaan saya:

1. Betulkah adenium di luar jangkauan ABC model ? Double flower (tambahan petal) lain bunga mengorbankan carpel, mengapa di adenium masih bisa kita jumpai carpel -bahkan seperti yang Mrs. Thari dan Mr. BJ gambarkan, polen pun kadang masih ada - apa yang terjadi sebenarnya terjadi ?

2. Susunan bunga pada C- mutan yang kemarin Anda sebut : sepal-petal- petal-sepal- petal-petal- sepal-petal- petal-dst sampai tempatnya habis – berarti jumlah lingkaran bunga bisa lebih dari 4 ?.

3. Bisakah bunga tumpuk di adenium dikembangkan lebih dari yang ada pada saat ini ? Bagaimana cara mendapatkannya ? (Ganggeng Kanyoet)


Mbak Tharie,

Bacaan akhir pekan masih ditunggu lho, btw fenomena bunga tumpuk yang terjadi di vietnam lady koleksi saya tidak selalu mekarnya bener2 tumpuk, kadang petal bagian dalam hanya nongol ujungnya aja (sak umprit) dan cuman satu kelopak, kadang petal luar dan dalam nongol merata kayak bunga mawar (kalau pas begini mantap sekali ngelihatnya) . Apakah kondisi lingkungan dan nutrisi berpengaruh terhadap ketidakkonsistenan vietnam lady punya saya? Salam (RMD)


Nungguin tulisan bu guru sampai jam segini belum dirilis...

kaluk di trubus dulu dibilang pupuknya kudu lebih intensif agar petal

tumpuknya tetap keluar. Salam (Dody)


Maksudnya dipupuk agar bunga tumpuknya lebih stabilkah?. Berarti nek lupa mupuk petalnya balik maning donk? (Thomas)


Pak GK, mas Imam, Mas RMD dan rekan semuanya..

Hubungan sifat bunga tumpuk dengan pemilihan induk betina atau jantan ?

Mutan bunga tumpuk (kita simbolkan sebagai gen "adp", adenium double petal), merupakan pewarisan yang disebabkan oleh gen-gen pada kromosom dalam inti.. Mutan "adp" bukan dibawa oleh elemen-elemen sitoplasmik (diwariskan melalui ibu). Oleh karena itu dalam hal sifat bunga tumpuk, perkawinan resiprok tidak akan menimbulkan perbedaan. Mutan "adp" apakah dari turunan ibu atau bapak, menjadi sama saja, tidak lebih tidak kurang.

Adenium bunga tumpuk dan teori ABC ?

Diantara 250.000 angiospermae, menjadikan sangat mungkin ada satu atau dua berada di luar jangkauan teori ABC, akan tetapi itu bukan pada bunga adenium. Hemat saya, adenium tumpuk dapat disebandingkan teori ABC pada bunga petunia dan lily. Kesamaan bunga-bunga ini terletak pada bentuk petal yang didahului corong bunga (tube corolla) yang kemudian tercabik menjadi mahkota bunga (corolla limbs). Dan ada kesamaan fenotipe bunga tumpuk di ke tiga bunga tersebut. Supaya jauh dari kesan berteori, dan menyingkat tulisan, mohon pak GK cari referensi aktivitas kelompok gen "pMADS2", terutama "TAM6" di petunia.

Yang penting buat aplikasi lapangan, bahwa adenium bunga tumpuk (mutan adp) bersifat resesip dan monohibrid (berbeda dengan kasus bunga tumpuk pada mawar yang sifatnya dominan). Bunga tumpuk cross bunga tumpuk, pasti diperoleh bunga tumpuk. Bunga tumpuk cross homosigot non tumpuk, hasilnya heterosigot non tumpuk. Heterosigot non tumpuk cross heterosigot non tumpuk, hasilnya homosigot bunga tumpuk, heterosigot non tumpuk dan heterosigot non tumpuk.. Angka-angka prosentase silakan lihat majalah Trubus edisi September 2008 halaman 25.

