Jumat, 11 April 2008

Budi Luhur Adenium Contest

Ada pemandangan menarik di lapangan Futsal Universitas Budi Luhur, Tangerang, pada hari Minggu 6 april 2008 lalu. Tampak deretan tanaman adenium berjajar rapi menampilkan pesonanya dalam kontes yang diselenggarakan oleh Universitas BudiLuhur bekerjasama dengan komunitas milis : Adeniumania@yahoogroups.
Tidak seperti kontes tanaman Adenium pada umumnya, disini dilombakan kelas-kelas yang tidak pernah dilombakan seperti kelas bongol A, yang adenium yang diameter bonggolnya kurang dari 5cm, juga ada kelas Aku Sehat Kembali, yaitu adenium yang pernah sakit atau pernah membusuk bonggolnya, tapi bisa pulih dan menjadi bentuk-bentuk yang tidak biasa.

“ Ini adalah kontes yg sama sekali tidak melibatkan pakar adenium sbg juri, karena ini memang "GAYA KAMI" juri kita ambil dari masyarakat media "WARTAWAN dan CELEBRITIES" jadi yg seringkali juara di pentas nasional belumlah tentu bisa berjaya disini, karena bisa jadi penilaian disini sangat subyektif tergantung selera juri. Justru di sini fair play itu di buat...GUNA MEMFASILITASI "masyarakat awam" maupun new hobbist berani ikut kontes “ jelas Dicky Andrianto ( mbah Suro ) ketua panitia kontes Budi Luhur.

Juri dipilih dari kalangan wartawan dan selebriti yang menyukai tanaman yang terkenal dengan bentuk bonggol yang unik dan berbunga warna-warni ini, proses penilaiannyapun tidak mengikuti standar nasional, tapi lebih ke kesan pertama juri saat melihat. Sebut saja, Mona : Members Milist ini sekaligus penulis di Majalah Rumah, buku aglaonema dan adeniumpun telah ditulis di majalah itu, Gilbert: Yang seneng nonton bola, apalagi yg tukang taruhan bola, pasti tidak asing dgn cowok ganteng ini, dia presenter bola di RCTI. Rudy: Pelanggan majalah Flona tidak akan asing dgn mas yg satu ini, Darojatun: Wartawan Senior Tabloid Bola, dia mewakili kaum lelaki yg gila bola dan kini beralih gila bonggol dan Henri: Wartawan Senior Majalah Wanita Nova, beliau sangat paham ttg keindahan dari kacamata para ibu..

Dan pastinya dengan terselenggaranya event semacam ini, makin banyak lagi pemula-pemula penggemar adenium yang lebih berani memamerkan tanaman kesayangannya.


PEMENANG KONTEST











BUNGA RIMBUN - Handy Octavianus
BUNGA WARNA WARNI - Ajar Setiadi
BUNGA INDONESIA - Herry Sulistyo
BUNGA ORIGINAL - Herry Sulistyo
BONGGOL A - Dewa Ganesha Swara
AKU SEHAT LAGI - Fariz Nurhuda
ALAMI - Mohamad Kahfi
BONGGOL BESAR - Yugi Setyarko
ARABICUM RCN<15cm - Sardjono Hadisusanto
ARABICUM NON RCN<15cm - Rudi Otto
THAI SOCO - Herry Sulistyo.
COMPACTA - Dicky Bhakti
VARIGATA - Bama Van Abri
LANGKA - Yadi Setiadi
THE BEST ADENIUM IN SHOW - Rudi Otto

Rekan, saya mengucapkan selamat untuk mas Krisnata, mas Sigit, mbah Suro, kang Rohmad dan seluruh panitia Budi Luhur kontes , yang telah menyelenggarakan satu even kontes yang sukses dan meriah.

Selamat juga untuk para pemenang kontes, terus giat mengikuti kontes-kontes selanjutnya, semoga terus menyabet bermacam juara.

Lihat juga liputan lengkap kang Bama di Kompas TV.

Kamis, 27 Maret 2008

Beda Morfologi satu Genus

Apakah mungkin meskipun satu genus, kedua spesies yang morfologinya berbeda bisa disilangkan? Dikatakan, syarat individu yang bisa disilangkan memiliki jumlah kromosom yang sama. Tapi apakah jumlah kromosom sama diekspresikan oleh morfologi yang serupa?