Nutrisi dan kestabilan bunga tumpuk ?. Apa yang dikemukakan pak Ir. Slamet (GI) dan om Bambang Jarot pada majalah Trubus di atas hal. 26, tentang hubungan nutrisi dan kestabilan bunga tumpuk, adalah benar sekali adanya.

Ada penelitian yang mencatat hubungan nutrisi dengan perkembangan petal bunga.

Dan isi dari penelitian tersebut, ada baiknya buat bahan tulisan besok saja ya.. Salam (Tharie Wie)


Thanks Mrs. Tharie, dari uraian tersebut berarti sebenarnyalah saat ini telah hadir beberapa jenis bunga tumpuk oleh sebab mutant yang ber-beda2.
Rupa2nya bukan hanya mutant tm6, mungkin juga halnya dengan mutant fbp6 (homolog AG di kelas C) perlu juga mendapat perhatian.
Conto konkretnya cubak perhatiken gambar bunga double 4 ex Dr. Hansoti - Tropica Nursery - stamen masih ada dan komplet tanpa reiterasi sepal-petal layaknya mutant gen di kelas C. Barangkali inilah yang beliau maksud dengan 'supernumerary petal' itu. Thanks juga buat Mr. Hansoti untuk gambar2nya yang informatip. Silakan lanjut ........(Ganggeng Kanyoet)



Pak GK dan rekan semua...

Bunga tumpuk 4, wow.. cute sekali … memperjelas kemiripan sifat diantara adenium dan bunga-bunga bermahkota corong.

Kembali ke laptop, nutrisi dan kestabilan bunga tumpuk.

Setiap bagian tanaman yang tumbuh pasti memerlukan karbohidrat/ gula untuk bahan dasar bangunan (building block) dan energi. Tanaman memperoleh karbohidrat dari hasil proses fotositensis. Dan karena bunga bukan organ fotosintesis, karbohidrat terpaksa harus diimport dari tempat lain (net importir), dalam hal ini dari daun. Jalur distribusi yang ditempuh; “daun (produsen) – pembuluh phloem – bunga (konsumen)”. Dan karbohidrat/ gula ditranslokasikan dari daun dalam wujud gula sukrosa (seperti gula pasir yang sering kita minum). Kalau tidak salah ingat, diskusi tentang ini sudah pernah ada deh.

Pertumbuhan bunga berlangsung sangat cepat, mengkonsumsi bahan serta energi yang besar. Dan dari total peningkatan volume maupun berat, petal (mahkota bunga) menempati porsi peningkatan terbesar (di adenium bisa lebih dari 80 %) dibanding organ lain bunga. Tidak perlu disangsikan lagi, kemampuan kuncup bunga mengimpor karbohidrat menjadi sangat vital demi kesempurnaan pertumbuhan bunga.

Gula sukrosa sesampai di bakal (kuncup) bunga tidak serta merta dapat dimanfaatkan. Sukrosa perlu dibongkar diubah menjadi glukosa dan fruktosa oleh enzim pembongkar yang ada di jaringan bunga. Kemampuan enzim (penghidrolisa sukrosa) ini sangat vital dalam menentukan jumlah sukrosa yang dapat dimanfaatkan.

Tambahan nutrisi dapat meningkatkan hasil proses fotosisntesis. Otomatis jumlah sukrosa yang ditranslokasikan juga meningkat. Namun begitu sifat bunga tumpuk akan lebih stabil lagi kiranya, seandainya bunga itu juga memiliki gen berkemampuan prima dalam memproduksi enzym pembongkar sukrosa. Inilah yang sekarang sedang diburu para pemulia menuju bunga tumpuk yang stabil.