Persilangan di atas dimungkinkan terjadi. Dan bukantah perbedaan (termasuk perbedaan morfologi) tersebut justru yang menjadi daya tarik saat melakukan persilangan ? Dengan harapan diperoleh hybrida yang punya paduan sifat dari kedua induknya.
Lebih jauh, dalam dunia anggrek bahkan dikenal adanya persilangan antar genus (intergeneric hybrids).
Dikatakan, syarat individu yang bisa disilangkan memiliki jumlah kromosom yang sama.
Syarat persilangan adalah terdapat ‘kromosom homolog’, agar proses meiosis dapat berlangsung normal dan gamet dapat hidup.
Syarat “jumlah kromosom harus sama” sebenarnya adalah kerancuan yang timbul dari kenyataan, bahwa pasangan induk yang beda jumlah kromosomnya akan menghasilkan anakan (hibrid) yang mandul (steril).
Namun keadaan tersebut dalam dunia pertanian malah dimanfaatkan untuk tujuan tertentu. Misal : menghasilkan tanaman “semangka tanpa bijih”.
Semangka tetraploid (4n) X semangka diploid (2n) = semangka tanpa bijih (triploid, 3n). Menghasilkan hibrida steril hingga tidak dapat dipebanyak lagi oleh pihak lain.
Catatan : syarat harus ada kromosom homolog, tidak berlaku dalam “biologi molekuler”. Dengan kecanggihan bioteknologi dapat diciptakan hibrida baru meski tanpa kromosom homolog.
Tapi apakah jumlah kromosom sama diekspresikan oleh morfologi yang serupa?
Rumus bakunya, fenotipe = fungsi dari gen (G) dan lingkungan (E). Artinya, yang menentukan morfologi mahluk hidup adalah gen, bukan kromosom. Sementara memang gen adalah urutan perintah yang ada di dalam kromosom. Jadi dapat saja terjadi jumlah kromosom sama tapi dalam kromosom tersebut punya kode genetik yang lain. Hal ini akan memberi morfologi yang beda tentunya, meski makhluk tersebut punya jumlah kromosom yang sama.
Contoh : ayam (Gallus gallus) dan anjing (Canis familiaris) punya jumlah kromosom yang sama = 78.

Semoga bermanfaat.

Senin, 24 Maret 2008

Menanam Benih Adenium ala Omah Ijo

Tidak ada hal khusus tentang media dan cara tanam benih. Sama seperti media adenium lainnya, yang penting porous dan permeable. Yang saya lakukan dalam menanam benih adenium selama ini, sbb. :

Memilih media tanam yang sesuai. Saya telah mencoba berbagai macam media al
  • Campuran cocopeat, sekam bakar, dan pasir sungai. Perbandingan 2 : 2 : 1.
  • Campuran pasir, sekam bakar, dan kapuk. Perbandingan 6 : 3 : 1
  • Campuran pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang. Perbandingan 1 : 1 : 1
  • Biji kapuk, sekam bakar, dan pasir. Perbandingan 2 : 2 : 1
  • Cocopeat saja
  • Biji kapuk saja
  • Pasir saja
  • Sekam, pupuk kandang, kompos. Perbandingan 6 : 1 : 3
Meski prosentase tumbuh ke 8 media tersebut di atas sama sekitar 90 %, namun jenis media terbaik adalah media a. Media c dan f membuat bibit tumbuh terlalu subur dan memanjang langsing). Media e dan g membuat tanaman harus segera dilakukan transplanting setelah tanaman berumur 1 bulan. Media h bikin kepala pusing karena sulit sekali membedakan antara sekam dengan benih adenium
  1. Letakkan benih secara horizontal dengan kedalaman kurang dari 1 cm
  2. Lakukan penyiraman sesering mungkin hingga media menjadi basah. minimal 1 hari sekali.
  3. Lakukan penanaman di tempat terbuka, berangin, dan mendapat sinar matahari langsung (optimum 4 jam/hari). Tidak perlu dikerudungi plastik. Saya yakin nyamuk atau lalat tidak doyan adenium. Rasanya Pahit….!!!
  4. Setelah bibit tumbuh 2 daun, kurangi penyiraman dan tambah intensitas matahari secara bertahap.
  5. Pemupukan mulai dapat dilakukan setelah tanaman berumur 2 minggu. Sampai umur 3 bulan pakai pupuk campuran dengan komposisi perbandingan nitrogen, phospor, kalium sebesar 5 : 26 : 5. Hati-hati jangan pakai pupuk yang kandungan amonium nitrogennya (NH4, urea) lebih dari 30 %, bisa tumbuh seperti Aming nantinya.
Selamat bertanam benih adenium.