Untuk sementara waktu, apa ada dan apa bisa pemberian tambahan hormon yang mempengaruhi kinerja enzym atau ekspresi gen penghasil enzym tersebut ?. Ada dan bisa, bahkan banyak macamnya – giberelin – auksin – sitokinin. Layak coba dan jangan lupa ditunggu laporannya.

Demikian teman-teman, semoga bermanfaat.

Tharie Wie - Omahijo Jogjakarta



Kamis, 22 Januari 2009

Adenium Mini


Seorang rekan mengirim e-mail , beliau tertarik membuat adenium mini.
“ gimana ya mbak caranya bikin adenium mini, kaya bonsai gitu…”

Wah garuk-garuk kepala nggak gatal nich … :-D persoalannya pemahaman saya tentang bonsai hanya sejauh tanaman yang dikerdilkan. Jadi di bawah ini hanya sebatas upaya menghambat laju pertumbuhan tanaman saja.

1. Media tanam yang diperlukan apa tetap sama seperti menanam adenium lainnya, atau ada media khusus ?.
Media tanam yang dipakai tidak berbeda dengan media tanam bonsai atau media tanam adenium. Pilih media tanam minim nutrisi (pasir malang atau pasir kali, sekam bakar, sekam mentah, dsb). Agar kontrol nutrisi lebih gampang dilakukan, hindari campuran pupuk organik pada media tanam, karena jumlah nutrisi hara yang diserap tanaman sulit dikontrol, sesuka tanaman, bukan semau kita.

2. Pupuk dan Zat Pengatur Tumbuh apa saja yang diperlukan serta bagaimana mengaplikasikannya (dosis, interfal waktu dan usia) ?.
Pupuk dan Zat Pengatur Tumbuh yang digunakan, intinya pakai pupuk yang tidak mendukung pertumbuhan vegetatip, yaitu pupuk dengan kadar N rendah dibanding P dan K. Pupuk pembungaan cocok dengan ketentuan tersebut. Kurangi konsentrasi pupuk, ¼ takaran (atau kurang) dari anjuran label. Gunakan pupuk dengan kandungan NH4 kurang dari 30 % dari N total, dan banyak mengandung unsur Mg. Permasalahan mungkin timbul terkait dengan pilihan jenis arabicum. Porsi kecil N pada arabicum umur kurang dari 3 bulan akan mengurangi jumlah batang yang muncul dari caudex. Untuk itu s/d umur 3 bulan pakai pupuk vegetatip agar jumlah batang keluar maximal dulu (jangan lupa “pontes” titik tumbuh daun ke 6, hingga sisa 4 daun ). Setelah 3 bulan baru dengan pupuk ala bonsai seperti tersebut di atas. Prinsip dasar pemanjangan internode tanaman karena pengaruh hormon auksin atau giberelin. Untuk itu coba beri “paclobrutazol” (biasa digunakan di anggrek untuk merangsang bunga) untuk menghambat kerja auksin dan giberelin.

3. Apakah penempatan bibit (stl layak pupuk) harus full matahari ?.
Full matahari mutlak diperlukan untuk menghambat auksin. Sejak umur sebulan harus sudah full matahari. Air juga mendukung pertumbuhan tanaman, oleh sebab itu porsi air perlu dikurangi.

4. Adakah perlakuan khusus setelah bibit tersebut tumbuh menjadi remaja (usia 5-6 bulan) dan dewasa ?.
Perlakuan khusus setelah remaja, mungkin hanya “pruning” titik tumbuh yang akan mengurangi laju fotosintesa tanaman. Pupuk tetap sama tapi dosis agak ditingkatkan menjadi 1/3 – 1/2 takaran. Jangan lupa semprot dengan “metalik” untuk menambah hara mikro, mengingat pemakaian pupuk bunga terus menerus dapat mengurangi penyerapan hara mikro.

5. Akankah perlakuan khusus tersebut melekat sepanjang hidupnya ?.Apakah akan melekat sepanjang hidup.
Tentu saja tidak. Tergantung genetik tanaman.

6. Setelah jadi dwarf, kalau ada yang minat beli, apakah ditangan pembeli nanti kondisinya akan tetap stabil ?.
Sama dengan orang beli bonsai pohon beringin atau serut, tetap perlu perawatan sepanjang hidup agar tumbuh seperti seharusnya bonsai.

Adenium Hijau



Masih ingat adenium berbunga hijau, bercabang seribu, berdaun kecil ?

( Lihat gambar 2A, 2B ) Meyakinkan saya bahwa semua itu akibat virus.

Fenomena ini pertamakali saya kenali pada graftingan Harry Porter (HP) yang saya beli saat dilaunching GI pertama kali. Dua dari enam graftingan HP menunjukkan gejala yang aneh. Daun kecil, mudah bertunas, berbunga hijau. Tapi pada kondisi tertentu berbunga normal : HP.

Saya coba grafting ke bonggol besar, ternyata fenomena itu menular bahkan setelah batang atas dipotong. Berdaun kecil, mudah bertunas, dan berbunga hijau.

Banyak yang mengatakan bahwa itu akibat serangan virus, saya katakan sepanjang menguntungkan biarlah peristiwa “transpospon” yang ditimbulkan si virus kita biarkan dan kalau bisa justru dimanfaatkan.

Di Yogya beberapa tahun yang lalu ada salah satu kenalan suami yang memanfaatkan si virus dengan menularkan pada seedling arabicum (digraftingkan), dengan harapan arabicumnya menjadi bercabang seribu .

Apa yang perlu dicermati dan dapat dimanfaatkan dari si virus bunga hijau ini ? Ada kejadian “transpospon” akibat si virus yang justru saya tunggu-tunggu. Karena saya yakin banyak rekan yang sudah bisa melakukan penyilangan, dan berharap bunga adenium sekuning alamanda ditemukan di Indonesia , mari kita manfaatkan mutasi ini.

Begini bocoran dan logikanya :

Petal bunga sebenarnya adalah modifikasi dari daun. Kalau di daun adenium bisa muncul warna hijau (kloropil) dan kuning (karoten), atau kombinasi keduanya, mengapa selama ini pigmen warna tersebut tidak pernah dijumpai di bunga adenium ?

Pasti ada sesuatu yang menghambat (inhibitor) keberadaan atau ekspresi pigmen tersebut pada plastid bunga. Nah ….. kalau sekarang tiba-tiba muncul bunga adenium hijau, hipotesa sementara saya ada peristiwa mutasi terjadi dan terkait co pigmen penghambat (inhibitor) yang terdapat pada lokus H/h. Mutasi yang menyebabkan pigmen warna plastid muncul pada petal bunga. Saya yakin kemunculan adenium sekuning alamanda sangat mengandalkan peristiwa mutasi tersebut di atas. Tidak hanya sekuning alamanda, coklat pun dapat dengan mudah digapai.

Normalnya warna bunga diperoleh dari kelompok pigmen antosianin yang terdapat pada vacuole sel. Selama ini pigmen warna plastid bunga adenium kemunculannya selalu terhambat oleh gen H, kalau inhibitor tersebut menjadi tidak ada, muncullah pigmen warna plastid di bunga. Dan karena vacuole letaknya relatip di bawah plastid, maka hanya muncul warna hijau (warna pigmen plastid, kloropil) yang dominan.

Kamis, 08 Januari 2009

Sinox Double Petal




















Laksana mendapat durian runtuh...( walah...walah...:-D ) tiap tangkai adenium sinox yang tengah berbunga ternyata mekar 2 layer... alias bunganya tumpuk..!!
Rejeki awal tahun nich... alhamdullilah.
Bayangkan bila adenium yang aslinya tidak tumpuk itu nantinya stabil tiap mekar tumpuk terus dan bisa disilangkan... hmmmmm yummy...yummy...
( Isu atau gosipnya bunga tumpuk 'katanya' nggak bisa disilang karena komponen bunga tidak lengkap ).
Sebenarnya beberapa kali di omahijo bunga-bunga adenium yang lain kedapatan mekar dengan petal tumpuk tapi sayang tidak mekar sempurna.