Tharie Wie
www.omahijo.com

Lahir dari Hasil Seleksi

Penantian panjang Untari Retno Wahyuni di Minomartani, Yogyakarta, selama 8 bulan akhirnya terpampang di depan mata. Beberapa semaian biji adenium hasil silangan sendiri mulai berbunga. Sekitar 30 bunga di antaranya bernuansa baru. Sebut saja bright candy dengan splash merah disetiap tengah petal dan renjana bermahkota lancip berwarna ungu.

Aktivitas menyemai biji mawar gurun hasil silangan sendiri itu Untari mulai sejak 4 tahun lalu. Memang tidak semua biji silangannya disemai karena sebagian dijual tanpa ditumbuhkan terlebih dahulu. “kalau menuruti permintaan, barangkali saya tidak akan pernah bisa menyemainya karena habis terjual. Tapi saya harus tetap menyemai sendiri. Kalau tidak bagaiman saya belajar sifat pewarisan karakter adenium,” kata wanita kelahiran Yogyakarta itu.

Makanya ibu 2 anak itu juga berharap mendapat informasi balik penampilan adenium dari hobiis yang membeli biji hasil silangannya. “ Dari informasi yang didapat, ia belajar karakter bunga untuk menentukan arah seleksi lebih lanjut. Termasuk menentukan tetua yang akan dipakai selanjutnya. Musababnya, corak bunga adenium tidak lepas dari sifat karakter moyangnya. Jadi, kalau ada 2 bunga disilangkan hasilnya beragam.

Sayang, tidak semua hobiis memberikan informasi balik yang diharapkan Thari. Jika ia menyemai semua biji silangan sendiri, mungkin kini didapat data lengkap karakter bunga. Selain itu, bila ada yang penampilannya bagus bisa dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan dalam bentuk biji.

Ikut tren
Untuk menghasilkan jenis baru Thari tak asal menyilang. Sebelumnya pehobi fotografi itu memilih calon indukan berdasarkan tren pasar. Informasi pasar ia peroleh dari hobiis yang tergabung dalam milisnya. “Awalnya orang suka bunga yang berwarna merah polos dan berukuran besar, “ kata Thari. Karena pasar menginginkan bunga yang seperti itu, ia pun membuat silangan yang kira-kira hasilnya seperti yang diinginkan pasar.

Pada 2004 konsumen menyukai adenium berbunga merah, berukuran besar, dan polos tanpa corak. Setelah itu 2005, konsumen beralih ke corak yang diawali oleh kemunculan harry potter. Menurut Thari tren harry potter masih berlangsung hingga sekarang. Maksudnya, hobiis menyukai bunga bercorak, tidak polos. Dari situlah ia kemudian menyeleksi calon indukan dengan harapan silangannya mengikuti tren pasar.

Seleksi dilakukan terhadap calon indukan. Yaitu yang punya corak bunga menarik. Dua macam sistem persilangan dilakukan. Pertama, persilangan indukan yang berkarakter mendekati tren pasar yang Thari sebut sistem pretty on pretty. Kedua, persilangan indukan yang berkarakter khusus ditujukan untuk menghasilkan breeding line tertentu yang disebut sistem gabungan.

Hasil silangan sistem pretty on pretty antara lain hp family, innocento, pinky, red sillouette, surokusumo, dan 5 jenis baru yang masih tanpa nama. Sebagian besar bentuk mahkota bulat dengan minimal 2 warna. Tujuan dari sistem silangan pertama untuk mengisi dan meyempurnakan kekurangan yang ada pada bunga saat ini sehingga penampilannya jadi lebih menarik.



Biji silangan Thari yang dijual kebanyakan berasal dari sistem pretty on pretty. Itu karena lebih cepat didapat dibandingkan dengan hasil akhir tahapan breeding line yang memerlukan waktu lama untuk dinikmati. Contoh hasil akhir breeding line adalah menciptakan bunga adenium warna ungu. “ menghasilkan bunga adenium berwarna ungu polos sangat sulit. Warna ungu merupakan cerminan sifat homozigot gen resesif warna merah muda dan gen resesif kopigmennya. Tanpa tahapan breeding line, justru semakin lama diperolehnya,” ujar Thari.



Cuplikan dari majalah TRUBUS
Edisi 460 Maret 2008, hal 32-33