Saat rekan di Makasar kedapatan bunga adeniumnya sering mekar tumpuk, banyak pertanyaan yang saya ajukan, nah ... sekarang pertanyaan itu untuk diri saya sendiri... ha..ha..ha..
Ternyata nggak gampang jawabnya..
Yang pasti, si sinox jadi sasaran obyek penelitian nich... semoga segera ada hasilnya.

Jumat, 19 Desember 2008

Pure Line

Secara singkat pure line dapat dijelaskan sebagai suatu populasi yang variabilitas turunannya kecil. Artinya perkawinan antar individu dalam populasi (pure line A) tersebut akan selalu sama/mirip menghasilkan individu pure line A juga, karena homozigositas.

Bila pure line A disilangkan dengan pure line B, akan didapatkan Hybrids (sering disebut dengan F1 = filial 1). Sifat hibrids yang dihasilkan merepresentasikan sifat A dan B atau kombinasi kedua tetua.
Bagaimana bila F1 diperkawinkan antar sesamanya. Hasilnya adalah F2 yang variabilitas turunan semakin besar. Bisa seperti A, B, F1 atau kombinasi sifat tersebut, tergantung ekspresi gen penyusun. Artinya F2 tidak lebih jelek dari F1, cuman turunannya menjadi lebih tidak seragam. Demikian pula dengan F3 dst.

Pure line bisa diciptakan dari materi genetik F1 dengan jalan inbreeding atau back crossing. Bisa diciptakan dari F1, F2, dst dengan metode seleksi. Intinya menghilangkan variabilitas, memantapkan sifat-sifat yang dikehendaki (desireable trait) dan menghilangkan yang tidak dikehendaki (undesireable trait).

Permasalahnanya membuat pure line itu mahal dan makan waktu. Untuk tanaman yang mudah diperbanyak secara grafting seperti adenium, pure line menjadi kurang feasibel memang. Lebih mudah menyilangkan starin bunga yang ada, entah F1 atau F2 atau F 1001. Bila didapat bunga yang bagus langsung aja diperbanyak dengan grafting. Metode Tembak (pinjem istilah Pak Greg Hambali di tanaman aglaonema)

Beda dengan hewan seperti gupy musalnya, walaupun biaya cloning mahal metode pure line harus ditempuh.... Apalagi gupy yang matang sex umur 3 bulan, makin lebih mudah lagi dalam arti tidak makan waktu banyak.

Pigmen Bunga Adenium

Warna bunga ditentukan oleh pigmen warna dari kelompok anthocyanidins, carotenoid, dan kloropil yang ada di sel bunga. Pigmen-pigmen tersebut dapat dipecah lagi menjadi petunidin (ungu), pelargonidin (merah scarlet), dsb.

Penurunan warna bunga adalah sebagai berikut : gen (G) menentukan enzym (E), enzym menentukan pigmen (P) : G à E à P. Pigmen warna dapat terbentuk dari pengaruh beberapa enzym.

Warna bunga ditentukan oleh banyak gen, multihibrid, dan warna akhir bunga ditentukan pula oleh aksi gen (inter atau intra lokus), entah itu dominansi, epitasi dll.

Pigmen warna khususnya kelompok anthocyanidin yang memberi warna merah, ungu, pink, terdapat di bagian rongga (vacuola) sel, larut dalam air, dan dipengaruhi PH sel. Bentuk vacuola dipengaruhi tekanan turgor sel, flexibilitas diding sel, dan kondisi hipotonik atau hypertonik

Point di atas dapat dipakai untuk menjelaskan permasalahan sekitar bunga sbb :

1. Dalam satu bunga mungkin dijumpai banyak pigmen warna, hingga tidak heran kadang bunga berubah warna sejalan dengan waktu, atau kondisi yang berubah karena pengaruh musim. Putih jadi pink, merah jadi biru kehitaman, merah kehitaman jadi merah dst.

2. Tidak selamanya adenium bunga putih menurunkan adenium bunga putih pula. Genotipe C_I_, ccI_, cc ii semuanya menghasilkan fenotipe adenium putih (bagian yang kosong bisa terisi alela dominan atau resesif warna merah A atau yang lain). Tapi bila C_I_ disilangkan dengan ccI_ atau cc ii, beberapa turunan akan menghasilkan adenium berwarna merah, pink pula

3. Suhu, kelembaban, dan pemupukan berpengaruh pada kandungan air dan tingkat keasaman sel bunga. Dengan sendirinya akan berpengaruh pada besar warna bunga.

Hal ini menjawab pertanyaan mengapa awal musim-pertengahan panas waterfall nampak merah pecah bergaris putih, sedangkan pada pertengahan-akhir musim panas waterfall hanya berwarna merah. Perubahan waterfall mungkin dapat mudah dipahami akibat adanya peristiwa plasmolysis dalam sel.

Contoh lain, bunga yang disemprot bumbu masak juga menjelaskan pengaruh keasaman sel terhadap warna bunga.


Salam, Tharie



Kamis, 18 Desember 2008

Chimeras di Adenium

“ mbak, adenium windmollen ku lagi berbunga dan berpetal tumpuk..” Seorang rekan saya dari Makasar, membawa berita menggembirakan.

Windmollen adalah nama adenium, jenis obesum-crispum berpetal tidak tumpuk.

Sehingga kalau bunga tersebut mekar dengan petal tumpuk, menjadi penampakan baru yang mempesona.

“ wow.. keren dong, Mutasi tuch boss…, di semua tangkai atau cuma satu tangkai yang petal bunganya tumpuk ..?

“ baru satu tangkai sich…”

“ amati terus ya.. jangan lupa di centeli catatan biar info nggak terlewat ya…” pesan saya.


Yang terjadi dengan bunga tumpuk adenium milik Dr. Lufti Atmansyah di Makasar, adalah suatu MUTASI.

Namun demikian mutasi tersebut tidak terjadi pada tanaman secara menyeluruh, namun hanya terjadi pada bagian atau segmen tertentu dari tanaman. Dalam hal ini pada calon primordia bunga ranting tertentu, dan saya cenderung mengatakan ini suatu KHIMER (chimeras).

Pada jaringan meristem pucuk (titik tumbuh), proses pembelahan sel sangat aktif terjadi. Nah . . pada saat berlangsungnya pembelahan mitosis tersebut, sangat dimungkinkan terjadinya suatu mutasi setempat dan spontan. Ada berjuta-juta sel yang terlibat dalam pertumbuhan vegetatif. . . dan bila proses perubahan terjadi saat proses differensiasi maka terjadilah khimer pada mata tunas atau tunas pucuk.


Dalam kasus bunga tumpuk, mutasi berlangsung sebelum atau bersamaan dengan pembentukan primordia bunga di titik tumbuh. Khimer yang terjadi kemudian tercermin dalam bentuk bunga tumpuk. Kata beberapa ahli, pada tanaman hias mutasi gen sering muncul pada saat menjelang masa terbentuknya bunga. Menarik sekali khan..


Namun karena khimer terjadi pada primordia bunga, maka pada saat bunga tersebut gugur (karena life time nya habis), hilang pulalah khimer.


Satu hal yang menarik bagi saya adalah mengapa di tempat Pak Lutfi kasus bunga tumpuk sering terjadi (windmollen, obesum, dan waterfall) ?

Bagaimana perawatan selama ini, perlakuan pemupukan dan jenis pupuk yang digunakan. Atau ada perlakuan khusus lain. Hingga sering terjadi mutasi bunga tumpuk?.

Seingat saya ada beberapa cairan kimia dengan dosis tertentu dapat menyebabkan mutasi, seperti colchicine, metanosulfat, dieksposibutan, etilinimin, dan etilinoksida.


Apakah khimer dapat menurun hingga dapat dipermanenkan??. Jawaban sementara DAPAT, namun ada syaratnya...



Adenium Aming












“ Kenapa ya seeds adenium yang kutanam kok kayaknya kurus-kurus tumbuhnya..” suara seorang rekan dengan nada sedikit frustasi terdengar dari telepon yang tengah saya genggam.

“ ha..ha..ha.. bagus khan.. hari gini khan gak model badan gendut.. “ jawab saya berseloroh.

Terdengar nada ngedumel gak jelas. ( mirip lebah nyanyi bareng.. :-D)

“ sebelum ditanam pasti kamu rendam pakai slimming tea ya..” goda saya lagi.

“ iiihh… emang gitu teori ilmiahnya..” sahut rekan saya sewot.

Gantian saya yang tertawa ngakak. Prototipe banget sih saya dengan ilmiah… berkali-kali bercanda khan boleh tooh… :-D


Seed adenium tumbuh kurus…ada beberapa kemungkinan penyebab munculnya gejala

“aming” (hiks… pinjam badannya Aming ekstravaganza yang memang kurus banget) di bibit adenium tersebut :

  1. Media yang dipakai terlalu subur dan banyak kandungan unsur nitrogen (N) dalam bentuk amonium (NH4 atau urea).
  2. Kurangnya unsur phospor (P) dalam media yang digunakan. Namun perlu hati-hati pula terlalu banyak unsur P dan NH4 sekaligus dalam media, akan membuat tanaman tumbuh terlalu subur. Pada tanaman adenium gejala tersebut akan nampak pada jarak internode yang memanjang, batang besar tapi lunak (sukulensi), dan daunnya membesar. Kebanyakan unsur nitrat (NO3) tapi kurang unsur NH4 dan P juga timbul masalah lain. Bibit adenium tumbuh kompak memang, tapi berbatang kecil, demikian juga daunmenjadi kecil.
  3. Kurang sinar matahari selama persemaian. Kalau bibit selada memang harus disemai ditempat yang gelap, tapi jangan dilakukan untuk bibit adenium.

Jadi menurut saya, untuk mengatasi “pohon aming” tersebut :

  • Gunakan soilless media dan tidak perlu diberi tambahan pupuk “starter” pada media tersebut sampai tanaman berumur 2 minggu. Tidak perlu campuran pupuk kandang dalam media. Selain hhiiii….(itu kan kotoran to) .
  • Setelah tanaman berumur 2 minggu s/d 4 bulan, upayakan pupuk yang digunakan harus memenuhi syarat ( Insya Allah pupuk Growite memenuhi unsur berikut )
  1. a. Unsur amonium (NH4) harus kurang dari 40 % total nitrogen.
  2. b. Perbandingan unsur N dan P harus lebih besar 1 : 3
  3. c. Dosis nitrogen perbulan jangan lebih dari 200 ppm (part per million). Poin c ini yang terpenting menurut saya.
  • Persemaian harus mendapat sinar matahari yang cukup (minimal 3 jam per hari) dan berangin, agar proses respirasi berjalan normal. Selama menyemai tidak perlu dikerudungi plastik Selain “sumuk”, respirasi juga tidak berlangsung dengan baik, he..he..he..

Malih Warna

“ Adalah suatu "kebetulan" yag sangat menyenangkan ketika mendapatkan Lin Formosa saya berubah warna..” ucap Bang BJ, seorang sahabat saya dari Jakarta.
“ Saat berbunga pertama kali warnanya tipikal warna Lin Formosa (Dominan Pink), lalu setelah bunga pertama rontok saya tambahkan "pupuk" atas anjuran seorang kawan saya, berupa 1 sendok teh vetsin (MSG) (larutan 1 sendok teh : 1liter air disemprotkan pada media yang sama). Penyiraman 2 minggu sekali, hasil nya tanaman gemuk, 2 bulan kemudian berbunga yg kedua kali, warna berubah lebih merah. Saya benar2 terkesan, tapi pantas nggak ya diberi nama baru ?? “

Kenapa bunga Adenium bisa berubah warna?

Flavonoid penentu warna bunga adenium terdiri dari anthocyanine (merah hingga biru) dan pasangannya (karena masih dalam tahap pengamatan, saya sebut saja co-pigmen), membentuk suatu lapisan yang mirip “sandwich”. Co-pigmen berfungsi sebagai roti, anthocyanine sebagai isinya. Diantara kedua lapisan tersebut terdapat ion-ion logam yang berfungsi sebagai “Mayonnaise”. Lapisan campuran pembentuk sandwich ini yang akan menentukan warna akhir bunga.
Pemberian “MSG” akan mempengaruhi tingkat keasaman sel, dalam hal ini berpengaruh terhadap ion-ion logam (Mayonnaise). Struktur sandwich akan mengalami sedikit deformasi (bisa mengembang atau mengkerut), dan mempengaruhi jarak / spasi antara roti dan isi. Akibatnya warna bunga akan terpengaruh. Aturan baku , PH rendah bunga akan memerah (ke arah orange), PH tinggi bunga akan semakin ungu (merah tua).

Boleh tidak diberi nama baru ?
Boleh, tetapi sebaiknya jangan. Boleh karena itu milik bang BJ.
Jangan, sebab perubahan warna karena lingkungan tidak bisa dipakai untuk menyebut itu suatu kultivar baru. Pakai saja nama yang disematkan pertamakali oleh penemunya atau orang yang mempunyai hak. Coba diperbanyak unsur nitratnya , nanti pasti kembali lagi ke warna asal.
Catatan : bukan PH tanah yang mempengaruhi warna bunga, namun PH tanah hanya menentukan kelimpahan jenis atau macam logam yang akan terserap dan menjadi “Mayonnaise”.

Senin, 15 Desember 2008

Root Mealy Bug


Organisme berwarna putih yang menempel di akar yang sangat bandel dan menjengkelkan biasa di sebut Root Meally Bug (RMB)

Serangan RMB kebanyakan menyerang adenium yang bermedia non tanah (cocopeat, sekam dan sekam bakar dan atau campuran ketiganya). Adenium yang kurang sehat juga lebih rentan serangan RMB.


Bagaimana mengatasi RMB ?.

  • Ganti media , tapi sangat tidak praktis.,
  • Disemprot insektisida, tapi menghendaki kesabaran karena tidak langsung terlihat efeknya (sekarang disemprot- besoknya RMB langsung hilang). Baru beberapa kali penyemprotan, gejala serangan terlihat berkurang.
  • Bagaimana dengan perendaman pot berikut tanamannya ? Cara perendaman mungkin keefektifannya akan berkurang kalau yang dipakai itu adalah jenis insektisida kontak , apalagi kalau dalam perjalanannya insektisida tersebut juga harus bersentuhan dengan tanah. Akan lebih efektif kalau dipakai insektisida jenis sistemik. Sekali lagi cara ini tetap butuh kesabaran.
  • Selain berbagai cara diatas, tanaman yang terlihat terserang RMB bisa diberi tambahan pupuk N tinggi (NPK Mutiara 25-7-7). Untuk tanaman di bawah 3 bulan cukup 5 butir. Hanya efeknya adenium jadi nampak langsing dan daunnya besar-besar, bonggol jadi nampak kecil.

Cara terakhir ini cukup efektip dan murah, tapi tidak aplikabel untuk adenium jenis arabicum.

Salam

Tharie – Omahijo Jogjakarta